ROCK MINISTRY BALI @rockministry Channel on Telegram

ROCK MINISTRY BALI

@rockministry


Melalui Channel TELEGRAM ini akan diinformasikan secara resmi, lengkap & berkala seputar jadwal ibadah & online streaming, kesaksian, renungan, artikel, ringkasan khotbah, jadwal seminar & training, dan berbagai informasi terbaru dari ROCK Ministry TV

ROCK MINISTRY BALI (Indonesian)

Selamat datang di Channel Telegram ROCK MINISTRY BALI! Di sini, Anda akan mendapatkan informasi resmi, lengkap, dan berkala seputar jadwal ibadah dan online streaming, kesaksian, renungan, artikel, ringkasan khotbah, jadwal seminar, training, dan berbagai informasi terbaru dari ROCK Ministry TV. ROCK Ministry Bali merupakan sebuah komunitas gereja yang berkomitmen untuk menyebarkan Firman Tuhan melalui berbagai kegiatan dan program yang inspiratif. Dengan mengikuti Channel Telegram ini, Anda akan selalu up to date dengan segala kegiatan yang diadakan oleh ROCK Ministry Bali. Jika Anda tertarik untuk mendapatkan pengajaran rohani yang mendalam, kesaksian yang menginspirasi, dan informasi terkini seputar kegiatan gereja, bergabunglah dengan Channel Telegram ROCK MINISTRY BALI sekarang juga! Jadilah bagian dari komunitas yang penuh keberkatan dan inspirasi. Mari bersama-sama memperkuat iman dan saling memberkati dalam kebersamaan. Ayo, segera bergabung dan mulailah perjalanan rohani Anda bersama ROCK Ministry Bali!

ROCK MINISTRY BALI

22 Jan, 22:39


https://youtu.be/giY1r3vZKic?si=hSUDLH87pgl7q68E

ROCK MINISTRY BALI

22 Jan, 22:38


https://youtu.be/Yn5koEVFGKQ?si=UDb0cIorQiySsEwS

ROCK MINISTRY BALI

22 Jan, 22:38


Thu, Jan 23, 2025

Kingdom's Quotes'
Be strong enough to stand alone, smart enough to know when you need help and brave enough to ask for it (Jadilah cukup kuat untuk berdiri sendiri, cukup cerdik untuk mengenali saat butuh bantuan dan cukup berani minta tolong) - Ziad K. Abdelnour -
Bacaan Setahun:
Luk. 18:1-17 , Kej. 29:31-30:4, Mzm 23

DOMBA-DOMBA YANG KESEPIAN

“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:24-25)

Akhir-akhir ini ada pandemi yang kurang ter-ekspos di media. Padahal pandemi ini diam- diam merenggut lebih banyak nyawa dari yang kita sadari. Namanya kesepian. Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah koneksi. Koneksi dengan Pencipta dan ciptaan-Nya. Ketika kebutuhan ini tidak terpenuhi, ada kekosongan yang muncul. Sayangnya, kadang kita sibuk mengisinya dengan benda atau kegiatan apa pun, asal bisa mengalihkan kita dari kekosongan tersebut. Karena yang kita konsumsi bukanlah "nutrisi" yang tepat, alhasil kita akan tetap merasa kesepian dan terisolasi. Musuh paling senang dengan keadaan tersebut.

Anak-anak Tuhan sering diibaratkan sebagai domba yang salah satu musuhnya adalah serigala. Serigala memangsa anggota kawanan yang paling lemah. Biasanya yang sudah tua, cacat, atau yang sangat muda. Tugas serigala bervariasi. Mereka diam-diam mengikuti kawanan dari dekat, menentukan mana yang diincar, lalu beberapa dari mereka membuat kawanan tercerai-berai ke berbagai arah (perbedaan doktrin, pandangan politik, dan lain-lain). Ada yang mengalihkan perhatian (metaverse, game, medsos), menyebabkan kepanikan, dan kebingungan. Menciptakan jarak antara kawanan dengan domba yang lemah (memperparah kesenjangan generasi). Kemudian, mereka menerkam ketika mangsanya sudah terisolasi.

Jika kita telaah, yang sering menjadi korban penipuan dan phishing sebenarnya juga mirip. Orang tua, orang yang putus asa dan juga anak-anak muda. Kenyataan ini juga berlaku untuk kehidupan dan kesehatan rohani kita. Contohnya orang percaya “lama” yang kehilangan semangat dalam Tuhan, mereka yang sedang lemah, kepahitan, dan yang masih hijau (muda).

Banyak isu di dunia jaman sekarang bertentangan dengan firman Tuhan. Jebakan dikemas dengan kasih, pengertian, dan toleransi. Bahkan jika yang ditoleransi adalah dosa. Dosa tetaplah dosa. Karena Tuhan kita kudus, dosa tidak akan pernah secara ajaib diterima sebagai bukan dosa. Demikian pula anggapan "tidak perlu terima Yesus untuk masuk ke surga, cukup perbuatan baik." Pandangan ini mencuri jiwa-jiwa dari Kerajaan Tuhan. Faktanya, satu-satunya jaminan adalah dengan menerima karya penebusan di salib. Setelah itu, tidak lantas kita boleh hidup sembarangan. Jika kita mengaku menerima penebusan dari salib tetapi hidup sembarangan, itu menunjukkan bahwa kita tidak benar-benar bertobat karena kita tidak menghargai apa yang Yesus sudah lakukan di salib.

Oleh karena itu, saudara-saudari, terutama generasi muda, ketahuilah bahwa Anda adalah MANGSA EMPUK. Tetaplah bersama kawanan. Tetap dekat dengan Gembala yang baik. Jangan menjauh dari komunitas orang percaya. Komunitas Kristen atau keluarga mungkin tidak selalu nyaman atau menyenangkan. Mungkin kadang rasanya kurang bebas dan harus melakukan bagian dalam jemaat. Namun, ini tetaplah jalan yang paling aman. (SO)

Questions:
1. Apakah Anda sudah memiliki komunitas persekutuan sesama warga Kerajaan? Apa dampaknya bagi hidup Anda?
2. Apakah setiap warga Kerajaan harus bersekutu dengan sesama warga Kerajaan lainnya? Mengapa?
Values:
Isolasi adalah taktik musuh untuk membuat Anda rentan. Jika Anda terisolasi, Anda hanyalah mangsa yang mudah dicuri, dihancurkan, dan dibunuh.

ROCK MINISTRY BALI

21 Jan, 06:58


Nikmati kembali kemeriahan Ibadah menyambut tahun baru 2025 melalui tayangan tayangan berikut ini :

1. Elder's Messages - Pesan Penatua GBI ROCK Denpasar 

https://youtu.be/3TxaVUmPgJQ?si=_INqoaHktaed4QvK


2. Dance Performance - Leveling The Mountain

https://youtu.be/5m67XOZGOS0?si=1NBnGjFR5tfFLcXj

3. Solo Performance - Because of Who You Are

https://youtu.be/T7B_EbZ8ZP8?si=5IPY0rnrgqdrW7SV

4. Performance by Vox Dei (Monica and Team)

https://youtu.be/0SsEESI4Q5o?si=LLWqhdVRivSdw5l5

Kiranya setiap tayangan dari ROCK Ministry TV, bisa menjadi berkat bagi anda dan keluarga

Jesus Bless You Abundantly

ROCK MINISTRY BALI

20 Jan, 22:06


https://youtu.be/KJFJx4z6R3U?si=MElBRygQMAsZcJ5i

ROCK MINISTRY BALI

20 Jan, 22:04


Tue, Jan 21, 2025

Kingdom's Quotes:
Respon yang benar menentukan kondisi kehidupan kita.
Bacaan Setahun:
Luk. 16 ,Kej. 27:46-28:22, Mzm. 21

RESPON YANG BENAR

“Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: "Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh." (Kejadian 27:41 - TB)

Kita tahu ada dua istilah yaitu reaksi dan respon. Reaksi biasanya sering dipengaruhi oleh suatu keadaan. Orang sering cepat bereaksi atas suatu keadaan yang terjadi. Reaksi lebih spontan dan cenderung emosional tanpa berpikir panjang. Sedangkan respon lebih rasional dan terkendali. Respon dilakukan dengan perencanaan yang matang terlebih dahulu.

Dari ayat bacaan kita hari ini, Esau bereaksi atas keadaan yang dia anggap merugikan dirinya. Esau bereaksi negatif. Mari kita perhatikan di Kejadian 27:41 (TB), Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: "Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh." Yakub menyamar sebagai Esau untuk mengelabui ayahnya (Ishak) agar mendapatkan berkat khusus dari Ishak, ayahnya. Esau marah dan bereaksi dengan merencanakan pembunuhan terhadap adiknya sendiri. Jika saja Yakub tidak melarikan diri dari Esau, kemungkinan besar Esau akan berhasil membunuh Yakub. Hal ini bisa saja akan menjadi penyesalan seumur hidup Esau. Esau akan terus dihantui rasa bersalah seumur hidupnya.

Masalah yang terjadi dalam peristiwa ini adalah berkat jasmani. Berkat yang diberikan Ishak adalah berkat dalam bentuk perkataan, bukan dalam bentuk materi atau lahiriah. Yang membuat Esau marah adalah berkat perkataan yang dia terima berbeda dengan berkat perkataan yang diterima oleh Yakub. Namun setelah waktu berlalu ternyata Esau juga mengalami kehidupan yang diberkati punya banyak ternak dan banyak hamba. Esau menjadi kaya. Ternyata setelah 20 tahun dari konflik ini terjadi, Esau telah mengampuni Yakub.

Ada banyak konflik yang terjadi berakhir dengan kehancuran karena respon yang tidak benar. Reaksi yang emosional dan respon yang kurang tepat dalam menghadapi persoalan. Yakobus 1:19-20 (TB) “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.” Mari kita belajar berespon dengan benar terhadap situasi yang terjadi. (RJ)

Questions:
1. Apakah kita cepat bereaksi negatif atau berespon dengan benar? Renungkan
2. Bagaimanakah cara kita berespon dengan benar dalam menghadapi permasalahan?
Values:
Beresponlah dengan benar saat menghadapi permasalahan hidup.

ROCK MINISTRY BALI

19 Jan, 22:08


https://youtu.be/MC6KyMlcZiA?si=ZZlopimQutbVGLOz

ROCK MINISTRY BALI

19 Jan, 22:05


Mon, Jan 20, 2025

Kingdom's Quotes:
Sikap memandang muka adalah sikap yang sombong yang menganggap dirinya lebih terhormat dibanding orang lain.
Bacaan Setahun:
Luk. 15, Kej. 27:1-45, Mzm. 20

JANGAN MEMANDANG MUKA

“Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. Bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?” (Yakobus 2:1, 4)

Yang dimaksud perintah jangan memandang muka, adalah jangan membeda-bedakan di dalam berinteraksi dengan orang lain. Baik itu karena kesukuan, status, kaya-miskin atau apapun. Sebagai warga Kerajaan kita harus punya hati yang tulus dan murni, pikiran yang adil dan penuh kasih. Warga Kerajaan tidak boleh merasa lebih terhormat dari siapapun. Warga Kerajaan tidak boleh memandang rendah tetapi harus menaruh rasa hormat yang sama terhadap semua manusia. Mengapa? Karena sebagai Orang Kristen atau Warga Kerajaan, kita dipilih bukan karena keberadaan kita yang lebih baik atau lebih terhormat. Bahkan banyak kita yang dipilih karena tak berarti dan tak dianggap penting oleh dunia. Adalah kejahatan ketika di hati kita telah bersikap membedakan, warga Kerajaan tak boleh rasialis. Natur alamiah warga Kerajaan seharusnya tidak membedakan sejak di dalam hatinya. Itulah spiritualitas tanpa batas.

Kita melihat praktek kehidupan orang Kristen hari-hari ini, perbedaan sinode pun telah menjadikan banyak warga Gereja tanpa sadar bertindak rasialis. Banyak anggota gereja yang berbeda sinode dan berbeda doktrin pengajaran saling mengejek dan merendahkan. Apa yang mereka lakukan menunjukkan spiritualitas mereka sebenarnya dangkal. Mereka hanya akan bersatu ketika ada penganiayaan. Apakah kemudian diperlukan penganiayaan supaya spiritualitas mereka jadi lebih baik dan bisa bersatu dalam perbedaan? Padahal Tuhan Yesus memberikan perintah yang jelas supaya kita sebagai warga Kerajaan atau sesama orang Kristen saling mengasihi seperti Yesus mengasihi kita. Kasih tanpa pamrih dan kasih yang tak menghakimi. “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (Yohanes 13:34-35)

Hari ini kita harus koreksi praktek kehidupan kita sebagai orang Kristen atau warga Kerajaan. Sikap kita yang rasialis dan bermusuhan yang hanya karena perbedaan “Sinode Gereja’ tentu akan menjadi batu sandungan bagi orang-orang yang belum percaya. Mari Kita bersikap tidak membedakan sejak di hati yang kemudian tercermin di dalam praktek kehidupan sehari-hari kita. Sesungguhnya bukti bahwa kita mengasihi Kristus adalah saat kita saling mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri sendiri walau berbeda sinode sekalipun. Anda setuju? (DD)

Questions:
1. Mengapa manusia suka ´memandang muka’?
2. Apa akibat jika sebagai warga Kerajaan bersikap membeda-bedakan?
Values:
Warga Kerajaan sejati seharusnya seperti Sang Raja penuh kasih karunia sehingga bisa menerima keberadaan yang lain walau berbeda dengan rasa hormat.

ROCK MINISTRY BALI

18 Jan, 23:22


https://youtu.be/Pvze9KtvQMI?si=DQz0ndo8j2Ji2Zpm

ROCK MINISTRY BALI

18 Jan, 23:21


Sun, Jan 19, 2025

Kingdom's Quotes:
Saling terbuka dengan pasangan kita membuat kita bisa semakin peka memahami kelebihan dan kekurangannya.
Bacaan Setahun:
Kejadian. 26 ,Lukas. 14:25-35,Mzm. 19

MEMBANGUN KOMUNIKASI YANG BERMAKNA

“Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.” (Yakobus 1:19-20)

Pernikahan tidak hanya menyatukan dua pribadi dalam satu ikatan kudus, namun pernikahan juga menyatukan segala perbedaan yang ada di dalam diri kedua pribadi pasangan tersebut. Pasangan suami istri biasanya percaya bahwa setelah lama berumah tangga, keduanya akan sangat mengenal satu sama lain dengan baik. Hal tersebut membuat mereka berpikir bahwa pasangannya bisa langsung paham bagaimana isi hati dan pikirannya, bahkan tanpa harus diungkapkan secara lisan. Untuk itulah keterbukaan dari masing-masing pribadi memegang peranan penting dalam perjalanan pernikahan.

Setelah sekian lama menikah kita akan semakin mengenal pasangan kita, apa yang disukai dan tidak, apa yang menjadi kebiaaannya dan sebagainya, namun sampai kapanpun kita tidak akan bisa membaca isi hati dan pikirannya. Oleh sebab itu jika kita membutuhkan sesuatu dari pasangan, kita harus belajar mengungkapkannya dengan minta tolong, karena pasangan kita belum tentu peka seratus persen dengan apa yang kita mau. Kalau hanya menebak-nebak saja, maka hal itu akan menimbulkan asumsi dan memicu terjadinya kesalahpahaman.

Kita harus belajar membangun komunikasi yang baik dan bermakna dengan pasangan. Agar dapat membangun komunikasi yang baik dengan pasangan hal pertama yang harus kita latih adalah dengan belajar menjadi pendengar yang baik. Seringkali kita lebih cepat bereaksi dalam menghadapi pasangan yang tidak memahami apa yang kita mau. Kita lebih cepat berkatakata, mudah marah dan menyalahkan pasangan. Satu sama lain lebih ingin didengar dan banyak berbicara daripada bersikap mau lebih dulu dan lebih banyak mendengar. Kita mudah terpancing oleh ego, kesombongan, dan sikap tidak mau kalah dari diri kita. Kita merasa akan lebih menang jika kita bisa melancarkan kata-kata lebih banyak dan lebih cepat. Akhirnya, tidak ada titik temu untuk saling mengerti. Dengan banyak mendengar kita akan belajar untuk semakin mengenal pasangan kita. Ketika pasangan merasa didengarkan maka ia juga akan lebih bersedia mendengarkan kita. Cepat mendengar juga menunjukkan rasa hormat, kasih dan penerimaan kepada pasangan.

Hal kedua yang harus kita latih adalah adanya keterbukaan. Bersikap terbuka berarti rela mengungkapkan semua informasi yang relevan sehingga kita semakin mudah mengenal pasangan kita. Keterbukaan juga berkaitan erat dengan kepercayaan, semakin kita bisa terbuka dengan pasangan maka kepercayaan kita dengan pasangan juga akan semakin meningkat. Dengan keterbukaan kita belajar untuk mengungkapkan isi hati dan pikiran kita sehingga kita semakin peka dan memahami apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan pasangan kita serta saling melengkapi satu dengan yang lain. (RSN)

Questions:
1. Bagaimana kita dapat membangun komunikasi yang bermakna?
2. Bagaimana kita belajar memahami isi hati dan pikiran pasangan kita?
Values:
Komunikasi yang bermakna dibangun dengan menjadi pendengar yang baik dan mau terbuka dengan pasangan sehingga kita belajar semakin mengenal pasangan.

ROCK MINISTRY BALI

18 Jan, 21:59


Shalom Warga Kerajaan Allah, Kingdom Celebration (Onsite Service) 19 Januari 2025 diadakan dalam 3 kali ibadah (pukul 07.00, 10.00 dan 17.00 Wita)

Minggu ini kita akan dilayani oleh Pdt. Eluzai Frengky Utana untuk ibadah pukul 07.00 & 10.00 Wita

Sedang untuk ibadah pukul 17.00 Wita akan dilayani oleh Pdt. David Limanto

Harap datang lebih awal/sebelum ibadah dimulai agar anda bisa mengikuti ibadah dengan lebih nyaman

Sampai jumpa hari minggu nanti.

#KingdomCelebration #ROCKMinistry #GBIROCK #OnsiteService #TheYearOfPreparation

ROCK MINISTRY BALI

17 Jan, 03:25


IBADAH DOA dan BERPUASA (via ZOOM) bersama Pdt. Christine Here

Mari bersama kami mengambil agar waktu khusus untuk berdoa, berpuasa dan bersatu hati dalam Ibadah Doa dan Berpuasa

Sabtu, 18 Januari 2025
Pukul 05.00 wib / 06.00 wita / 07.00 wit (open room 05.45 wita).

Link ZOOM : https://bit.ly/imf-prayer

( https://us02web.zoom.us/j/85863649676?pwd=Y1Y4NytSZnVnd01rRzgzOW5zQUpidz09)

Meeting ID: 858 6364 9676
Passcode: prayer


See you saturday morning.
Jesus Bless You

ROCK MINISTRY BALI

17 Jan, 03:23


BALI BLESSINGS
(Onsite Service)

Jumat, 17 Januari 2025

Pukul 19.00 Wita
🎙 Dilayani oleh Pdm. Jimmy Padmadjaja
📍 GBI ROCK Lembah Pujian - Dps
(RUANG OMEGA)

------------------------------------------------

Sampai bertemu dalam ibadah Bali Blessings!!

Tuhan Yesus Memberkati

ROCK MINISTRY BALI

16 Jan, 22:00


https://youtu.be/D4uA7yT9yiI?si=lVYWe21hHbAvD-iw

ROCK MINISTRY BALI

16 Jan, 21:59


Fri, Jan 17, 2025

Kingdom's Quotes:
Tanpa mengenal identitas Kristus yang benar, maka kita dengan mudah memiliki pemahaman yang salah tentang pribadi Yesus.
Bacaan Setahun:
Luk. 13:18-35, Kej. 24, Mzm. 17

SIAPAKAH YESUS DALAM HIDUPKU?

”Lalu Yesus bertanya kepada mereka: ”Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: ”Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: ”Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 16:15-17)

Setiap orang memiliki sosok atau figur seseorang yang berarti dalam kehidupannya dan berbeda-beda. Terlepas apakah orang tersebut adalah anggota keluarga, sahabat ataupun rekan sepelayanan. Mengapa berarti? karena mungkin saja orang tersebut memiliki identitas ataupun teladan bagi kehidupannya yang memiliki arti mendalam. Hal inilah yang menyebabkan figur tersebut berarti dalam kehidupan orang-orang

Renungan hari ini mengajak kita untuk merenungkan siapakah Yesus dalam hidup kita. Ada pandangan yang mengira bahwa Yesus adalah sosok malaikat yang diciptakan oleh Bapa, ada juga yang menyangka Yesus bukanlah Tuhan melainkan hanya nabi yang sama seperti nabi lainnya . Tentu saja ini pandangan yang meleset, sebab Yesus bukanlah malaikat atau Nabi biasa. Iman Kristen mengajarkan akan identitas Tuhan Yesus adalah Allah, Raja dan Juruselamat bagi siapa saja yang percaya kepada-Nya. Pengenalan yang benar akan Yesus Kristus akan mengarahkan pada pemahaman iman yang benar

Di tengah percakapan antara Yesus dengan murid-murid-Nya di Kaisarea Filipi, Yesus bertanya kepada mereka mengenai identitas-Nya. Ada yang mengira Yesus adalah Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengira sebagai Nabi Elia. Ketika giliran Petrus, ia menjawab bahwa Yesus Kristus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Atas dasar pengakuan inilah, Yesus mendirikan Jemaat-Nya.

Sebagai murid Kristus, apakah kita sudah mengetahui identitas Kristus dalam kehidupan kita? Apakah Yesus hanya sekedar Guru, Pembuat mukjizat, Tabib yang ajaib atau Pengabul doa bagi kita? Tuhan Yesus menghendaki untuk kita mengenal Dia lebih intim lagi melalui kebenaran firman-Nya dan menjadi kesaksian iman dalam kehidupan kita. Jikalau kita sungguh-sungguh mengetahui identitas Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka kita akan semakin menyadari bahwa kita lemah dan terbatas, hanya Dialah yang mampu menolong kita dari berbagai kesulitan yang dialami oleh umat-Nya

Mengenal identitas Kristus begitu penting bagi orang percaya karena berkaitan dengan pemahaman imannya selama ini akan sosok Kristus dalam kehidupannya. Dengan pemahaman iman yang benar akan identitas Kristus, maka orang percaya tidak akan gampang terombangambingkan oleh ajaran yang simpang siur yang mengajarkan pribadi Kristus yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. (AH)

Questions:
1. Apakah kita memiliki pengertian benar akan identitas Kristus?
2. Mengapa Yesus sangat berarti bagi kehidupan kita?
Values:
Identitas Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah hal yang harus diketahui oleh setiap orang percaya sebab Dialah Sang Kebenaran Sejati dan Perantara kita kepada Allah Bapa.

ROCK MINISTRY BALI

16 Jan, 06:17


Revisi_Renungan Doa Puasa Daniel Jan 2025.pdf

ROCK MINISTRY BALI

16 Jan, 06:17


Shalom Warga Kerajaan berikut kami berikan Revisi Renungan Doa Puasa Awal Tahun 2025, Mohon dishare ke Grup Komsel, maupun ke Jemaat. Terima kasih GBU😇

ROCK MINISTRY BALI

15 Jan, 23:27


https://youtu.be/w5n0u3vWqm8?si=xWrGm_-p2hJfcoaS

ROCK MINISTRY BALI

15 Jan, 23:25


Thu, Jan 16, 2025

Kingdom Quotes:
Gereja yang tidak memperhatikan dan mempersiapkan generasi adalah gereja yang mati. Pastikan itu bukan gereja Anda!
Bacaan Setahun:
Luk. 13:1-17 ,Kej. 23,Mzm. 16

PERSIAPKAN GENERASI

“Semua orang Lewi yang dicatat oleh Musa dan Harun dengan para pemimpin Israel menurut kaum-kaum yang ada dalam puak-puak mereka, yakni orang-orang yang berumur tiga puluh tahun ke atas sampai yang berumur lima puluh tahun, setiap orang yang wajib melakukan pekerjaan jabatan di Kemah Pertemuan dan pekerjaan pengangkatan barang, jadi mereka yang dicatat, berjumlah delapan ribu lima ratus delapan puluh orang. Sesuai dengan titah Tuhan dengan perantaraan Musa, maka mereka masing-masing

Dari kisah Musa, Harun, dan para pemimpin Isreal pada masa itu kita bisa belajar banyak hal tentang mempersiapkan generasi. Ternyata masalah generasi sangat menarik perhatian Tuhan. Mari perhatikan setiap ayat dalam nats pembacaan kita hari ini, ada dua kali pengulangan kata ‘dicatat’ di situ. Jika sesuatu hal diulang itu berarti sebuah highlight yang membutuhkan perhatian lebih. Dan bukan hanya itu saja, tertulis di situ usia mereka dibagi antara generasi yang usia 30 tahun ke atas dan usia 50 tahun, semua wajib melakukan pekerjaan jabatan di Kemah Pertemuan dan pekerjaan pengangkatan barang sesuai dengan titah Tuhan dengan perantaraan Musa. Ini berarti, Tuhan tidak menghendaki ada generasi yang menganggur alias tidak produktif. Tuhan menghendaki setiap generasi yang dicatat terlibat aktif di dalam Kemah Pertemuan

Kalau kita baca keseluruhan kitab Bilangan 4, maka kita akan menemukan hal yang sama, kata dicatat, kau catat, pencatatan, berulang-ulang dituliskan, bahkan pembagian tugas mereka lebih detail. Hal ini bila diadaptasi sekarang tentu menjadi perhatian kita bersama para pemimpin di gereja. Bukankah setiap minggu kita membuat laporan kehadiran jemaat, baik jemaat umum, maupun jemaat yang hadir di ibadah generasi, baik di ibadah Rocky, Rocket, maupun KGC? Untuk apa? Tentu bukan hanya sekedar laporan absen, tetapi lebih dari pada itu agar kita mengetahui pertumbuhan mereka baik secara kualitas maupun kuantitas. Jika terjadi pertambahan maka kita harus memikirkan what’s next, mempersiapkan mereka, memperlengkapi mereka, dan membangun komunikasi dengan mereka agar ada jembatan untuk mereka bisa mengemban kepercayaan ke next level. Sebaliknya, jika terjadi stagnasi atau penurunan, maka menjadi evaluasi bagi kita para pemimpin untuk memperbaiki, dan meningkatkan pelayanan yang ada dari segala aspek, sehingga ketika siap, kita bisa mengemban tanggung jawab dan mempersiapkan generasi untuk sesuatu yang lebih besar.

Perhatikan statement ini, “Gereja yang tidak memperhatikan dan mempersiapkan generasi adalah gereja yang mati”. Ini sebuah teguran bagi setiap kita, untuk lebih memperhatikan generasi kita, dan memberi mereka ruang untuk bereksplorasi dan mengimplementasikan cinta mereka akan Tuhan sesuai dengan kapasitas mereka masingmasing. Jika Tuhan menyuruh Musa mencatat generasi yang ada pada saat itu, dan memberi mereka tanggung jawab untuk melakukan pekerjaan jabatan di dalam kemah pertemuan, maka hal yang sama hari ini Tuhan berbicara kepada kita para pemimpin. Tidak ada generasi penerus, maka rapor merah bagi para pemimpin di gereja. (LA)

Questions:
1.Mengapa masalah generasi sangat menarik perhatian Tuhan?
2. Apa yang harus dilakukan para pemimpin di gereja untuk mempersiapkan generasi?
Values:
Membangun dan mempersiapkan generasi adalah tanggung jawab kita bersama sebagai satu kesatuan warga Kerajaan Allah. Mari beri hati, mata, telinga, dan tangan kita untuk merangkul para generasi kita

ROCK MINISTRY BALI

14 Jan, 22:32


https://youtu.be/ZENiydmbaEk?si=Raqz0avoQDz0ewB7

ROCK MINISTRY BALI

14 Jan, 21:51


Wed, Jan 15, 2025

Kingdom's Quotes:
Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan tetapi dari kuasa. (1 Korintus 4:20)
Bacaan Setahun:
Kej. 22, Luk. 12:32-59, Mzm. 15

TRUISME (KEBENARAN UMUM)

“Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.” (Lukas 4:32)

Warga Kerajaan yang terkasih, seringkali kita menjumpai tulisan dan mendengar pernyataan-pernyataan yang kebenarannya sudah jelas dan diterima secara umum tanpa perlu diperdebatkan lagi. Misalnya, 'Kejujuran adalah kebijakan terbaik,' atau 'Tindakan berbicara lebih lantang daripada kata-kata.' Kitab Amsal pastinya banyak berisi katakata hikmat yang bersifat 'veritas,' secara universal diterima sebagai suatu kebenaran tanpa perlu didiskusikan lebih jauh, karena memang merupakan kebenaran atau aturan yang fundamental, 'sine qua non' --sehingga tidak perlu diperdebatkan lagi. 'Principium' inilah yang barangkali membangun iman kepala rumah ibadat ketika mendengar Tuhan Yesus berkata, “Jangan takut, percaya saja!” (Markus 5:36).

Tersebutlah dalam suatu kisah tentang tiga saudari tiri yang sedang galau, dalam kemabukan mereka mulai saling berkeluh kesah tentang persoalan hidup yang mereka alami. Salah satu mempertanyakan mengapa orang-orang memperlakukannya tidak baik, padahal sang ayah senantiasa menasihatinya agar selalu bersikap sopan pada orang lain, dan dia sudah melakukannya; saudari yang lain mengeluhkan sang ayah menyuruhnya belajar dan bekerja keras, namun kenapa ia terus saja gagal. Nampaknya pernyataan 'Bekerja keras,' atau 'Bersikap sopan,' tidak membuahkan hasil atau berdampak baik; kenyataan yang mereka dapatkan berbeda dengan yang diharapkan. Adegan tersebut memang cuma fragmen dalam kisah drama rumah tangga di sebuah film, sedangkan Firman Tuhan tentu saja lebih dari sekadar 'principium' tersebut; tetapi mungkin beberapa orang pernah mengalaminya ketika mereka merasa sudah berusaha menjadi pelaku Firman bukan hanya pendengar saja (Yakobus 1:22); namun dampak, pengaruh atau pun perubahan yang dihasilkan masih jauh dari signifikan.

Persiapan apa lagi yang harus dilakukan agar perkataan kebenaran itu memiliki kuasa transformasi? Yang terutama, kita memerlukan iluminasi dan penyertaan Roh Kudus agar perkataan Firman benar-benar memiliki kuasa, 'exousia,' seperti perkataan Tuhan Yesus yang memiliki otoritas. Tanpa kuasa Roh Kudus, meskipun bahan kotbah sudah dipersiapkan dengan bantuan akal imitasi (AI) canggih dan disampaikan sesuai teori homiletika (ilmu berkotbah), ternyata masih belum memiliki kuasa yang mengubahkan diri dan menjadi berkat bagi orang lain; sebaliknya berpotensi menjadi sekadar paparan materi belaka. Yang kedua, perkataan Firman tentu akan lebih berdaya-hasil ketika kita sendiri menghidupi dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari tanpa perlu pengulangan yang melelahkan, sehingga memampukan kita mempersiapkan jalan raya bagi Allah (Yesaya 40:3) lewat berbenah diri menjadi lebih serupa Kristus ketika menyambut kedatangan-Nya. (YL)

Questions:
1. Mengapa pernyataan kebenaran tidak selalu efektif memberikan pengaruh dan perubahan pada diri seseorang?
2. Apa yang membuat orang-orang Kapernaum di Galilea begitu takjub mendengar pengajaran Tuhan Yesus?
Values:
Perkataan kebenaran yang disampaikan dengan kuasa Roh Kudus memberikan dampak dan perubahan signifikan

ROCK MINISTRY BALI

13 Jan, 22:24


https://youtu.be/t4P4YpAqT8c?si=vVVp1je6GBgRPRrZ

ROCK MINISTRY BALI

13 Jan, 22:24


Tue, Jan 14, 2025

Kingdom's Quotes:
Bacaan Setahun: Luk. 12:1-31Ketika seorang bisa berbahagia saat ujian kehidupan datang, berarti ia tahu tujuan hidupnya
Bacaan Setahun:
Luk. 12:1-31, Kej. 21, Mzm. 14

BERBAHAGIA DALAM BERBAGAI PENCOBAAN

“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.” (Yakobus 1:2-4)

Pernyataan, “Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh ke dalam berbagai- bagai pencobaan”, tidak lazim bagi harapan kita, bagaimana mungkin kita ‘berbahagia dalam pencobaan'? Namun mengherankan, Rasul Yakobus mengawali surat pastoralnya dengan nasehat ini. Mengapakah kita diminta berbahagia saat menghadapi pencobaan? Pencobaan sebenarnya terjadi karena kesalahan kita sendiri yaitu karena sifat manusiawi lama yang egois dan duniawi. Itu sebabnya pencobaan terjadi sebagai sarana penyempurnaan karakter duniawi kita menjadi karakter illahi.

Ternyata pencobaan adalah ujian iman, karena memang ketika kita menjadi Kristen, kita tidak otomatis sempurna secara karakter, masih bercokol sifat manusia lama kita yang harus terus menerus dipaksa untuk kita rubah. Pengalaman penderitaan di dalam melewati berbagai pencobaan adalah ujian iman kita, dan hampir semua murid tak suka ujian tapi suka lulus dan dapat nilai yang baik

Seperti halnya di dalam proses belajar adalah wajar mengalami ´proses salah', karena tanpa melakukan kesalahan maka kita tidak paham mana yang benar dan mana yang lebih baik dan mana yang sempurna. Yang sangat perlu disadari adalah jangan sampai kita menjadi bebal yaitu melakukan kesalahan yang berulang yang makin parah tanpa ada perbaikan. Memang di dalam dunia pendidikan ada anak yang karena tidak belajar jadi tinggal kelas alias tidak naik kelas, tetapi ada juga yang lompat naik kelas karena lebih cepat belajar dan siap menghadapi ujian yang lebih berat dari seharusnya.

Demikian juga di dalam kehidupan rohani, ketekunan dan buah yang matang yaitu karakter yang dewasa dihasilkan karena kesediaan dan kesiapan di dalam proses belajar yang terus menerus. Hanya kita yang mau tekun dan rajin belajar dan mau berubah untuk lebih baik yang akan menjadi sempurna dan tidak kekurangan suatu apapun. Tidak kekurangan suatu apapun yang dimaksud seperti ayat bacaan hari ini, bukan berbicara material, tetapi rasa cukup dan puas di sini berbicara hal spiritual di mana kita telah selesai dengan diri sendiri sehingga hidup kita siap untuk melayani orang lain.

Jadi kesiapan hati kita menerima pencobaan sebagai sarana pembelajaran sangat menentukan kecepatan kita lulus di dalam ujian kehidupan bahkan lulus dengan nilai sempurna. Baru kemudian melalui hidup kita akan muncul kerelaan yaitu sifat kasih illahi yang adalah sifat Kristus untuk menjadikan kita sumber berkat bagi banyak orang. Anda setuju? (DD)

Questions:
1. Bisakah kita berbahagia saat menghadapi pencobaan?
2. Mengapa kita harus berbahagia? Apa alasannya? Diskusikan!
Values:
Di dalam budaya Kerajaan, kebahagiaan sesungguhnya bukan tidak kekurangan secara materi tapi kedewasaan rohani sehingga merasa sejahtera secara jiwa dan rohani.

ROCK MINISTRY BALI

10 Jan, 21:09


Sat, Jan 11, 2025

Kingdom's Quotes:
All it takes for evil to succeed is for good people to do nothing. - Edmund Burke
(Kesuksesan kejahatan jadi mudah tercapai saat orang yang baik tidak melakukan apapun).
Bacaan Setahun:
Luk. 10:21-42 ,Kej. 18, Mzm. 11

YUK BERONTAK!!

“Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,” (2 Tesalonika 2:3)

Bacaan hari ini relevan untuk generasi muda. Jika anda berasal dari generasi sebelumnya, saya berharap diskusi hari ini bisa membuat anda lebih semangat lagi memengaruhi generasi penerus kita. Untuk Gen Z dan Alpha, ingatlah bahwa sekeliling kalian sangat membutuhkan Yesus lewat kalian. Memenangkan mereka untuk Kristus tidak selalu harus dimulai dengan ajakan untuk percaya atau ke gereja. Gaya hidup kitalah yang harus menjadi teladan sehingga mereka jadi ingin mengikuti Tuhan yang kita sembah.

Kebanyakan dari kita mendengarkan firman pada hari-hari tertentu saja. Kalaupun setiap hari, hanya beberapa menit saja. Selebihnya, kita lebih banyak dengar dari dunia, apalagi dengan trend FOMO (Fear of Missing Out). Kita jadi rentan terbawa arus (drifting). Jika anda berpikir untuk menjauh dari Tuhan itu harus berupa tindakan drastis, coba pikirkan lagi! Drifting bahkan tidak memerlukan usaha sama sekali. Seperti kapal yang hanyut mengikuti arus. Kemanakah arus ini? Suara dan isu apa yang paling keras menyerang generasi kita? Kita harus pasang kuat-kuat jangkar kita. Nyalakan mesin, dan mendayunglah sekuat tenaga. Itu saja mungkin hanya bisa bertahan di tempat. Untuk maju butuh usaha bahkan lebih keras.

Spoil your tongue, spoil yourself because you deserve it (manjakan lidahmu, manjakan dirimu, karena kamu layak). Sebenarnya, kenapa kita pantas mendapatkannya, ya? Apa yang telah kita lakukan untuk pantas mendapatkannya? Beranilah menginterogasi diri sendiri. Sebenarnya kata “spoil” harusnya membunyikan alarm, karena artinya “merusak”. “Yang penting makanan itu enak, cepat dan keren”. Sedap di lidah dan dipandang dan (mungkin) murah. Kok bisa murah? Dengan segala zat tambahan, lezat itu mudah, tapi nutrisinya belum tentu. “Hidup jangan kayak orang susah, kerja terus nanti sakit; yuk healing aja”. Mendapatkan hiburan dan kepuasan bisa cepat dan instan dalam genggaman tanganmu (ponsel), entah itu medsos atau naik level dalam game. “Cintai dirimu bagaimanapun keadaanmu” (sekalipun tidak sehat dan dalam dosa). Ketika akhirnya penyakit gaya hidup mendatangi dan kita kekurangan skill maupun sumber daya untuk melunasi pengobatan karena kita telah membuang waktu, energi, dan bahkan uang untuk kesenangan di atas, apa yang terjadi?

Jadi sadarlah dari kebohongan yang ditawarkan dunia. Remaja, kalian ingin berontak? Sekaranglah waktunya! Berontaklah terhadap suara-suara terkeras di dunia yang mengajak kita mengikuti narasi mereka. Ide bahwa perdamaian dunia dan utopia; yang termasuk di dalamnya ideologi LGBTQ, planned parenthood dan one-world religion adalah yang terbaik bagi semua orang, itu SESAT!!! Perdamaian dunia dan utopia tidak akan pernah terjadi sampai saat Yesus kembali memerintah. SELAIN Yesus, itu adalah anti-Kristus. Tidak ada alasan yang lebih baik untuk berontak daripada untuk Dia yang telah memberikan segalaNya untuk kita. (SO)

Questions:
1. Dari contoh tawaran dunia, kira-kira yang manakah yang anda paling rentan? Apa strategi yang anda akan siapkan melawannya?
2. Dari contoh tawaran tersebut, apa saja kira-kira yang dicuri, dihancurkan dan dibunuh?
Values:
Pikirkan baik-baik siapa yang diuntungkan saat anda memutuskan sesuatu.

ROCK MINISTRY BALI

10 Jan, 01:25


Shalom Warga Kerajaan Allah, Kingdom Celebration (Onsite Service) 12 Januari 2025 diadakan dalam 3 kali ibadah (pukul 07.00, 10.00 dan 17.00 Wita)

Minggu ini kita akan dilayani oleh Pdt. Wigand Sugandi untuk ibadah pukul 07.00 Wita

Sedang untuk ibadah pukul 10.00 & 17.00 Wita akan dilayani oleh Dr. Frans Pantan

Harap datang lebih awal/sebelum ibadah dimulai agar anda bisa mengikuti ibadah dengan lebih nyaman

Sampai jumpa hari minggu nanti.

#KingdomCelebration #ROCKMinistry #GBIROCK #OnsiteService #TheYearOfPreparation

ROCK MINISTRY BALI

10 Jan, 01:07


https://youtu.be/3gdMCXIHyiM?si=3iFHXIMk54YxtGRA

ROCK MINISTRY BALI

10 Jan, 01:07


Fri, Jan 10, 2025

Kingdom's Quotes:
Berdamai adalah keputusan kita, lakukan itu maka kita akan menjadi agen perubahan.
Bacaan Setahun:
Kej. 17 ,Mzm. 10, Luk. 10:1-20

HIDUP DALAM PERDAMAIAN

“Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!“ (Roma 12:18)

Ketika dunia terasa semakin keras dan kejam, dan selagi isi berbagai berita membuat kita kian takut, penuh dengan berita yang membuat kita banyak bertanya, akan dibawa ke mana bangsa ini, jelaslah bahwa hidup dalam kasih dan damai adalah dambaan kita semua. Namun, kita semua tahu untuk menuju hidup dalam perdamaian, dibutuhkan kasih yang tulus dan sejati. Karena itu nasihat Paulus kepada warga jemaat di Roma dalam nats kita hari ini sungguh relevan.

DAMAI mengandung arti sebuah PANGGILAN untuk hidup dalam kasih dan harmoni, menjauhi konflik yang tidak perlu dan berusaha untuk memelihara hubungan yang sehat dengan sesama manusia. Damai adalah kehidupan yang harus diusahakan oleh pengikut Kristus: jangan membalas dendam, tetapi harus melakukan kebaikan pada orang-orang yang jahat terhadap kita.

Sebagai orang percaya, seharusnya kita bisa membendung semua emosi, kemarahan yang timbul dalam hati kita. Demikianlah kita harus menjadi terang dan teladan bagi sesama, sehingga kita bisa memancarkan kasih Kristus kepada semua orang. Kitab Yakobus mengatakan, ”Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?” (Yakobus 4:1)

Salomo memberi perumpamaan, “Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; jadi undurlah sebelum perbantahan mulai.” (Amsal 17:14) Bukankah sering pertengkaran dimulai dari perselisihan kecil? Ketika kita membiarkannya terus berlangsung maka suatu saat kita tidak akan mampu mengendalikannya. Jika perselisihan ini sudah menjadi besar dan tidak bisa dikendalikan, maka yang ada adalah pertengkaran dan permusuhan yang berlarut-larut. Demikian juga kehidupan kita, baik itu di lingkungan rumah, di market place maupun di gereja, jika pertengkaran masih terjadi, maka tidak ada kedamaian dalam hidup kita. Tentu saja tidak seorang pun berniat melakukan pertengkaran, sebab pertengkaran dapat membawa panas hati, sakit hati, dendam, merugikan diri sendiri.

Hari ini kita diingatkan untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan pengampunan, toleransi dan pemahaman tehadap orang lain. Dengan sikap dewasa iman, kita dimampukan Tuhan bukan membuat konflik, sebaliknya menjadi alat pendamai dari Allah bagi sesama. Berdamai adalah keputusan kita, lakukan itu maka kamu akan menjadi agen perubahan. (AU)

Questions:
1. Apakah Anda masih merasakan hidup damai akhir-akhir ini? Mengapa?
2. Bagaimana hidup damai menurut pemikiran Anda?
Values:
Setiap warga Kerajaan seharusnya menjadi pelopor perdamaian bagi sekitarnya.

ROCK MINISTRY BALI

10 Jan, 01:06


IBADAH DOA dan BERPUASA (via ZOOM) bersama Pdt. Thomas Tanudharma

Mari bersama kami mengambil agar waktu khusus untuk berdoa, berpuasa dan bersatu hati dalam Ibadah Doa dan Berpuasa

Sabtu, 11 Januari 2025
Pukul 05.00 wib / 06.00 wita / 07.00 wit (open room 05.45 wita).

Link ZOOM : https://bit.ly/imf-prayer

( https://us02web.zoom.us/j/85863649676?pwd=Y1Y4NytSZnVnd01rRzgzOW5zQUpidz09)

Meeting ID: 858 6364 9676
Passcode: prayer


See you saturday morning.
Jesus Bless You

ROCK MINISTRY BALI

09 Jan, 02:05


https://youtu.be/a4BceI5PIeM

ROCK MINISTRY BALI

08 Jan, 22:11


Thu, Jan 9, 2025

Kingdom's Quotes:
Di dalam dunia kerja ada istilah waktu adalah uang, namun waktu sebenarnya tak bisa dibeli dengan uang, artinya waktu lebih berharga dari apapun.
Bacaan Setahun:
Luk. 9:28-62, Kej. 16, Mzm. 9

BUDAYA TEPAT WAKTU

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.” (Pengkotbah 3:1)

Culture atau budaya adalah cara hidup (the way of life) masyarakat. Budaya terbentuk dalam waktu yang lama dan bukan seketika. Budaya sebuah bangsa terbentuk karena kultus atau penyembahan atau agama. Dalam masa modern budaya yang baru bisa dibentuk dan dipraktekkan dalam sebuah perusahaan atau institusi. Sebagai contoh, budaya KAIZEN adalah prinsip di Jepang yang sangat menekankan pentingnya tepat waktu atau sesuai jadwal dalam bekerja. KAIZEN termasuk prinsip kerja yang kuat dan dipegang teguh oleh masyarakat Jepang. Budaya tepat waktu dapat mengoptimalkan biaya di dalam proses produksi ataupun jasa di sebuah perusahaan.

Di Indonesia budaya tepat waktu tidak secara kuat dipraktekkan sehingga muncul istilah 'jam karet'. Bahkan untuk hadir dikebaktian Gereja banyak jemaat datang terlambat. Dan seringkali walau terlambat tidaklah merasa bersalah. Sehingga muncul lagi istilah 'lebih baik terlambat daripada tidak hadir'. Budaya permisif atau mudah memaklumi dan mudah memaafkan yang ada di masyarakat berakibat terlambat bukanlah masalah yang besar. Itu sebabnya budaya KAIZEN seharusnya dipraktekkan di Gereja, dan itu bisa dimulai dari para pemimpin dan para pelayan Tuhan di Gereja. Walau tidak digaji para pelayan Tuhan harusnya datang lebih awal.

Di dalam Kitab pengkotbah memang ditulis ´Untuk apapun dibawah kolong langit ada waktunya' yang sering diartikan bahwa kita tidak berkuasa mengatur waktu di dalam kehidupan kita. Atau hidup kita tergantung penuh pada nasib. Ada istilah dalam bahasa jawa 'nrima ing pandum' yang artinya kita pasif dan menerima apa saja yang terjadi. Rupanya prinsip menerima nasib inilah yang mempengaruhi budaya kerja termasuk juga di dalam menyikapi memakai waktu yang telah diberikan Tuhan. Peribahasa Jawa ´alon-alon waton kelakon´ yang artinya lambat asal terlaksana adalah bukti bahwa kita lemah dalam management waktu.

Sekarang perlukah kita merubah 'kesadaran budaya lama' yang lambat asal selamat dengan 'kesadaran budaya baru' yaitu budaya tepat waktu dan juga kerja cepat dan efektif? Karena walau tidak berkuasa atas lamanya kita hidup, namun kita tetap bertanggung jawab untuk mengatur dan mengefektifkan jatah waktu yang ada. Hanya Anda yang berhak menjawab. (DD)

Questions:
1. Apakah Anda termasuk orang yang terbiasa terlambat?
2. Apakah Anda berniat berubah? Mungkinkah anda bisa berubah? Bagaimana caranya?
Values:
Sang Raja adalah Raja atas semesta, namun saat ada di dunia Ia terikat ruang dan waktu.

ROCK MINISTRY BALI

07 Jan, 22:16


https://youtu.be/Ga-IZ9XZtSg?si=M4BD9l-QFgRWOjDf

ROCK MINISTRY BALI

07 Jan, 22:15


Wed, Jan 8, 2025

Kingdom's Quotes:
Iblis berusaha mencuri dan membinasakan generasi dengan trust issue, namun kita membangun generasi dengan membangkitkan rasa percaya diri dan memberi mereka kepercayaan.
Bacaan Setahun:
Luk. 9:1-27 ,Kej. 15 ,Mzm. 8

TRUST ISSUE

“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan bersandar kepada pengertiamnu sendiri.” (Amsal 3:5)

Trust Issue adalah istilah yang menggambarkan kondisi ketika seseorang memiliki rasa sulit percaya kepada orang lain. Kondisi ini bisa berdampak negatif pada hubungan, produktivitas, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Beberapa ciri-ciri seseorang yang mengalami trust issue adalah: merasa akan dikhianati tanpa alasan, tidak bisa memaklumi kesalahan yang tidak disengaja, selalu mengasumsikan kemungkinan terburuk dan mudah cemburu. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan trust issue adalah: trauma, hubungan yang kurang baik dengan orang terdekat, kondisi obssesive compulsive disorder (OCD), dan penyalahgunaan kepercayaan.

Kitab Amsal memberikan solusi alkitabiah bagi kita untuk menangani masalah trust issue ini. Dan memang apa pun masalah yang terjadi, untuk mencari solusi terbaik, kita harus kembali kepada Firman Tuhan. Ada dua hal penting yang tertulis dari ayat pembuka dalam renungan pagi hari ini. Pertama, Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu. Dan yang kedua, Janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Ternyata masalah trust issue sudah ada jauh sebelumnya, dan saya percaya apa yang tertulis di dalam kitab Amsal adalah sebuah solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Karena trust issue menyangkut masalah ‘sulit percaya’, maka hal pertama yang harus kita lakukan untuk dipulihkan adalah menaruh kepercayaanmu hanya kepada TUHAN sebagai satu-satunya pribadi yang bisa dipercaya. Di dalam Tuhan terdapat seluruh kebenaran, tidak ada kebohongan, tidak ada manipulasi, Anda bisa 100% percaya kepadaNya. Itulah sebabnya mengapa kita harus kembali kepada firman Tuhan untuk mencari solusi atas masalah yang kita hadapi. Yang kedua adalah jangan pernah memakai pikiranmu sendiri atau berasumsi, ketika Anda sedang krisis kepercayaan. Pikiran kita ini liar, bisa kemana-mana kalau kita tidak bisa mengontrolnya. Orang yang mengalami trust issue, dipenuhi kecemasan, tentu tidak dapat berpikir dengan akal sehat, itulah sebabnya jangan pernah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Anda perlu ditolong oleh seorang konselor atau pembina rohani yang akan membimbing dan mengarahkan hidupmu sesuai Firman Tuhan.

Mari setiap kita para orang tua, para pendidik, para pembina rohani, dan para pemuka agama, lebih memperhatikan generasi kita. Mereka perlu pendampingan kita sebagai orangorang yang bisa dipercaya. Pada akhirnya ‘rumah’ adalah tempat yang paling aman untuk mereka kembali dan dipulihkan. (LA)

Questions:
1. Apakah arti dari trust issue?
2.Bagaimana cara mengatasi trust issue menurut Firman Tuhan?
Values:
Kasih, kebenaran, dan integritas adalah perisai yang paling ampuh untuk melawan trust issue.

ROCK MINISTRY BALI

07 Jan, 03:43


[updated info]

Shalom Warga Kerajaan Allah,

Mari bersukacita bersama dalam KOMSEL GATHERING & BALI BLESSING Special Awal Tahun bersama Pdt. Timotius Arifin

Rabu, 08 Januari 2025,
Menorah Hall - LEMBAH PUJIAN
Pukul 18.30 WITA

Notes :
- Seluruh Komsel digabungkan ke acara ini (termasuk komsel di Satelit - Satelit)
- Free, Tanpa Pendaftaran, langsung hadir

Ajak semua teman, rekan dan anggota komsel anda bersama-sama untuk menyembah & memuji Tuhan dalam KOMSEL GATHERING & Bali Blessing Special Awal Tahun..

Rejoice and see you there - GBU

ROCK MINISTRY BALI

06 Jan, 22:39


https://youtu.be/qmRLf6DyInI?si=xF3_VkeuuNzOKMQ8

ROCK MINISTRY BALI

06 Jan, 22:37


Tue, Jan 7, 2025

Kingdom's Quotes:
Orang benar mempercayakan seluruh rencananya kepada Tuhan.
Bacaan Setahun:
Luk. 8:26-56, Kej. 13:1-14:24, Mzm. 7

TUHAN MENETAPKAN LANGKAH-LANGKAH ORANG BENAR

“TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.” (Mazmur 37:23-24 - TB)

Di awal tahun bulan pertama 2025 ini mungkin kita memiliki banyak rencana. Dalam berjalannya waktu, terkadang rencana yang sudah kita susun tiba-tiba mengalami seperti jalan buntu. Semua menjadi berantakan dan tidak lagi sesuai rencana. Bahkan kita tidak tahu darimana harus memulai rencana tersebut. Semua rencana sepertinya tidak lagi memiliki tujuan yang jelas. Kita mungkin mulai bingung, apa yang harus kita lakukan? Sepertinya semua rencana yang kita buat mengalami kegagalan.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan, apapun rencana kita dalam tahun ini mari kita bawa dalam doa dan serahkanlah kepada Tuhan. Bertanyalah kepada Tuhan, apakah rencana kita sesuai dengan kehendak-Nya. Manusia boleh berencana tapi ingat Tuhan Maha Tahu, yang menentukan segala yang terbaik buat kita. Lalu jika demikian apakah kita tidak perlu membuat rencana dalam hidup kita? Firman Tuhan di dalam Lukas 14:28 mengatakan “Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?” Dari ayat ini kita tahu bahwa orang benar harus membuat rencana hidup. Bahkan perencanaan yang dibuat itu justru harus dengan pertimbangan yang teliti

Mazmur 37:23 tertulis “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya.” Mari kita belajar menetapkan hati kita untuk lebih lagi menaati Firman Tuhan dan percaya bahwa Tuhan akan menuntun setiap langkah-langkah hidup kita. Kita percaya Mazmur 37:24 yang berkata “apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.” Kalaupun kita mengalami jatuh, TUHAN tidak akan membiarkan kita. Dia akan menopang tangan kita untuk bangkit. Mungkin kita mengalami situasi yang terpuruk, namun janji Tuhan dalam Yesaya 42:3 yaitu “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.”

Tuhan itu setia. Kita tidak dibiarkan sendirian. Mari kita melangkah tahun ini dengan iman yang tertuju kepada Tuhan. Apapun rencana kita, serahkan kepada Tuhan. Tugas kita hanyalah melakukan yang terbaik seturut kehendak-Nya. (RJ)

Questions:
1. Apa rencana kita dalam tahun 2025 ini? Apakah rencana kita sesuai kehendak Tuhan?
2. Bagaimana sikap kita apabila rencana yang kita buat mengalami kegagalan?
Values:
Tuhan menetapkan langkahlangkah orang benar yang hidupnya berkenan kepada-Nya.

ROCK MINISTRY BALI

06 Jan, 07:03


[updated info]

Shalom Warga Kerajaan Allah,

Mari bersukacita bersama dalam KOMSEL GATHERING & BALI BLESSING Special Awal Tahun bersama Pdt. Timotius Arifin

Rabu, 08 Januari 2025, di Menorah Hall - LEMBAH PUJIAN
Pukul 18.30 WITA

Notes :
- Seluruh Komsel digabungkan ke acara ini (termasuk komsel di Satelit - Satelit)
- Free, Tanpa Pendaftaran, langsung hadir

Ajak semua teman, rekan dan anggota komsel anda bersama-sama untuk menyembah & memuji Tuhan dalam KOMSEL GATHERING & Bali Blessing Special Awal Tahun..

Rejoice and see you there - GBU

ROCK MINISTRY BALI

05 Jan, 22:31


https://youtu.be/1YFeGdPNpC8?si=4UGM75zSMDcUXjFT

ROCK MINISTRY BALI

05 Jan, 22:31


https://youtu.be/nWukE_T1jyE?si=m_l8UaQIJw8oBXLv

ROCK MINISTRY BALI

05 Jan, 22:30


Mon, Jan 6, 2025

Kingdom's Quotes:
Bijaksana bukan berarti menyerah, tetapi tahu kapan harus berbicara dan kapan harus berdoa.
Bacaan Setahun:
Luk. 8:1-25 , Mzm. 6 , Kej. 12

BIJAK DALAM MEMBAGIKAN KEBENARAN

"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu." (Matius 7:6)

Ayat ini mengandung pesan penting tentang kebijaksanaan dalam membagikan kebenaran Injil. Dalam budaya Yahudi, istilah "barang yang kudus" sering merujuk pada sesuatu yang dipersembahkan dalam ibadah. Dalam konteks ini, hal tersebut melambangkan segala sesuatu yang berharga secara rohani: nasihat, ajaran, atau doktrin Injil. Sementara itu, "mutiara" melambangkan kebenaran yang sangat berharga, yaitu firman Tuhan (Mat. 13:45-46).

Namun, Yesus memberikan peringatan untuk tidak memberikan "barang yang kudus" kepada "anjing" atau melemparkan "mutiara" kepada "babi”. Anjing dan babi di sini menggambarkan orang-orang yang dengan sengaja menolak, menghina, atau meremehkan kebenaran firman Tuhan. Dalam Filipi 3:2, Paulus memperingatkan untuk berhati-hati terhadap "anjing”, yaitu orang yang memutarbalikkan kebenaran. Sementara itu, Petrus menggambarkan orang-orang yang hidup dalam kenajisan dan kembali kepada kehidupan lama sebagai babi yang kembali ke kubangannya (2 Pet. 2:22).

Apa artinya ini bagi kita? Tuhan memanggil kita untuk membagikan Injil kepada semua orang, tetapi Dia juga mengingatkan agar kita bijak. Tidak semua orang siap menerima kebenaran. Beberapa mungkin menentangnya dengan keras atau bahkan memanfaatkan kebenaran untuk menyerang kita. Kita dipanggil untuk berdoa memohon hikmat, memahami kondisi hati seseorang, dan menentukan waktu yang tepat untuk membagikan kebenaran

Ini bukan berarti kita menyerah pada mereka yang sulit. Sebaliknya, kita dipanggil untuk tetap berdoa bagi mereka dan menunjukkan kasih Kristus dalam tindakan kita. Dalam menghadapi pengajar palsu atau bidat yang menentang kebenaran Injil, seperti yang disebutkan dalam 2 Petrus 2, kita harus waspada agar tidak terjebak dalam diskusi yang sia-sia. Fokus kita adalah pada mereka yang mau mendengar dan menghargai kebenaran

Yesus sendiri menunjukkan contoh ini. Dia tidak memaksakan kebenaran kepada mereka yang hatinya keras, tetapi dengan sabar mengajarkan kepada mereka yang haus akan firman Tuhan. Tugas kita adalah meneladani Dia: bijak, penuh kasih, tetapi tetap tegas dalam menjaga integritas kebenaran firman Tuhan.

Mari kita menjadi pelayan Injil yang bijaksana, yang tahu kapan dan bagaimana membagikan kebenaran, sehingga nama Tuhan dimuliakan dalam segala hal. (DH)

Questions:
1. Apakah Anda bijaksana dalam membagikan kebenaran Injil, atau sering terjebak dalam perdebatan yang tidak membangun?
2. Bagaimana kita dapat membedakan seseorang yang siap menerima firman Tuhan dan seseorang yang menolaknya?
Values:
Kebenaran Injil adalah mutiara berharga—berikan kepada mereka yang siap menerima, bukan kepada yang ingin menghancurkannya.

ROCK MINISTRY BALI

03 Jan, 23:59


Sat, Jan 4, 2025

Kingdom's Quotes:
Orang percaya menjadi relevan ketika ia tidak menjadi serupa dengan dunia namun tetap bisa diterima oleh dunia.
Bacaan Setahun:
Luk. 7:1-17, Kej. 8-10, Mzm. 4

TETAP RELEVAN

“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” (Galatia 5:22-23)

Kehadiran anggota baru dalam suatu komunitas sosial umumnya disambut dengan hangat oleh para anggota yang lain; demikian juga apabila salah seorang anggota yang sudah cukup lama tidak muncul, kemudian terdengar kembali cuitannya, maka banyak rekan berkomentar, mungkin dengan menggunakan buzzword 'ge el ge er' (kata-kata gaul), maka suasana chat pun makin ramai karena memang benar 'gak ada lu, gak rame.' Ungkapan tersebut biasanya sudah diterima begitu saja tanpa mempertanyakan asal kata, makna konotatif, denotatif maupun konteks pragmatiknya; yang penting kata-kata tersebut relevan dan bisa mencairkan suasana sehingga percakapan akrab pun berlanjut

Kata 'relevan' ternyata menjadi salah satu point of view penting dalam momen pemulihan hubungan antar anggota tubuh gereja saat orang percaya mempersiapkan jalan raya lurus bagi Allah (Yesaya 40:3). Seorang hamba Tuhan mengutip survei National Churches Trust bahwa lebih dari 3.500 gereja di Inggris ditutup dalam satu dekade terakhir; sementara jumlah warga tak punya agama melonjak signifikan. Di samping kurangnya dana perbaikan gedung, gereja tidak lagi dianggap relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup masa kini. Jika 'relevan' didefinisikan tidak menjadi serupa dengan dunia (Roma 12:2), namun tetap bisa diterima oleh dunia; maka buah Roh dalam ayat bacaan hari ini harus benar-benar tampak dalam tubuh gereja sehingga mampu menjawab kebutuhan manusia zaman now.

Orang percaya sejati tetap memancarkan kasih Kristus sebagai budaya Kerajaan yang mampu merestorasi hubungan ketika kedurhakaan bertambah dan kasih kebanyakan orang menjadi dingin (Matius 24:12). Bahkan ketika masa yang sukar berbahaya, 'chalepos,' datang (2 Timotius 3:1), sukacita dan damai sejahtera Allah mengalahkan kesedihan dan kekuatiran; kesabaran dan kemurahan dari Roh Kudus melenyapkan kegarangan dan ketidakpedulian manusia akhir zaman

Menanggapi suara yang berseru-seru mempersiapkan jalan untuk Tuhan, gereja harus berjuang mempersiapkan umat yang layak dan dewasa sebagai mempelai Kristus. Karena itu, orang percaya sebagai ekklesia perlu senantiasa relevan dengan isu kontemporer, membangun inklusivitas, menunjukkan belas kasihan dan kepedulian, terbuka terhadap perubahan dan kemajuan teknologi; pada saat yang sama tetap berakar pada nilai-nilai dan budaya Kerajaan yang terangkum dalam LIGHT (Love - Integrity - Grace - Humility - Truth) values dan buah Roh. (YL)

Questions:
1. Mengapa relevansi gereja terhadap dunia penting?
2. Apakah hubungan gereja yang relevan dengan seruan mempersiapkan jalan raya lurus bagi Allah?
Values:
Gereja yang menghasilkan buah Roh memiliki peran krusial dalam kehidupan masyarakat modern.

ROCK MINISTRY BALI

03 Jan, 15:23


Fri, Jan 3, 2025

Kingdom's Quotes :
Tuhan menuntut kita untuk membereskan hati sebelum berdoa karena Dia tidak mau ada sampah di dalam hadirat-Nya
Bacaan Setahun:
Luk. 6:27-49 , Kej. 6:1-7:24 , Mzm. 3

PEMULIHAN HUBUNGAN

“Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.“ (Markus 11:25)

Welcome Januari 2025! Mengawali tahun ini alangkah baiknya jika kita melakukan pemulihan hubungan, baik itu dengan Tuhan, dengan diri sendri maupun dengan orang lain. Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah!“ (Markus 11:22) Itulah perkataan Yesus ketika Petrus seolah takjub melihat pohon ara yang mati akibat kutukan Yesus. Pohon ara itu memang jadi kering sampai ke akar-akarnya (Markus 11:20), padahal sebelumnya Yesus hanya berkata bahwa pohon itu tidak akan berbuah lagi. Tampaknya Yesus memang menginginkan, jika pohon itu tidak berdaun juga supaya tidak mengelabui orang.

Pohon ara itu merupakan gambaran orang percaya, yang tidak lagi menghasilkan buah dalam kehidupan persekutuan mereka dengan Allah. Mereka memang masih melakukan ibadah, tetapi hanya ritual saja, jadi bersifat kosong, kering dan tak bermakna. Atau dengan kata lain, munafik! Di dalam kondisi demikian hanya Allah saja yang dapat menjadi sumber perubahan, meskipun perubahan itu seperti upaya memindahkan gunung.

Martin Luther, salah seorang tokoh reformasi, mengatakan bahwa salah satu pekerjaan orang Kristen adalah berdoa. Pada umumnya orang beranggapan bahwa berdoa merupakan hal gampang, tinggal ‘ngomong doang’. Namun untuk memahami dan menyelaraskan doa kita sesuai kehendak Allah sesungguhnya sulit. Sebab ego manusia sering kali mendahulukan apa yang diinginkannya.

Tuhan Yesus menjamin bahwa doa dan permohonan orang beriman akan dijawab oleh Allah. Oleh karena itu, doa kita haruslah berdasarkan iman kepada-Nya saja. Dan juga mestinya berdasar pengakuan bahwa tanpa belas kasih-Nya kita tidak mampu mengatasi semua masalah yang menimpa hidup kita. “Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16). Kita tidak perlu ragu menaikkan permohonan kepada Tuhan Yesus dalam doa.

Hal terpenting yang juga dilakukan dalam doa adalah belajar untuk mengampuni setiap orang yang menyakiti kita. Dan kita hanya mungkin berharap pengampunan Tuhan jika telah berupaya mengampuni orang lain. Dalam hal ini, kerendahan hati kita merupakan dasar utamanya.

Maka ingatlah bahwa berdoa secara efektif perlu dilandaskan pada iman kepada Allah, bukan kepada obyek doa kita. Dan sebelum berdoa ingatlah dulu, apakah kita masih punya ganjalan dengan orang lain di sekitar kita. Jika masih ada, bereskan dulu barulah datang kepada Allah. Anda setuju? (AU)

Questions:
1. Apakah anda masih menjaga persekutuan dengan Allah dan manusia? Bagaimana caranya?
2. Mengapa kita harus membereskan ganjalan di hati terlebih dahulu sebelum menghadap Tuhan? Diskusikan!
Values:
Sebagai seorang warga Kerajaan, hal terpenting yang harus dilakukan dalam doa adalah mengampuni setiap orang yang menyakiti kita.

ROCK MINISTRY BALI

03 Jan, 02:59


IBADAH DOA PUASA bersama Pdt. Timotius Arifin Tedjasukmana

(Onsite Service)

Mari bersama kami mengambil waktu khusus untuk berdoa, berpuasa dan bersatu hati dalam Ibadah Doa dan Berpuasa

Sabtu, 04 Januari 2025
pukul 06.00 Wita
Ruang Omega – Lembah Pujian


See you saturday morning.
Jesus Bless You
__

You may LIKE – COMMENTS - & SUBSCRIBE
https://www.youtube.com/@RockMinistryTV

ROCK MINISTRY BALI

02 Jan, 07:01


Bergabunglah dalam Rencana Bacaan Tahunan di YouVersion dan jadikan Tahun 2025 menjadi tahun Persiapan. Luangkan beberapa menit setiap hari untuk membaca Firman Tuhan, membangun iman, dan bersiap menerima rencana besar Tuhan dalam hidup Saudara.

Download aplikasi melalui link berikut:
Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.sirma.mobile.bible.android
Apple: https://apps.apple.com/us/app/bible/id282935706

Kemudian klik link berikut untuk bergabung dalam rencana bacaan http://bible.com/r/DwJ dan jadikan tahun 2025 ini sebagai tahun di mana Saudara siap menerima yang terbaik dari Tuhan!

ROCK MINISTRY BALI

02 Jan, 06:21


https://youtu.be/fSB76_GzETI

ROCK MINISTRY BALI

02 Jan, 06:20


Thu, Jan 2, 2025

Kingdom's Quotes:
Orang yang selamat adalah mereka yang setia dan memiliki iman yang teguh selama masa kesukaran.
Bacaan Setahun:
Luk. 6:1-26, Kej. 3-5, Mzm. 2

MEMEPERSIAPKAN DIRI MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN

“Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." (Matius 24:43-44)

Kita memasuki tahun yang baru dengan Tema The Year of Preparation (Tahun Persiapan). KYang harus kita persiapakan di dalam tahun yang baru ini adalah menyambut kedatangan Kristus yang sudah semakin mendekat. Memang tidak ada seorangpun yang tahu kapan kedatangan Tuhan terjadi, bahkan malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri. (Matius 24:36).

Janganlah kita seperti hamba yang jahat dan tidak setia, yang berkata: “Tuanku tidak datang-datang”, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya. (Matius 24:48-50) Oleh karena itu kita harus senantiasa berjaga-jaga, sebab kedatangan Tuhan juga diibaratkan seperti pencuri memasuki sebuah rumah yang datang secara tiba-tiba.Kita harus sungguh-sungguh percaya dan senantiasa siap sedia menantikan kedatangan-Nya.

Peringatan Kristus agar murid-murid-Nya selalu siap sedia harus dipahami bahwa kedatangan-Nya kembali akan dan pasti digenapi . Dalam Matius 24:4-14, Tuhan Yesus sudah memberikan petunjuk mengenai tanda-tanda yang akan menjadi ciri dari hari-hari terakhir yang saat ini juga ada di depan mata kita. Nabi palsu dan orang beragama yang berkompromi di dalam gereja akan bertambah banyak dan menyesatkan banyak orang. Makin meningkatnya peperangan, bencana alam, gempa bumi dan wabah penyakit. Penganiayaan terhadap umat Allah pun semakin hebat sehingga banyak orang akan meninggalkan Kristus. Kekerasan, kejahatan dan pengabaian hukum Allah juga semakin meningkat serta kasih menjadi dingin.

Sekalipun kesulitan semakin hebat, Injil tetap harus diberitakan di seluruh dunia. Orang yang selamat adalah mereka yang setia dan memiliki iman yang teguh selama masa kesukaran. Oleh sebab itu yang harus kita persiapkan dalam menyambut kedatangan Kristus yang kedua kali adalah senantiasa menjaga kekudusan hidup, bukan dengan kekuatan pribadi, tetapi karya Roh Kudus yang bekerja di dalam hidup kita. Siap menderita dalam peperangan terhadap iblis dan kuasa-kuasa kegelapan ketika kita hidup di dalam kuasa dan budaya Kerajaan Allah. Kita juga harus siap menderita menanggung kebencian dan ejekan dari dunia yang menekan kita. Jangan takut menghadapi semua ini, semakin melekat dan andalkan Tuhan senantiasa, karena Dia yang sudah memilih kita adalah setia dan Dia akan menjadikan kita lebih dari pemenang. (RSN)

Questions:
1. Bagaimana tanda-tanda kesudahan zaman?
2. Apa yang harus kita persiapkan dalam menyambut kedatangan Tuhan?
Values:
Kedatangan Tuhan diibaratkan seperti pencuri memasuki sebuah rumah yang datang secara tiba-tiba, oleh sebab itu kita harus siap sedia dan berjaga-jaga setiap waktu.

ROCK MINISTRY BALI

02 Jan, 06:01


Shalom Warga Kerajaan Allah

Mari bersukacita bersama dalam KOMSEL GATHERING & Bali Blessing Special Awal Tahun bersama
Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo & team


Rabu, 08 Januari 2025
Menorah Hall - LEMBAH PUJIAN
Pukul 18.30 WITA

Notes :
Seluruh Komsel digabungkan ke acara ini (termasuk komsel di Satelit - Satelit)
Free, Tanpa Pendaftaran, langsung hadir

Ajak semua teman, rekan dan anggota komselmu bersama-sama untuk menyembah & memuji Tuhan dalam KOMSEL GATHERING & Bali Blessing Special Awal Tahun..

Rejoice and see you there

Tuhan Yesus Memberkati!!

ROCK MINISTRY BALI

01 Jan, 10:03


Shalom Warga Kerajaan Allah, mari nikmati kembali moment moment pergantian tahun menjelang tahun 2025 - The Year Of Preparation dalam Ibadah Online Pergantian Tahun melalui link berikut ini :

https://youtube.com/live/nIxXy_Bv7AU?feature=share

Let's welcome 2025 with renewed enthusiasm and trust in Jesus.

Be ready for 2025 - The Year Of Preparation!!

Happy New Year!!! JESUS BLESS YOU!!

ROCK MINISTRY BALI

01 Jan, 00:28


https://youtu.be/GoPFFAh64kY?si=gKNTuAI1Gva1Na8G

ROCK MINISTRY BALI

01 Jan, 00:28


Wed, Jan 1, 2025

Kingdom's Quotes:
Kehidupan orang benar yang berkenan kepada Tuhan akan menggunakan waktunya untuk hal-hal yang berguna bagi Kerajaan-Nya.
Bacaan Setahun:
Luk. 5:27-39, Kej. 1:1-2:25 , Mzm. 1

THE YEAR of PREPARATION (TAHUN PERSIAPAN)

“Ada suara yang berseru-seru, “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! setiap lembah harus ditimbun, setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran, maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.” (Yesaya 40:3-5 - TB2)

Welcome to The Year of Preparation on 2025. Selamat memasuki Tahun Persiapan di 2025. Tanpa terasa kita sudah melewati tahun 2024 yang kata orang adalah tahun kegelapan dalam dunia bisnis. Apabila dunia bisnis mengalami masa kegelapan maka perputaran ekonomi pun melambat dan ini mengganggu perekonomian dunia secara menyeluruh. Pandemi C19 memang benar-benar mengubahkan kita. Pandemi C-19 juga menguras pikiran dan tenaga untuk mengatur strategi yang terbaik dalam memperjuangkan kehidupan kita. Di tahun 2025 ini kita didorong untuk benar-benar mempersiapkan diri menghadapi perubahan dan kejutan yang akan terjadi. Apa yang harus kita lakukan?

Pertama, Apa yang Harus Saya Siapkan? Dalam tahun persiapan ini, kita perlu mempersiapkan hati dan pikiran kita untuk menerima rencana yang terbaik dari Tuhan. Hal ini termasuk membangun hubungan yang lebih melekat erat kepada Tuhan melalui doa, membaca firman-Nya, dan merenungkan ajaran-Nya. Selain itu, kita juga harus mempersiapkan diri secara emosional dan spiritual untuk menghadapi tantangan yang mungkin datang. Ini bisa berarti kita harus melepaskan beban masa lalu, berkomitmen mengampuni orang lain, dan mulai membuka diri untuk pertumbuhan dan perkembangan pribadi. Sudahkah kita berkomitmen untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik daripada diri kita di tahun-tahun yang sudah berlalu?

Kedua, Mengapa Kita Harus Mempersiapkannya? Persiapan adalah langkah penting untuk mencapai tujuan yang lebih besar dalam hidup kita. Dalam konteks iman, mempersiapkan diri berarti membuka jalan bagi Tuhan untuk bekerja dalam hidup kita. Ketika kita siap, kita dapat melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan dalam berbagai aspek kehidupan kita. Tanpa persiapan, kita mungkin kehilangan kesempatan untuk mengalami berkat-berkat yang telah Tuhan sediakan. Dengan mempersiapkan diri, kita menunjukkan iman dan kepercayaan kita kepada-Nya. Sudahkah kita benar-benar siap melangkah dalam rencana dan tujuan Tuhan dalam hidup kita?

Ketiga, Bagaimana Cara Kita Selalu Siap dalam Segala Keadaan? Untuk selalu siap dalam segala keadaan, penting bagi kita untuk tetap terhubung dengan Tuhan setiap hari. Ini bisa dilakukan melalui rutinitas harian seperti doa pagi atau malam, membaca Alkitab secara teratur, dan berpartisipasi dalam komunitas iman. Selain itu, bersikap fleksibel dan terbuka terhadap perubahan juga membantu kita tetap siap menghadapi tantangan. Kita harus ingat bahwa persiapan bukan hanya tentang apa yang kita lakukan saat ini, tetapi juga tentang sikap hati yang selalu siap menerima apa pun yang Tuhan sediakan. Sudahkah kita mempersiapkan diri menghadapi tantangan dan kejutan yang akan terjadi di tahun ini?

Mari kita belajar untuk semakin memahami betapa pentingnya persiapan dalam hidup kita dan bagaimana hal itu dapat membawa kita lebih dekat kepada Tuhan serta mempersiapkan jalan bagi kemuliaan-Nya. Welcome to The Year of Preparation 2025. (DW)

Questions:
1. Mengapa kita harus benar-benar mempersiapkan diri di tahun 2025 ini?
2. Bagaimana cara terbaik dalam mempersiapkan diri di tahun 2025?
Values:
Seorang warga Kerajaan ALLAH adalah pribadi yang mau mempersiapkan dirinya untuk hidup dan berjalan bersama ALLAH.

ROCK MINISTRY BALI

31 Dec, 14:21


LIVE NOW From ROCK Lembah Pujian Bali

Ibadah Pergantian Tahun bersama Pdt. Timotius Arifin Tedjasukmana

https://youtube.com/live/nIxXy_Bv7AU?feature=share

Lets praise the lord and be ready for The Year Of Preparation.

Haleluyaa!!!!

ROCK MINISTRY BALI

31 Dec, 09:48


LIVE NOW From ROCK Lembah Pujian Bali

Ibadah Tutup Tahun (Ibadah 1) bersama Pdt. Timotius Arifin Tedjasukmana

https://youtube.com/live/kp9zTSyzg5o?feature=share

ROCK MINISTRY BALI

30 Dec, 22:27


https://youtu.be/NUzYM2IiEz8?si=uIqmgLupCX8vqVQj

ROCK MINISTRY BALI

30 Dec, 22:27


https://youtu.be/XcSYsFCOXdI?si=B3a3RMZWqdnzQtoe

ROCK MINISTRY BALI

30 Dec, 22:27


Tue, Dec 31, 2024

Kingdom's Quotes:
Kalaupun terpaksa harus melihat ke belakang, setidaknya hanya untuk melihat sebuah pembelajaran supaya tidak melakukan kesalahan yang sama ke depannya
Bacaan Setahun:
Zef. 1-3, Mzm. 147

JANGAN MENOLEH KE BELAKANG

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” (2 Timotius 4:7)

Tidak terasa kita sudah sampai dipenghujung tahun 2024, banyak hal telah kita lewati, baik itu suka maupun duka. Ibarat mengikuti sebuah perlombaan, kita sudah mencapai garis akhir dan telah mengakhiri pertandingan yang kita ikuti dengan baik. Benar! Kita tidak goyah, iman kita masih tetap kepada Yesus. Apapun masalah dalam kehidupan kita, kita tetap percaya ada keselamatan, perlindungan, pemeliharaan serta penyertaan dari Tuhan, bahkan berkat-berkat-Nya tidak pernah selesai dalam hidup kita.

Kehidupan ini digambarkan seperti sebuah pertandingan. Pemenangnya bukan siapa yang duluan sampai di garis akhir, tetapi siapa yang mengakhiri pertandingan dengan baik, dalam arti telah mengerjakan tiap kesempatan yang TUHAN berikan kepadanya dengan baik. Paulus telah mencapai garis akhir dan ia berhasil memelihara imannya. Jadi ia harus memaksimalkan kesempatan untuk Timotius anak rohaninya, agar Timotius juga dapat menyelesaikan pertandingan kehidupan dengan baik, dan meraih mahkota kebenaran.

Hidup manusia begitu singkat. Namun dalam waktu yang singkat tersebut, Tuhan memberikan kesempatan untuk bertobat maupun kesempatan untuk melayani-Nya. Terkadang kesempatan itu hanya datang satu kali dan harus segera dimanfaatkan, karena akan ada saatnya ketika kita bertindak, momen tersebut sudah lewat.

Salah satu penyebab seseorang mengalami kegagalan adalah dirinya yang selalu menoleh ke belakang. Maksud dari menoleh ke belakang adalah melihat kegagalan, dosa, dan peristiwa di masa lalu. Kegagalan, dosa, dan pengalaman pahit seseorang, dapat mempengaruhi sehingga ia tidak berani melangkah untuk meraih mimpinya. Padahal, apa yang ada di belakang kita harus ditinggalkan dan harus mengarahkan tujuan hidup ke depan. Begitu juga dalam hal rohani, kita harus meninggalkan semua yang ada di belakang kita, baik itu dosa, kebencian, akar pahit, dendam, iri hati, dan sebagainya, agar kita dapat masuk dalam rencana Tuhan dan menikmati berkat-berkat yang telah disediakan bagi kita.

Firman-Nya, "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!” (Yesaya 43:18). Hal-hal yang perlu diingat adalah segala perbuatan dan pekerjaan Tuhan yang selalu menjadikan hidup kita jauh lebih baik dan berarti! Dengan mengingat-ingat kebaikan Tuhan, kita tidak akan pernah berhenti untuk mengucap syukur. Bagaimana kita dapat mencapai garis akhir, bergantung pada cara kita memandang diri sendiri yaitu memotivasi diri, berlatih dan berjuang, atau sebagai penonton yang duduk santai? (AU)

Questions:
1. Apakah yang dimaksud dengan ”menoleh ke belakang”?
2. Hal-hal apa yang perlu dilakukan, agar kita tidak mudah menoleh ke belakang? Diskusikan.
Values:
Dengan mengingat-ingat kebaikan Tuhan, kita tidak akan pernah berhenti untuk mengucap syukur.

ROCK MINISTRY BALI

30 Dec, 02:56


Shalom Warga Kerajaan Allah, mari awali tahun baru dengan iman dan pengharapan yang selalu diperbaharui dalam Kristus Yesus.

Bergabunglah dengan kami untuk Kebaktian Tahun Baru yang penuh berkat di GBI ROCK Lembah Pujian saat kita menutup Tahun 2024 & menyambut 2025 - The Year Of Preparation.

Selasa, 31 December 2024
Ibadah 1 - 17.00 Wita & Ibadah 2 - 22.00 Wita
Menorah Hall - GBI ROCK LEMBAH PUJIAN
Dress Code - Formal Casual

SILAHKAN BAWA TEROMPET UNTUK MEMERIAHKAN PERAYAAN INI!!

NOTE :Tidak diperlukan pendaftaran

See you on church and Jesus Bless You

#KebaktianTahunBaru #TheYearOfPreparation #ROCKMinistry #ROCKLembahPujian #NewYearService #Church

ROCK MINISTRY BALI

30 Dec, 00:27


Mon, Dec 30, 2024

Kingdom's Quotes:
Berkontribusi memberikan solusi lebih memberkati daripada sekedar mengkritisi.
Bacaan Setahun:
Yes. 65-66, Why. 21-22

SALAH SIAPA?

“Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” (Kejadian 3:12)

Salah satu tabiat lama yang tidak mengedepankan budaya Kerajaan barangkali adalah saling menyalahkan satu sama lain ketika keadaan tidak sesuai dengan harapan dan orang enggan bertanggungjawab atas kesalahan yang diperbuatnya. Sikap tersebut ternyata sudah ada dan sudah terjadi sejak zaman Adam dalam Kitab Kejadian. Kita mungkin pernah mendengar cerita atau bahkan melihat cara orangtua yang unik menenangkan anaknya ketika anaknya terjatuh atau menabrak sesuatu karena kurang hati-hati. Orangtuanya akan memukul lantai, meja atau apa pun yang dianggap penyebab anaknya jatuh. Tindakan tersebut tampaknya lucu namun cukup efektif menghentikan tangis anaknya. Namun sayangnya hal tersebut lebih berpotensi menanamkan kebiasaan menyalahkan orang lain daripada belajar berintrospeksi, mengadakan refleksi diri dan bertanggungjawab atas kesalahan yang diperbuat (Adapted from Yudi's Blog @bit.ly/warastenan).

Mekanisme bertahan yang menjadi sifat alami manusia lama ini secara cerdik diadaptasi ke dalam multiplayer game Among Us yang sempat menjadi permainan favorit anakanak muda beberapa tahun yang lalu. Setiap pemain memiliki peran, baik sebagai awak kapal ruang angkasa atau penyusup yang menyamar dan bertujuan menyabotase fasilitas peralatan pesawat mereka; sehingga mereka seharusnya lebih fokus bekerja sama menyelesaikan tugas daripada saling menuduh dan menyalahkan rekan-rekannya, dengan demikian segenap awak kapal bisa selamat dan misi pun tercapai. Reaksi manusia akhir zaman pada umumnya ketika terjadi suatu kesalahan atau melihat keadaan yang dianggap tidak menguntungkan adalah justru menjelekkan orang, tidak berkontribusi mencari jalan keluar, seringkali bahkan menjadi pemfitnah (2 Timotius 3:2-4). Sebagian mungkin berlagak tahu dengan menyelenggarakan kegiatan diskusi tingkat 'colloquium' untuk mencari siapa yang berdosa, seperti para murid Tuhan Yesus ketika melihat seorang yang buta sejak lahirnya (Yohanes 9:2).

Warga Kerajaan yang terkasih, menghidupi dan mengedepankan budaya Kerajaan tentunya senantiasa meneladani kasih Kristus, belas kasihan dan kehidupan doa-Nya; serta memiliki pola pikir manusia baru yang tidak bersukacita atas kesalahan orang lain, melainkan memberikan inspirasi dan semangat menemukan cara penyelesaian bagi setiap permasalahan. Dengan demikian perjuangan men-transformasi masyarakat dan orang-orang di sekitar kita akan membuahkan hasil bagi kemuliaan Tuhan; orang percaya menjadi berkat di setiap pilar pelayanan sesuai talentanya dan tidak menjadi serupa dengan dunia ini, karena kita senantiasa mengingat bahwa penghakiman dimulai justru pada rumah Allah sendiri (1 Petrus 4:17). (YL)

Questions:
1. Penglaman hidup apa yang dapat melatarbelakangi seseorang sehingga ia suka menyalahkan orang lain?
2. Bagaimanakah seharusnya orang percaya bersikap ketika menghadapi orang yang melakukan kesalahan?
Values:
Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Matius 7:2)

ROCK MINISTRY BALI

29 Dec, 02:18


Live Now From ROCK Lembah Pujian Bali

Kingdom Celebration (Ibadah 1) bersama Pdt. Eluzai Frengky Utana

https://youtube.com/live/u47li9slzyM?feature=share

ROCK MINISTRY BALI

28 Dec, 23:39


Sun, Dec 29, 2024

Kingdom's Quotes:
Kecemasan yang timbul akibat hal-hal duniawi akan menuntun kepada kebinasaan. Sebaliknya, kecemasan yang timbul akibat spiritual journey akan menuntun kita kepada kehidupan yang sesungguhnya.
Bacaan Setahun:
Yes. 60-64, Why. 20

FOMO

“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” (Mazmur 42:6)

Istilah fomo di kalangan Gen Z sudah bukan hal yang asing lagi. Ini adalah sebuah akronim dari Fear Of Missing Out, yaitu rasa takut ketinggalan momen, informasi, atau tren. Fomo bisa terjadi ketika seseorang merasa tidak terhubung dengan peristiwa atau tidak berjalan seperti yang diharapkan. Fomo juga bisa memicu perasaan gelisah,tertinggal, atau dikucilkan.

Kalau kita mengikuti perubahan zaman dan perkembangan yang terjadi di kalangan anakanak muda masa kini, maka kita akan menemukan bagaimana mereka berlomba-lomba selalu mengikuti perubahan yang ada. Seolah tidak mau ketinggalan, dan dikatakan tidak up to date oleh komunitasnya. Apa saja yang booming, mereka selalu terdepan yang tahu dan mengikutinya. Hal ini tentu berdampak tidak saja positif namun ada negatifnya. Dampak positif yang ditimbulkan adalah membangkitkan gairah dan semangat anak-anak muda untuk terus menggali informasi, dan belajar hal-hal yang baru. Hal ini kalau dipupuk dengan baik dan benar, tentu akan memunculkan potensipotensi yang besar di dalam diri anak-anak muda. Namun, bagaimana dengan dampak negatif yang ditimbulkan? Nah, ini yang harus menjadi perhatian kita para orang tua, dan juga para mentor rohani. Ternyata FOMO dapat menimbulkan stress yang tinggi kepada anak-anak kita, bahkan yang terburuk adalah mereka bisa mengalami insomnia karenanya. Jika sudah ada di fase tersebut, maka tentu akan mengganggu konsentrasi belajar mereka, menggganggu kesehatan mereka, dan mengganggu mental mereka. Rasa takut ditolak, takut dikucilkan, tidak puas, berujung tidak fokus dan tidak produktif. Ngeri bukan?

Daud dalam Mazmur 42:5 mengatakan, “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku?” Ia pernah ada di fase ‘gangguan mental’, mengalami tekanan di dalam jiwanya, dan kegelisahan yang mendalam. Namun, yang dialami Daud bukanlah FOMO seperti yang dialami oleh anak-anak muda zaman now. Ketakutan Daud adalah ‘keterpisahan’ dengan Allahnya. Bagi Daud, tidak tahu apa-apa tentang Allah, tidak memiliki hubungan dengan Allah sedetik pun, serasa semuanya menjadi tidak berarti lagi. Bagaimana cara Daud mengatasi hal tersebut? Ayat selanjutnya dituliskan, “Berharaplah kepada Allah!” Hanya satu kunci untuk kita terlepas dari rasa ketakutan, kecemasan, kegelisahan; Pengharapan! Selama ada pengharapan, maka di saat itu pula kita akan memiliki kekuatan dan semangat yang baru. Pengharapan Daud adalah kepada Allahnya, dia tahu persis bahwa Allahnya tidak meninggalkan dia bahkan di saat-saat tersulitnya. Daud tahu persis bahwa Allah yang ia sembah tidak berubah di dalam kasih dan kesetiaanNya. Itulah sebabnya Daud berkata selanjutnya, setelah ia berharap kepada Allah; “Sebab aku akan bersyukur lagi kepadanya, penolongku dan Allahku!” Daud tahu persis bahwa selama berharap pada Tuhan, ia tetap bisa bersyukur, karena Tuhan pasti menolong dan memulihkan hidupnya

Bagi setiap generasi muda yang membaca renungan ini, bila FOMO itu sedang melanda hidupmu, jangan ijinkan ketakutan dan kegelisahan akan dunia menguasai hidupmu. Berharaplah pada Tuhan, carilah Tuhan dan kekuatanNya. Ia akan memulihkan hidupmu dan menuntunmu kepada kehidupan yang sesungguhnya. (LA)

Questions:
1. Apa perbedaan FOMO yang dialami generasi Y dan Z zaman now dengan yang dialami Daud?
2. Bagaimana cara Daud mengatasi ketakutan dan kegelisahan yang ada di dalam jiwanya?
Values:
Semakin kita mengenal Allah, semakin kita tahu nilai atau keberhargaan diri kita, jadi tidak perlu takut kehilangan akan apa yang dunia standarkan.

ROCK MINISTRY BALI

27 Dec, 23:37


Sat, Dec 28, 2024

Kingdom's Quotes:
Buanglah rasa kuatir dan iri hatimu, agar engkau bisa belajar untuk mencukupkan hidupmu.
Bacaan Setahun:
Yes. 56-59 ,Why. 19

CUKUPKANLAH DIRIMU

“Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5 )

Seekor nyamuk kecil, kalau kita pukul dengan tangan akan terasa sulit. Karena nyamuk tersebut agak gesit untuk terbang dan bisa dengan cepat menghindari tangan kita. Tetapi kalau nyamuk yang gemuk, terbangnya lamban, kita akan lebih gampang untuk memukulnya. Ini dikarenakan nyamuk gemuk tersebut terlalu banyak menyedot darah kita, over dari kapasitas perut nyamuk dan tidak sanggup lagi untuk membawa beban tubuhnya. Akhirnya celakalah sendiri nyamuk itu.

Pelajaran sederhana ini memberikan arti kepada kita untuk hidup secukupnya, tidak melebihi dari kapasitas/kemampuan kita. Kemegahan dunia tidak akan pernah berhenti menarik kita untuk selalu mengikuti dan mengejarnya setiap saat. Akhirnya, kita selalu terbelenggu oleh rasa kuatir akan masa depan kita dan rasa iri kita terhadap hidup orang lain yang lebih mampu dari kita

Hal pertama adalah kita harus belajar mengatasi rasa kuatir akan masa depan kita. Rasa kuatir ini membuat kita untuk mengingini lebih agar kita merasa cukup di masa depan, ini bisa jadi hal yang keliru. Seperti yang tertulis di Filipi 4:6-7 "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." Kita tidak boleh takut akan keadaan, jangan berhenti berusaha, dan selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Bawa semua permintaan kita dalam doa, jika itu berkenan dan sesuai dengan rencana Tuhan, kita percaya, kita hanya perlu sabar untuk menunggu waktu Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan kita lebih besar dari semua masalah yang kita hadapi.

Hal kedua adalah mengatasi rasa iri hati kita. Jika patokan hidup kita adalah orang yang lebih mampu dari kita dalam segi harta dan penampilan, ini akan mendorong kita untuk berlomba mencari materi dan mengejar duniawi dengan cara yang keliru. Ini tidak boleh kita lakukan. Seperti kata pepatah, jangan kau pandang ke atas dan jangan kau lihat matahari, nanti silau mata kamu. Lihatlah dirimu sendiri , cukupkanlah dirimu, ukur kemampuan dirimu sendiri dan jangan membandingkan dengan orang lain. Banggalah dengan dirimu sendiri dan berlombalah untuk mengejar Tuhan, bukan mengejar hal duniawi. Berlombalah untuk berbuat baik dan menebar kabaikan untuk kebahagiaan sesama kita. (AS)

Questions:
1. Apakah kita masih kuatir hari ini? Mengapa?
2. Mengapa tidak boleh iri dengan pencapaian orang lain? Bagaimana seharusnya respon kita terhadapnya? Diskusikan.
Values:
Cukupkanlah dirimu dengan apa yang kamu miliki dari hasil usahamu sendiri yang berkenan di hadapan Tuhan.

ROCK MINISTRY BALI

26 Dec, 23:41


https://youtu.be/TUG5XunkQXM?si=TBlhE4aZSto8lHQN

ROCK MINISTRY BALI

26 Dec, 23:41


Fri, Dec 27, 2024

Kingdom's Quotes:
Yesus Kristus mati untuk semua suku bangsa dan bahasa.
Bacaan Setahun:
Yes. 53-55, Mzm. 65, Why. 18

UNREACH PEOPLE

“Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain!“ (Roma 3:29)

Penghujung tahun 2024 tinggal beberapa hari saja. Penghujung tahun adalah momen yang baik untuk kita dapat melakukan perenungan atas kehidupan kita sepanjang tahun yang telah kita lalui. Apakah ada agenda-agenda anda yang telah tercapai tahun ini? Ataukah anda merasa masih banyak agenda-agenda yang gagal atau belum dapat terlaksana? Sah-sah saja jika kita memiliki agenda tertentu yang menjadi impian atau cita-cita kita, namun mari kita sejenak merenungkan, apakah kita sudah menjalankan agenda-agenda yang Tuhan tugaskan kepada kita?

Sebelum Tuhan Yesus terangkat ke surga, Tuhan memerintahkan kita untuk memberitakan “cerita” tentang diri-Nya kepada semua bangsa di dunia. Kita yang lebih dahulu telah mendengar kabar ini dan kemudian diselamatkan, berkewajiban untuk memberitakannya kepada jiwa-jiwa lain yang belum “berkesempatan” mendengar berita tentang Yesus Kristus. Menurut Joshua Project (www.joshuaproject.net) terdapat 17.259 kelompok etnis di dunia. Dari angka tersebut terdapat 7.220 kelompok etnis yang dikategorikan belum terjangkau di mana orang Kristen di sana berjumlah dibawah 5%. Di Indonesia terdapat 786 kelompok etnis dan 30,4% atau 239 kelompok etnis tergolong belum terjangkau.

Dari ayat renungan kita hari ini, Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah bagi semua bangsa/kelompok etnis. Allah tidak hanya mengasihi bangsa tertentu saja, semua bangsa dikasihi oleh Allah dan semua bangsa posisinya sama di hadapan Allah. Kita adalah perwakilan Kerajaan Allah, dengan demikian misi adalah agenda utama Kerajaan Allah. Unreach People (bangsa-bangsa yang belum terjangkau) berhak untuk mendengarkan kabar keselamatan ini.

Mari dengan penuh sukacita dan penuh tanggung jawab kita jalankan Amanat Agung Tuhan Yesus. Raja kita Yesus Kristus telah menggenapi nubuat dalam Yesaya 9:2, “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar”. Maka sekarang tugas kita sebagai murid-murid-Nya untuk melanjutkan keteladanan-Nya. Dunia yang gelap membutuhkan anda dan saya untuk meneranginya. Tuhan Yesus sendiri berkata, "Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi”. (Mat 5:14) (SS)

Questions:
1. Apakah menurut anda Allah kita mengasihi kelompok etnis selain kelompok etnis anda? Mengapa?
2. Siapakah yang dimaksud dengan Unreach People? Diskusikan!
Values:
Di dalam Kerajaan Allah semua warganya mendapatkan kasih yang sama dari Sang Raja.

ROCK MINISTRY BALI

26 Dec, 05:14


https://youtu.be/Wz_0i3A4vV8?si=EtlTOUj5c_0eSRW5

ROCK MINISTRY BALI

26 Dec, 05:09


Thu, Dec 26, 2024

Kingdom's Quotes:
“Allah hanya dapat kita kenal melalui Kristus. Tanpa Kristus kita hanya mengenal Allah sebagai Allah yang jauh dan menakutkan. Tetapi tentang Yesus ini kita hanya dapat mengenal-Nya melalui Roh Kudus saja!” – Martin Luther.
Bacaan Setahun:
Yes. 49-52 ,Why. 17

MENGENAL ALLAH

“Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.” (Kisah Para Rasul 17:22-23)

Pengetahuan manusia tentang Allah adalah pengetahuan yang sudah ada secara naluriah karena manusia diciptakan menurut rupa dan gambar Allah (Kejadian 1:26). Namun sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa, maka manusia tidak lagi dapat mengenal Allah dengan benar. Manusia berusaha mengenal dan menghampiri Allah dengan segala keterbatasannya melalui perbuatan baik, amal ibadah dan membagun ritual-ritual agamawi. Itulah sebabnya Rasul Paulus menyatakan kepada orang-orang Atena mereka beribadah kepada allah yang tidak dikenal.

Manusia hanya dapat mengenal Allah apabila Allah sendiri yang menyatakan diri-Nya kepada manusia, karena Allah yang Maha besar yang tidak mungkin bisa dimengerti keberadaan-Nya oleh akal pikiran manusia yang sangat terbatas ini. Dalam pelbagai cara Allah berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi (Ibrani 1:1) tetapi manusia masih gagal paham, sampai Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, Yesus Kristus Tuhan kita. Yesus yang adalah Pribadi Allah yang kekal rela mengosongkan diriNya untuk datang ke dunia menjadi manusia agar manusia dapat memahami karya Allah. Martin Luther pernah berkata: “Allah hanya dapat kita kenal melalui Kristus. Tanpa Kristus kita hanya mengenal Allah sebagai Allah yang jauh dan menakutkan. Tetapi tentang Yesus ini kita hanya dapat mengenal-Nya melalui Roh Kudus saja!”



Yesus Kristus datang ke dunia untuk menyingkapkan pribadi Allah, Dia juga mengajar agar kita memahami karya Allah bagi kehidupan manusia. Melalui karya-Nya di kayu salib, Yesus juga menyelamatkan dan menebus manusia bagi Allah. Yesus Kristuslah satu-satunya pengantara kita kepada Allah. Kematian-Nya di kayu salib memperdamaikan kita dengan Allah sehingga kita beroleh jalan masuk ke dalam anugerah Allah. Setelah Yesus bangkit dari antara orang mati, Dia berulang kali menampakkan diri kepada murid-murid-Nya setelah 40 hari. Kemudian Ia naik ke sorga dengan disaksikan murid-murid-Nya. Sebelum Ia naik ke sorga Yesus berjanji “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran.... ” (Yohanes 14:16, 17).

Yesus tidak meninggalkan kita sendiri di dalam dunia ini. Diutus-Nya Roh Kudus bagi kita. Melalui karya Roh Kudus manusia dimungkinkan untuk percaya dan bertobat pada Kristus, karena tidak henti-hentinya Roh Kudus memimpin manusia untuk hidup ke dalam kebenaran dan menginsafkan manusia dari dosa. Tanpa Roh Kudus, tidak mungkin kita dapat menjalani kehidupan rohani seperti yang dikehendaki Allah karena Allah menyatakan dan mengerjakan kehendak-Nya. Melalui Perayaan Natal ini, kita tidak saja memperingati kelahiran Yesus ke dunia, kita juga memahami bagaimana hidup kita senantiasa dipimpin oleh Roh Kudus untuk menyongsong kedatangan-Nya yang kedua kali. Maranatha! (RSN)

Questions:
1. Bagaimana melalui keterbatasan kita, kita dapat mengenal Allah yang tidak terbatas?
2. Bagaimana karya Roh Kudus bagi kehidupan kita?
Values:
Manusia hanya dapat mengenal Allah apabila Allah sendiri yang menyatakan diri-Nya kepada manusia.

ROCK MINISTRY BALI

25 Dec, 02:32


Shalom Warga Kerajaan Allah..

Mari Rayakan Natal dan sambut Tahun Baru bersama keluarga dengan Merenungkan Firman Tuhan yang disampaikan oleh Penatua dan Gembala Senior ROCK International Ministry dalam program Voice Of Victory (Christmas Edition) dari ROCK Ministry TV

23 Desember 2024 - bersama Pdt. Christy Indra Tjiptamulya - https://youtu.be/d93h4kGNZfI?si=3KlpDfCFuXhhWDad

24 Desember 2024 - bersama Pdt. Eluzai Frengky Utana - https://youtu.be/m0eLaC0HcR8?si=gYOQp-CVaIKGFar3

25 Desember 2024 - Bersama Pdt. Timotius Arifin Tedjasukmana dan Pdm. Fifi Sarah Yasaputra - https://youtu.be/8gKlzylN_KM?si=m2iraexRT0tteOP7

26 Desember 2024 - bersama Pdt. Christine Here - https://youtu.be/Wz_0i3A4vV8?si=YGlWMvXMVQ6qH6IX

27 Desember 2024 - bersama Pdt. Thomas Tanudharma - https://youtu.be/TUG5XunkQXM?si=LHQgz5Cr89rLTN-T

30 Desember 2024 - bersama Pdt. Daniel Januar dan Lisa Kristiana https://youtu.be/NUzYM2IiEz8?si=ZU8aWELuY1WkV-2i

31 Desember 2024 - bersama Pdt. Ronny Daud Simeon dan Pdm. Nancy Limantono - https://youtu.be/XcSYsFCOXdI

Yuk sebarkan informasi ini ke group Komsel atau kirimkan ke setiap rekan, saudara dan sahabat anda

Jesus Bless You Abundantly

ROCK MINISTRY BALI

24 Dec, 23:52


Christmas Clip 2024 Playlist by ROCK Ministry

Yuk share ke jemaat, rekan, teman Komsel, keluarga dan semua Warga Kerajaan Allah

1. Go Tell It On The Mountain by ROCKET Lembah Pujian Bali - https://youtu.be/uZ5ZMQGsGJ4?si=7C_ud7beC9g0KeUk

2. O Holy Night by ROCKET Lembah Pujian Bali - https://youtu.be/DBzndcjMZC0?si=qtwEF7txHbWYuhpk

3. O Little Town of Bethlehem medley The First Noel by ROCK Lembah Pujian Bali - https://youtu.be/1OUJOJL5MWk?si=H1V97sGlb2TUGpAl

4. Natal Di Hatiku by ROCK Nusa Pujian - https://youtu.be/grF3W9TD48w?si=KpBt7wrNiyyJRX4p

5. Malam Sunyi Senyap by ROCK Lembah Pujian Bali - https://youtu.be/khiutfdObFM?si=QIAUHKvOi-kAt7j6

6. Seorang Anak T'lah Lahir by ROCK Lembah Pujian Bali - https://youtu.be/uw2tRBGNovw?si=j_rnzlw6Q7YBZmOL

7. Silent Night by ROCK City Center - 
https://youtu.be/RJFVxpH21IU?si=PtI-jPE_CEr130DA

8. Karena Cinta by ROCK City Center - https://youtu.be/aiEn10O-KLM?si=dhQPL2t0xK3tW53a

9. Natal di Hatiku by ROCK City Center - https://youtu.be/Yk49MM0FVtI?si=fiekdvmlb9uWeZ-K

10. Seorang Anak T'lah Lahir by ROCK City Center  - https://youtu.be/a-wkQPs5Q3Y?si=33HCKZ-CfDf_5ulf

11. Kingdom Worship Christmas Celebration by RPC  Jakarta Rock Center - https://youtu.be/VG8heAFJguI?si=VOIHJ510gLJAgcz4

12. Natal Di Hatiku by RPC Junior Jakarta Rock Center - https://youtu.be/9f-rxXDUucY?si=M1smj_qh8Zrs14D0

Merry Christmas Warga Kerajaan Allah.

Jesus Loves You Abundantly

ROCK MINISTRY BALI

24 Dec, 23:16


https://youtu.be/8gKlzylN_KM

ROCK MINISTRY BALI

24 Dec, 23:08


Wed, Dec 25, 2024

Kingdom's Quotes:
Yesus Kristus adalah Allah sendiri yang datang ke bumi dalam rupa manusia sehingga Ia adalah benar-benar Allah dan benar-benar manusia.
Bacaan Setahun:
Yes. 45-48, Why. 16

THE SON OF MAN

Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah. (Daniel 7:13-14)

Tema Natal di Keluarga Besar ROCK Ministry tahun ini adalah The Son of Man (Anak Manusia) yang merujuk pada nubuatan nabi Daniel dalam Daniel 7:13-14. Nabi Daniel bernubuat bahwa seorang seperti anak manusia (Bar 'Enash) yang datang kepada Bapa dan Ia akan berkuasa sebagai Raja atas alam semesta, binatang dan atas apapun juga. Kekuasaan-Nya yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaan-Nya ialah Kerajaan yang tidak akan musnah. Ketika Yesus menggunakan gelar ini untuk diriNya, Dia sedang menerapkan nubuat “Anak Manusia” pada diriNya sendiri.

Dalam Perjanjian Baru, sebutan Yesus sebagai “Anak Manusia” ditulis sebanyak 88 kali. Bukankah Alkitab mengatakan bahwa Yesus itu Anak Allah? Kalau begitu bagaimana Yesus juga Anak Manusia? Istilah "Anak Manusia" menekankan pada aspek kemanusiaan Yesus Kristus, hal ini bukan berarti suatu penyangkalan terhadap aspek keilahianNya, yang sering disebut dengan istilah "Anak Allah". Dengan menjadi seorang manusia, Yesus tidak berhenti menjadi Allah. Inkarnasi Kristus tidaklah mengakibatkan keilahianNya berkurang, tetapi justru sisi kemanusiaanNya yang ditonjolkan.

Gambaran “Anak Manusia” adalah gelar Mesianis kepada Yesus. Injil Lukas menulis bahwa Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki (The Son) yang merupakan keberadaan Yesus sebagai Anak Manusia. Semua manusia di dunia terlahir dari benih Adam, tetapi sebutan Anak Manusia bagi Yesus bukan berarti Yesus terlahir dari benih Adam. Maria mengandung karena Roh Kudus untuk melahirkan Yesus. Ia adalah Allah Sendiri, yang datang ke bumi dalam rupa manusia. Jadi Ia juga adalah “Anak Allah” (Luk. 1:30-33).

Yesus sebagai “Anak Allah” bukanlah anak Allah dalam konteks hubungan ayah dan anak di mana Allah menikah lalu punya anak. Tapi Yesus itu Anak Allah dalam konteks Dia sebagai Allah yang menjadi manusia (Yohanes 1:1 & 14). Gelar “Anak Allah” bagi Yesus Kristus adalah 'gelar keilahian'. Yesus dan Bapa yang memiliki 'satu' hakekat dalam Tri Tunggal sebagai Bapa, Putra dan Roh Kudus.

Yesus adalah Anak Allah karena pada esensinya Dia adalah Allah dan Yesus sebagai Anak Manusia karena pada esensinya Dia adalah seorang manusia. Jadi, Yesus Kristus adalah benar-benar Allah dan benar-benar manusia. (RSN)

Questions:
1. Apakah yang dimaksud dengan Yesus sebagai Anak Allah dan sebagai Anak Manusia?
2. Yakinkah saudara bahwa Yesus Kristus adalah benar-benar Allah dan benar-benar manusia?
Values:
Istilah "Anak Manusia" menekankan pada aspek kemanusiaanNya, bukan berarti suatu penyangkalan terhadap keilahianNya sebagai “Anak Allah”. Yesus adalah Mesias, Anak Allah, juga Manusia sejati.

ROCK MINISTRY BALI

24 Dec, 09:17


LIVE NOW from GBI ROCK Lembah Pujian Bali

Christmas Celebration - Son of Man with Pdt. Timotius Arifin Tedjasukmana

https://youtube.com/live/wout7WTaUCY?feature=share

ROCK MINISTRY BALI

23 Dec, 22:25


https://youtu.be/d93h4kGNZfI?si=nPZqvr5souK7foba

ROCK MINISTRY BALI

23 Dec, 22:24


https://youtu.be/m0eLaC0HcR8

ROCK MINISTRY BALI

23 Dec, 22:23


Tue, Dec 24, 2024

Kingdom's Quotes:
Sebagaimana kuasa Roh Kudus menaungi Maria, demikian pula Roh Kudus menaungi kita untuk berani memberitakan pengharapan akan kelahiran Yesus.
Bacaan Setahun:
Yes. 42-44, Why. 15

BERITA PENGHARAPAN AKAN KELAHIRAN SANG JURUSELAMAT

“Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah." (Lukas 1:35)

Ketika kita mendengar suatu berita baik, tentu saja berita itu tidak hanya berhenti di kita tetapi juga kita bagikan kepada orang-orang sekitar kita yang belum pernah mendengarnya agar orang tersebut juga mengetahui berita yang kita dengar. Demikian pula mengenai pemberitahuan kelahiran Kristus pada bacaan renungan hari ini.

Pemberitahuan kelahiran Yesus oleh Malaikat Gabriel kepada Maria merupakan suatu kabar gembira sekaligus kabar mengejutkan bagi Maria. Bagaimana tidak, Maria yang saat itu belum menikah dengan Yusuf diberitahu oleh Gabriel bahwa ia akan mengandung Yesus oleh kuasa Roh Kudus. Uniknya, Maria tidak menolak atas peristiwa ilahi ini melainkan taat pada rencana Tuhan. Maria berkata, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.” (Lukas 1:38)

Maria menyambut dengan sukacita dan penuh ungkapan syukur karena mengandung sang Juruselamat yang kelak nantinya akan membawa pembebasan bagi umat pilihan-Nya dari dosa dan maut. Kabar Sukacita ini tersiar hingga didengar oleh gembala-gembala di padang dan mereka mengunjungi Maria, Yusuf serta Yesus yang lahir. Kelahiran Yesus merupakan Kabar Sukacita bagi siapapun yang percaya kepada Dia sebagai Juruselamat dan Tuhan yang membawa pembebasan dari belenggu dosa.

Kita juga diajak memberitakan kelahiran-Nya pada orang-orang di sekitar kita. Mengapa? karena kelahiran Yesus menghadirkan pengharapan bahwa Allah menjamin keselamatan kekal bagi umat manusia yang percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan yang hidup. Pengharapan dalam Yesus kita bagikan kepada sesama selain melalui karya kasih dan kepedulian, yaitu dengan pemberitaan Injil. Memang, pada faktanya pemberitaan Injil memiliki tantangan tersendiri seperti penolakan. Namun oleh kuasa Roh Kudus, Allah memampukan kita untuk berani memberitakan pengharapan tanpa rasa cemas dan ragu.

Tetapi sambil kita memberitakan kelahiran-Nya kita juga perlu mengingat satu hal, apakah sang Juruselamat itu sudah lahir dalam hati kita? Apakah ada ruang bagi Sang Juruselamat dalam hati kita? Jangan sampai kita membagikan pengharapan akan kelahiran Yesus tetapi Yesus sendiri tidak lahir dalam hati kita sebagai Juruselamat dan Tuhan. (AH)

Questions:
1. Apakah Sang Juruselamat sudah lahir dalam hati kita ?
2. Mengapa penting bagi kita memberitakan kelahiran-Nya?
Values:
Kuasa Roh Kudus membantu orang percaya untuk memberitakanan kelahiran Sang Juruselamat yang menghadirkan pemulihan dan kemenangan bagi umat pilihan-Nya.

ROCK MINISTRY BALI

21 Dec, 01:16


https://youtu.be/va8CRkKa9oo?si=n51MMV0Hy9vLkfLW

MEMBANGUN PASUKAN DOA

(sumber: Understanding The Purpose And Power Of Prayer, DR. Myles Munroe)

Sabtu 21 Desember 2024

Kuasa Nama Yesus, Formula Yang Ajaib (2)

Ayat renungan : Yohanes 17:6-8

Kisah anak-anak Skewa menunjukkan bahwa seseorang dapat menggunakan nama Yesus semaunya sendiri, tetapi ia tetap tidak akan mendapat kekuasaan atas ibllis jika : (1) Seseorang yang tidak memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan Yesus. (2) Seseorang yang tidak mengerti bagaimana menggunakan nama Tuhan Yesus.

Sebab kita harus dapat menggunakan secara sah otoritas yang terdapat di balik Kuasa nama YESUS supaya kita menerima jawaban doa.

Pikirkan mengenai hal ini : Apakah kata hukuman mengenai seseorang yang menggunakan suatu nama tanpa otoritas yang sah? Hukum menyebutnya “orang gadungan”. Misalnya Anda datang untuk menarik uang di bank dari rekening bukan atas nama Anda, maka teller bank akan meminta kartu identitas Anda, artinya Anda tidak perlu menyebut nama Anda secara lisan identitas Anda, tetapi teller bank memerlukan sesuatu yang lebih bukti identifikasi mengenai Anda. Jika Anda berkata, “Oh, kartu identitas saya tertinggal dirumah,” mala petugas bank akan menjawab, ‘Oh, kalau begitu, Anda tidak dapat melakukan pengambilan uang. Atau seandainya Anda memalsukan tanda tangan orang lain di atas selembar cek untuk menarik uang di bank, maka petugas bank akan mencocokkan dengan tanda tangan pemilik sesuai dengan tanda tangan yang telah ada di data arsip bank tersebut, saat ditemukan bahwa Anda telah memalsukan tanda tangan orang lain atau tanda tangan itu berbeda, maka petugas bank akan segera memanggil Sekuriti dan menangkap Anda untuk diserahkan ke kantor Polisi.
Jangan Anda menipu diri sendiri didalam doa, jika Anda tidak mempunyai hubungan hidup benar dan intim dengan Tuhan Yesus. Sebab Yesus mengenal yang sungguh-sungguh intim dengan-Nya dan mengasihi-Nya.

Pokok Doa :
1. Warga Kerajaan Allah hidup benar dan intim dengan Tuhan penuh penghormatan, supaya seruan doa .dalam nama Tuhan Yesus dijawab.
2. Warga Kerajaan Allah tidak menipu diri sendiri dengan tetap melakukan dosa, tetapi mengaku Yesus adalah Tuhan penuh Kuasa dan Kudus.

Hidup di dalam kemunafikan, adalah menipu dan menghancurkan diri sendiri, sebab melawan nama Tuhan YESUS yang AJAIB.

ROCK MINISTRY BALI

21 Dec, 01:16


Sat, Dec 21, 2024

Kingdom's Quotes:
You are smarter than AI, karena engkau ditenun oleh tangan Allah, bukan tangan manusia.
Bacaan Setahun:
Yes. 32-35 , Why. 12

YOU ARE SMARTER THAN AI

“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.” (Mazmur 139:13)

Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan zaman membuat segala sesuatu di sekitar kita mengalami perubahan, termasuk teknologi. Hampir semua aktivitas manusia dikuasai oleh kecanggihan teknologi. Dari satu benda kecil yang kita bawa ke mana saja kita pergi, bisa mengakses semua yang terjadi di dunia, bahkan mampu menolong kita melakukan hal-hal yang sulit menjadi lebih mudah. Misal; menolong kita mencari alamat, menolong kita mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sulit tanpa perlu membuka lembaran-lembaran buku yang tebal, menolong kita melakukan transaksi keuangan secara elektronik melalui media mbanking, bahkan kita mau ke mana, kita ingin informasi apapun tinggal ketik dan klik, maka semua informasi tersedia di depan mata kita melalui gawai yang kita punya. Bahkan, tidak sedikit anak-anak sekolah sekarang karena malas berpikir hal yang rumit, mengerjakan PR atau tugas sekolah dibantu oleh ‘mbah google’ atau yang lebih marak sekarang ini dibantu oleh AI. Yang tidak habis pikir, malah sekarang mahasiswa-mahasiswa yang duduk di tingkat akhir, bisa terbuai membuat skripsi dibantu oleh AI. Tidak perlu susah-susah mencari data, tinggal minta bantuan AI semua bisa tersedia. Bahkan yang konyolnya lagi, kalau sampai ada hamba-hamba Tuhan untuk cari bahan kotbah minta bantuan AI, tidak lagi bergumul, berdoa dan berpuasa minta pewahyuan dari Tuhan

Mari kembali kepada Firman Tuhan! Anda lebih dari situs yang ada di gawai Anda. Anda diciptakan, ditenun dengan detailnya oleh tangan Sang Pencipta. Tidak ada yang sama persis dengan kemampuan yang Anda miliki. Jangan terkecoh oleh iblis, jangan tertipu oleh tipu daya setan yang membuat kita lebih mempercayai kemampuan AI daripada kemampuan Allah yang di dalam diri kita! “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10)

Apa yang Allah persiapkan untuk kita? “Sebab Aku ini mengetahui rancanganrancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11). Allah menghendaki kita hidup di dalamnya. AI berusaha menarik kita jatuh dan bergantung kepadanya, namun kita harus kembali kepada rancangan Allah bagi kita. “You are smarter than AI!”

Anak-anak muda yang membaca renungan ini, engkau harus yakin akan kemampuan Allah yang ada di dalam dirimu. Engkau diciptakan unik dengan segala kelebihan di dalamnya. Belajar sungguh-sungguh, hidup takut akan Tuhan, maka hikmat Allah akan menyertai engkau dan membuat engkau berbeda dengan apa yang ditawarkan oleh dunia ini. (LA)

Questions:
1.Apa yang membuat manusia bergantung kepada teknologi?
2.Bagaimana caranya memiliki keyakinan bahwa “You Are Smarter Than AI”?
Values:
Ketika seseorang menyadari bahwa dirinya spesial dan berharga di mata Tuhan, maka ia akan memiliki keyakinan bahwa kemampuan Allah di dalam dirinya yang membuat dia lebih unggul dari yang dunia bisa tawarkan.

ROCK MINISTRY BALI

20 Dec, 00:28


https://youtu.be/Rg8YZzzaEvY?si=vJnzw3NFxoZemHup

ROCK MINISTRY BALI

20 Dec, 00:28


Fri, Dec 20, 2024

Kingdom's Quotes:
Orang yang berhikmat peka melihat kebutuhan yang kekal sehingga tak sembrono memutuskan sesuatu demi hal yang fana.
Bacaan Setahun:
Yes. 29-31, Why. 11

MENJUAL HAK SULUNG

“Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.” (Kejadian 25:34)

Hak Sulung adalah tradisi orang Yahudi di mana seorang anak sulung memperoleh berkat kesulungan dari ayahnya ditandai ia juga memperoleh warisan dua kali lipat lebih banyak dibanding saudara-saudaranya. Yakub dan Esau adalah saudara kembar. Sehingga isue hak kesulungan bagi anak kembar memang bisa menjadi pertikaian. Karena mereka lahirnya hampir bersamaan secara psikologis maka mereka berdua cenderung mempersoalkan hak sulung tersebut. Esau dianggap kakak Yakub yang usianya beberapa menit lebih tua. Sebagai adik yang terpaut beberapa menit Yakub berharap ialah yang sulung.

Suatu saat sepulang berburu Esau mencium masakan sup kacang merah yang lagi dimasak oleh Yakub. Sepertinya ia sudah sering makan masakan adiknya Yakub. Tapi hari ini ia lapar sekali, sehingga Esau merayu adiknya, minta s kacang merah dengan segera. Kesempatan ini dipakai secara licik oleh Yakub, ia meminta kakaknya menjual hak kesulungan dengan semangkuk kacang merah. Esau tak sanggup menahan kelaparannya. “Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom. Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu." Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?" Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.” (Kejadian 25:30-33)

Esau tidak melihat pentingnya hak kesulungan, pikirannya pendek, nafsunya telah mengalahkan akan siapa jati dirinya sebenarnya. Ia telah dijebak oleh adiknya dengan 'makanan kesukaannya, sup kacang merah'. Apa arti rohani dari kejadian ini? Esau dengan mudah mengambil keputusan penting tanpa pertimbangan yang matang, hanya melihat kebutuhan sesaat tanpa melihat akibat yang kekal. Di dalam kehidupan sehari-hari banyak orang Kristen sembrono, demi kenikmatan sesaat telah mengorbankan keluarganya, kariernya ataupun imannya. Kita telah banyak mendengar ada orang meninggalkan imannya gara-gara pacar, garagara harta, gara-gara jabatan. Hal yang bernilai sementara ditukar dengan hal yang bersifat kekal. Mereka itu ibarat menjual 'hak kesulungan' dengan semangkuk kacang merah. Penggambaran yang tepat untuk seorang yang hanya melihat kenikmatan dan manfaat sesaat, lalu mengambil keputusan sembrono. Mereka yang dengan gampang menukar hal yang fana yang bersifat kedagingan dengan nilai kehidupan yang bersifat kekal. (DD)

Questions:
1. Apa arti menjual hak sulung dengan semangkuk kacang merah?
2. Mengapa hal yang fana lebih menggiurkan dibanding hal yang kekal?
Values:
Sang Raja mengajarkan untuk bertindak hati-hati dan berhikmat saat memutuskan pilihan di dalam kehidupan

ROCK MINISTRY BALI

19 Dec, 04:54


Shalom Warga Kerajaan Allah, Kingdom Celebration (Onsite Service) 22 Desember 2024 hanya akan diadakan dalam 2 kali ibadah (pukul 10.00 dan 17.00 Wita)

Minggu ini kita akan dilayani oleh Pdt. Thomas Tanudharma

Harap datang lebih awal/sebelum ibadah dimulai agar anda bisa mengikuti ibadah dengan lebih nyaman

Sampai jumpa hari minggu nanti.

#KingdomCelebration #ROCKMinistry #GBIROCK #OnsiteService #TheYearOfKingdomInfluence

ROCK MINISTRY BALI

18 Dec, 23:20


https://youtu.be/L8SszjJ-XDk?si=SjGks3y_E2NRGMM_

ROCK MINISTRY BALI

18 Dec, 23:19


Thu, Dec 19, 2024

Kingdom's Quotes:
Tuhan memanggil kita untuk bertanggung jawab atas keputusan kita, bukan untuk mencari-cari pembenaran yang menyimpang dari kebenaran-Nya.
Bacaan Setahun:
Yes. 25-28 , Why. 10

TIDAK MENGUBAH FAKTA

"Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia" (Yohanes 19:1)

Kisah Pilatus adalah pelajaran besar tentang tanggung jawab dan ketakutan akan opini publik. Meski Pilatus berusaha keras untuk membebaskan Yesus, ia tetap tidak bisa menghindari kesalahan besar yang dilakukannya. Ia mencatatkan sejarah sebagai orang yang mengizinkan Anak Allah disalibkan. Tercatat empat kali ia mencoba membebaskan Yesus. Pertama, saat ia mengirim Yesus kembali kepada para pemimpin Yahudi, berharap mereka mengambil keputusan sendiri. Kedua, ketika ia mengirim Yesus kepada Herodes, dengan harapan Herodes akan menangani situasi tersebut. Ketiga, ketika Pilatus memberikan pilihan kepada orang banyak untuk membebaskan Yesus atau Barabas, berharap mereka memilih Yesus. Keempat, ia mencuci tangannya di depan umum, seolah-olah ingin lepas dari tanggung jawab.

Namun, semua upaya ini tidak mengubah FAKTA bahwa Pilatus tetap terlibat dalam penyaliban Yesus. Mengapa demikian? Karena pada akhirnya, Pilatus lebih takut akan ancaman dan desakan orang-orang Yahudi, yang memperingatkannya bahwa melepaskan Yesus berarti dia melawan Kaisar (Yohanes 19:12-13). Demi menjaga posisinya dan menghindari konflik dengan otoritas Roma, Pilatus menyerahkan Yesus untuk disalibkan. Meskipun hatinya mungkin penuh penyesalan atau rasa bersalah, itu tidak mengubah kenyataan bahwa dia tetap menyerahkan Yesus kepada mereka.

Kita juga sering seperti Pilatus. Berapa kali kita mencoba merasionalisasi atau mencari alasan untuk membenarkan perbuatan yang salah? Mungkin kita cepat memaklumi karakter buruk kita sendiri; memaklumi alasan untuk tidak hadir di ibadah hari Minggu; membenarkan mengapa kita enggan bersaksi tentang iman kita; menggunakan alasan untuk membenarkan dosa seperti perselingkuhan; memberi pembenaran mengapa kita tidak menolong sesama yang membutuhkan.

Kisah Pilatus mengajarkan bahwa alasan-alasan semacam itu tidak dapat diterima. Kita tetap harus bertanggung jawab atas tindakan kita. Tuhan menghendaki kita hidup berdasarkan standar-Nya, bukan standar kita sendiri. Jadikan firman Tuhan sebagai pedoman, bukan hanya saat nyaman, tetapi terutama saat kita dihadapkan pada tantangan. Jangan takut berdiri teguh dalam kebenaran, meskipun itu berarti harus melawan arus dunia. Tanggung jawab kita adalah untuk melakukan apa yang benar, bukan sekadar apa yang aman atau nyaman. (DH)

Questions:
1. Apa yang dapat kita pelajari dari keputusan Pilatus dalam menghadapi tekanan dari orang banyak?
2. Bagaimana cara kita mengenali dan menghindari pembenaran terhadap tindakan yang salah dalam hidup kita?
Values:
Alasan yang kita buat tidak mengubah kebenaran; setiap tindakan kita tetap memiliki konsekuensi.

ROCK MINISTRY BALI

18 Dec, 02:51


Shalom Warga Kerajaan Allah, mari awali tahun baru dengan iman dan pengharapan yang selalu diperbaharui dalam Kristus Yesus.

Bergabunglah dengan kami untuk Kebaktian Tahun Baru yang penuh berkat di GBI ROCK Lembah Pujian saat kita menutup Tahun 2024 & menyambut 2025 - The Year Of Preparation.

Selasa, 31 December 2024
Ibadah 1 - 17.00 Wita
Ibadah 2 - 22.00 Wita
Menorah Hall - GBI ROCK Lembah Pujian Bali
Dress Code - Formal Casual

NOTE :Tidak diperlukan pendaftaran

See you on church and Jesus Bless You

#KebaktianTahunBaru #TheYearOfPreparation #ROCKMinistry #ROCKLembahPujian #NewYearService #Church

ROCK MINISTRY BALI

18 Dec, 02:45


Christmas Celebration 2024
SON OF MAN (Daniel 7:13-14)

Shalom Warga Kerajaan Allah, Ibadah Natal GBI ROCK Lembah Pujian tahun 2024 akan diadakan dalam 3 kali ibadah yang akan dilayani oleh Pdt. Timotius Arifin Tedjasukmana

Berikut adalah jadwal Ibadah Natal GBI ROCK Lembah Pujian Bali Tahun 2024

24 December 2024 - Pukul 17.00 Wita
25 December 2024 - Pukul 10.00 & 17.00 Wita

Semua ibadah diadakan di Menorah Hall ROCK Lembah Pujian tanpa perlu melakukan pendaftaran online

Tuhan Yesus Memberkati

#ibadahnatal #gbirocklembahpujian
#rockministry #perayaannatal

ROCK MINISTRY BALI

18 Dec, 00:15


https://youtu.be/hSQLEyLy9YM?si=BrHpDfs_6uDbPopA

ROCK MINISTRY BALI

18 Dec, 00:14


Wed, Dec 18, 2024

Kingdom's Quotes:
Ketaatan dengan iman kepada Allah mengalahkan hikmat dunia.
Bacaan Setahun:
Yes. 22-24 , Why. 9

KETAATAN TOTAL

“Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.” (Kejadian 6:9 - TB)

Nuh dikenal sebagai seorang yang hidup benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya. Luar biasa. Tidak mudah hidup di tengah-tengah bangsa yang sebagian besar bahkan hampir seluruh manusia hidup tidak benar di zaman itu. Kej. 6:12 ditulis, “Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.” Berani hidup benar dan bertindak sesuai perintah Tuhan tentu akan menghadapi banyak tantangan. Nuh disuruh membuat bahtera dengan ukuran dan bahan tertentu. Bayangkan di tengah panas terik, Nuh membuat bahtera yang sangat besar. Meski tidak tertulis di Alkitab komentar atau sikap orang-orang saat melihat Nuh membuat bahtera tersebut. Pastilah mereka merasa aneh dan menganggap Nuh 'orang gila’. Bisa jadi mereka mengolok-olok dan menertawakan Nuh.

Tahukah Anda, orang benar seringkali dianggap “orang aneh” karena orang benar hidupnya tidak sama dengan sebagian besar orang yang biasa menjalani hidup pada umumnya. Orang sekitarnya mungkin biasa melakukan korupsi, lalu ada orang benar yang tidak melakukan hal itu, maka akan menjadi 'aneh’ bagi orang sekitarnya. Orang benar yang tidak memanfaatkan atau mengambil kesempatan melalui jabatannya untuk kepentingan pribadi maka akan dianggap ‘bodoh’ bagi dunia. Firman Tuhan katakan dalam 1Kor. 1:27 “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.” Saudaraku, hidup kita sebagai warga Kerajaan Allah seharusnya kita hidup tidak sama dengan sistem dunia.

Ibr. 11:7a, “Karena iman, maka Nuh-dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan -dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya.” Kita tahu, hanya Nuh dan keluarganya yang mendapat kasih karunia Tuhan yaitu diselamatkan dari air bah. Mari kita berani hidup berbeda dengan dunia. Tetaplah jadi orang benar, memiliki prinsip 'taat kepada Allah’ daripada sekedar “menyenangkan hati manusia.” Satu hal penting yang membuat Nuh berhasil taat melakukan perintah Allah adalah Nuh hidup bergaul dengan Allah. Hidup bergaul dengan Allah akan membuat hidup kita makin serupa dengan Allah. (RJ)

Questions:
1. Apa makna ketaatan total kepada Allah bagi Anda?
2. Pernahkah Anda diperhadapkan pada situasi yang harus taat kepada Allah daripada taat kepada manusia? Keputusan apa yang Anda ambil?
Values:
Berani melangkah dengan iman untuk hidup taat kepada Allah.

ROCK MINISTRY BALI

15 Dec, 22:00


https://youtu.be/31_BmFT3DS8?si=cxdtMV6AueOJ3UvS

ROCK MINISTRY BALI

15 Dec, 21:41


Mon, Dec 16, 2024

Kingdom's Quotes:
Rangkailah setiap perbedaan yang ada untuk dijadikan sebuah harmoni yang indah, sehingga orang sekitar pun terpana dibuatnya.
Bacaan Setahun:
Yes. 14-16, Why. 7 ,Mzm. 23

PERBEDAAN TIDAK HARUS DIPERDEBATKAN

“Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.” (Kolose 3:18-19)

Tepat hari ini kami mencapai usia pernikahan yang ke 3.650 hari. Saya teringat dulu sebelum memutuskan untuk mempersunting perempuan ‘arek Suroboyo’ ini, beberapa orang mengingatkan kalau jalan ke depannya tidak akan mudah. Ya, mereka bilang seperti itu tentu ada dalil-dalilnya tersendiri. Dari dalil yang masuk akal sampai ke alasan yang absurd. Ada yang bilang kalau saya menikah dengan dia, nanti jika memiliki anak, warna kulitnya bakalan belang-belang. Maklum, istri saya berkulit putih, saya relatif gelap. Dan puji Tuhan anak saya mukanya putih, tangan dan kaki serta badannya cenderung seperti saya. Dalam pikiran saya, “benar juga ya kata teman saya dulu.”

Tentu saja ini contoh kecil ucapan gurauan dari seorang teman baik saya waktu itu. Perbedaan-perbedaan fisik tentu saja tidak bisa kami ubah, seperti dari warna kulit, mata saya yang besar, istri sipit, dia cantik, saya ganteng, dan seterusnya. Lalu bagaimana dengan kebiasaan sahari-harinya? Banyak juga perbedaannya. Dalam hal memasak telor, istri suka ceplok, saya suka dadar. Dalam hal memasak sayur juga demikian, saya suka masakan manis, istri cenderung lebih memilih asin. Hal ini masih terjadi sampai sekarang, dan bagi kami semua baikbaik saja, tidak perlu diperdebatkan.

Ayat renungan bacaan hari ini adalah pesan bapak pendeta 10 tahun yang lalu saat memberi petuahnya dalam upacara sakral “Pemberkatan Nikah” kami di salah satu gereja di Surabaya. Sampai sekarang kami terus berusaha menjaga komitmen masing-masing. Sebagai suami, saya harus menghidupi kalimat, “Kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar”. Sementara istri saya belajar menghidupi kalimat, “Tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.”

Perbedaan dalam sebuah hubungan suami-istri tidak selalu harus diperdebatkan, apalagi harus berakhir di pengadilan. Pernikahan bukan untuk menentukan ‘siapa ikut siapa’. Yang harus dibangun adalah saling menopang untuk menghidupi kebenaran Firman-Nya setiap saat. Apakah selalu mulus perjalanannya? Tentu saja tidak! Lalu apakah akan menyerah? Tidak akan! Selama masih sama-sama percaya Yesus sebagai Tuan dalam keluarga kita, tidak ada hal yang tidak bisa diselesaikan dengan baik-baik. Berusahalah untuk terus hidup dalam damai sejahtera dengan semua anggota keluarga kita, terutama kepada suami/istri kita. Tuhan akan memampukan dan memberkati keluarga kita. Amin. (HB)

Questions:
1. Apa kunci sebuah hubungan menjadi langgeng?
2. Apakah Anda pernah mengalami permasalahan di dalam keluarga Anda, bagaimana Anda menanganinya? Diskusikan.
Values:
Jadikan keluargamu sebagai alat kepanjangan Tuhan untuk memberkati keluarga-keluarga lain, terutama bagi mereka yang belum mengenal Tuhan Yesus.

ROCK MINISTRY BALI

15 Dec, 03:56


https://youtu.be/HGNSh-qPUdI?si=jWulP5CazVepM6cR

ROCK MINISTRY BALI

15 Dec, 01:26


Sun, Dec 15, 2024

Kingdom's Quotes:
Kedewasaan tidak ditentukan seberapa banyak umur kita, tetapi seberapa besar peran kita dalam menghidupi budaya Kerajaan Allah dan hidup benar di dalamnya.
Bacaan Setahun:
Yes. 10-13, Why. 6

MENGHIDUPI BUDAYA KERAJAAN

“Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya, dan pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan.” (2 Tawarikh 34:2-3)

Raja Yosia adalah yang terakhir dari raja Yehuda yang hidup benar di hadapan Tuhan. Ia diangkat menjadi raja Yehuda pada usia 8 tahun dan pada usia 16 tahun ia mulai dengan sungguh-sungguh mencari Tuhan dan 4 tahun kemudian ia mulai membersihkan Yehuda dari penyembahan berhala. Jika kita mempelajari kitab Tawarikh dan kitab Raja-raja maka kita bisa melihat bagaimana keridupan bangsa Israel, khususnya kerajaan Yehuda pada zaman itu. Sesungguhnya raja Yosia tidak mendapatkan teladan yang baik dari ayahnya. Raja Amon ayahnya melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, demikian juga kakeknya raja Manasye juga melakukan apa yang jahat. Bahkan Raja Manasye menyesatkan bangsa Yehuda dalam penyembahan berhala dan menuntun kepada kejahatan yang begitu gelap. (2 Raja-raja 21:9).

Raja Yosia merupakan raja yang cukup unik, pengangkatannya sebagai raja dalam usia yang sangat muda yaitu 8 tahun. Meskipun dalam usia muda, ia tetap memiliki cara pemerintahan yang berbeda dengan ayah maupun kakeknya. Raja Yosia juga mencari Tuhan dengan kesungguhan hati, artinya bahwa dasar pemerintahan yang akan dibuatnya tetap diawali dengan penyerahan diri dan pertolongan Allah. Sikap Raja Yosia ini menunjukkan bahwa pemerintahan yang benar hanya bisa terjadi ketika Allah Sang Pemilik kehidupan berperan di dalam proses kehidupannya. la selalu melakukan apa yang benar di mata Tuhan dan tidak menyimpang ke kanan maupun ke kiri. Ia hidup dalam budaya Kerajaan Allah yang jauh berbeda dengan budaya kehidupan dunia bahkan di masa pemerintahannya ia kembali memajukan budaya Kerajaan Allah yang telah lama mati. Sekalipun dalam usia yang masih sangat muda, ia sudah mampu membedakan mana yang benar dan berkenan kepada Allah sehingga ia dimampukan untuk memerintah sebagai raja selama 31 tahun.

Bahkan di masa pemerintahannya, ia menjauhkan segala berhala, mezbah-mezbah para Baal dirobohkan di hadapannya; ia menghancurkan pedupaan-pedupaan yang ada di atasnya; ia meremukkan dan menghancurluluhkan tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patungpatung tuangan, dan menghamburkannya ke atas kuburan orang-orang yang mempersembahkan korban kepada berhala-berhala itu. Tulang-tulang para imam dibakarnya di atas mezbah-mezbah mereka. Demikianlah ia mentahirkan Yehuda dan Yerusalem. (2 Tawarikh 34:4-5)

Rasul Paulus juga pernah mengingatkan Timotius, “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4:12). Demikian pula di dalam kehidupan kita sebagai warga Kerajaan Allah, kita harus hidup dalam budaya Kerajaan Allah. budaya kerajaan Allah bukan berfokus kepada hal-hal lahiriah, tetapi berfokus kepada kualitas-kualitas batin seperti karakter, nilai-nilai, norma, etika dan moralitas serta hidup di dalam kebenaran, damai sejahtera dan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus sebagaimana Raja Yosia kerjakan pada masa pemerintahannya. (RSN)

Questions:
1. Apa yang dikerjakan raja Yosia untuk memajukan budaya Kerajaan Allah pada masa pemerintahannya?
2. Bagaimana sikap kita sebagai warga Kerajaan hidup sesuai dengan budaya Kerajaan Allah?
Values:
Hidup sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah menunjukkan bahwa Allah sang Pemilik kehidupan berperan di dalam setiap proses kehidupan warga Kerajaan untuk memajukan budaya Kerajaan

ROCK MINISTRY BALI

15 Dec, 01:26


Allah.

ROCK MINISTRY BALI

03 Dec, 02:15


Christmas Celebration 2024
SON OF MAN (Daniel 7:13-14)

Shalom Warga Kerajaan Allah, Ibadah Natal GBI ROCK Lembah Pujian tahun 2024 akan diadakan dalam 3 kali ibadah yang akan dilayani oleh
Pdt. Timotius Arifin Tedjasukmana

Berikut adalah jadwal Ibadah Natal GBI ROCK Lembah Pujian Bali Tahun 2024

24 December 2024 - Pukul 17.00 Wita
25 December 2024 - Pukul 10.00 & 17.00 Wita

Semua ibadah diadakan di Menorah Hall ROCK Lembah Pujian tanpa perlu melakukan pendaftaran online

Tuhan Yesus Memberkati

#ibadahnatal #gbirocklembahpujian
#rockministry #perayaannatal

ROCK MINISTRY BALI

03 Dec, 02:14


https://youtu.be/z89g1E5oaAI?si=eGyWcG2p68oYAPgn

ROCK MINISTRY BALI

03 Dec, 02:13


Tue, Dec 3, 2024

Kingdom's Quotes:
Penyangkalan diri bukan kelemahan, melainkan kekuatan yang mengarahkan kita pada kehendak Tuhan.
Bacaan Setahun:
Neh. 10, Kis. 22

VISI KRISTUS

“Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah nabi-nabi yang bebal, yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan" (Yehezkiel 13:3)

Nabi Yehezkiel berdiri teguh menghadapi para nabi palsu Israel, yang tidak menyampaikan kebenaran dari Tuhan, melainkan menyiarkan visi yang lahir dari hati mereka sendiri. Meski tampak mengesankan, dengan pakaian mewah dan simbol kesuksesan duniawi, mereka hanyalah pengkhotbah kemegahan dunia. Sebaliknya, Yehezkiel, dengan kesederhanaannya, adalah hamba Tuhan sejati yang setia kepada kebenaran.

Renungan ini menegaskan bahwa hamba Tuhan bukan hanya predikat bagi pendeta atau penginjil, tetapi bagi semua orang percaya. Kita semua telah ditebus dan dipanggil untuk menjadi pelayan-Nya (1 Korintus 6:20). Apa saja karakteristik hamba Tuhan sejati?

Pertama, dipenuhi dengan visi Kristus. Hamba Tuhan sejati memiliki hati dan pikiran yang dipenuhi dengan visi Kristus. Ambisi dan cita-cita pribadinya sudah terkubur bersama Kristus. Musa, misalnya, meninggalkan segala kemuliaan Mesir demi penderitaan bersama umat Allah di padang gurun. Rasul Paulus juga menjalani hidup yang dipenuhi visi Kristus, menganggap penderitaan sebagai bagian dari kehendak Allah yang mulia. Bagi Paulus, tidak ada harga yang terlalu besar untuk memuliakan Tuhan.

Kedua, menjalani penyangkalan diri. Penyangkalan diri adalah dasar kekristenan. Yesus berkata bahwa setiap murid-Nya harus menyangkal diri dan memikul salib setiap hari (Lukas 9:23). Paulus dengan serius melatih tubuh dan pikirannya agar tetap terkendali (1 Korintus 9:27). Dalam dunia yang penuh godaan, termasuk pengaruh dari media yang memicu nafsu, kita harus terus mengasah diri dengan firman Tuhan, menjaga hati dan pikiran tetap terarah kepada-Nya.

Ketiga, berani melawan dosa. Menegur dosa membutuhkan keberanian khusus, terutama jika menyangkut orang yang dihormati. Kita mungkin takut kehilangan hubungan, tetapi lebih penting lagi adalah menjaga kebenaran. Hamba Tuhan sejati tidak berkompromi, melainkan dengan kasih menuntun orang kembali ke jalan yang benar. Keberanian ini lahir dari kasih yang mendalam pada sesama dan kesetiaan kepada Allah.

Semoga kita semua menjadi hamba Tuhan yang sejati, dipenuhi dengan visi Kristus, hidup dalam penyangkalan diri, dan memiliki keberanian melawan dosa demi kemuliaan Tuhan. (DH)

Questions:
1. Mengapa visi Kristus sangat penting dalam kehidupan seorang hamba Tuhan?
2. Apa tantangan terbesar dalam menjalani penyangkalan diri di zaman modern ini?
Values:
Hamba Tuhan sejati tidak hidup untuk ambisi pribadi, tetapi untuk visi Kristus yang mengubahkan.

ROCK MINISTRY BALI

02 Dec, 00:12


https://youtu.be/va8CRkKa9oo?si=BkhFS78n2W6g8WmB

MEMBANGUN PASUKAN DOA

(sumber: Understanding The Purpose And Power Of Prayer, DR. Myles Munroe)

Senin 2 Desember 2024

Firman Membangun Iman (2)

Anda harus bekerja berdasarkan apa yang disebut iman – iman kepada Allah dan Firman-Nya. Yesus berkata, “Ada tertulis : Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah” (Matius 4:4). Iman Anda perlu diberi makan. Iman perlu makan dari Firman Allah, jika Anda harus bertahan secara rohani. Berilah iman Anda makan dari Firman Allah, dan kemudian pastikan Anda bertindak berdasarkan Firman itu. Ini sangat penting. Perkataan manusia adalah manusia itu sendiri; Firman allah adalah allah sendiri. Jika Anda ingin hidup seperti anak Allah, maka Anda harus mempercayai Firman-Nya. Iman berarti meyakini dengan sungguh-sungguh janji-janji Allah kepada manusia. Percaya kepada Allah ialah berpegang pada Firman-Nya, mengajukan permohonan berdasarkan Firman-Nya, dan kemudian bertindak seakan-akan Anda memiliki surat kepemilikan atas apa yang telah dijanjikan-Nya. Ingatlah bahwa lebih baik, aman, sehat, dan masuk akal bila Anda hidup karena iman daripada karena keragu-raguan dan angan-angan. Orang yang hidup karena keragu-raguan dan angan-angan menderita tekanan darah tinggi, frustasi, tekanan batin, dan kemarahan. Mereka marah kepada dunia, sebab mereka tidak dapat melihat apa-apa di luar pengharapan yang lemah. Namun, orang yang hidup karena iman menentang pengertian dunia. Mereka merasa damai dan sukacita, bahkan ketika mereka sedang mengalami masa sukar. Seperti Yesus, mereka bisa tidur di tengah topan badai.

Pokok Doa :
1. Berdoa supaya setiap warga Kerajaan, kuat dan mampu bertahan bahkan maju ketika tantangan dunia yang semakin menggerogoti pengharapan orang percaya dengan kenyataan yang terbalik dari apa yang Firman nyatakan. Supaya mereka kuat menentang pengertian dunia dan hidup karena percaya Firman Allah.

Pekerjaan iman adalah bertindak sesuai Firman Allah bukan karena apa yang kita lihat.

ROCK MINISTRY BALI

01 Dec, 22:36


https://youtu.be/1Ol6GKsKo1s?si=tq4KF6gJfWDC6VRJ

ROCK MINISTRY BALI

01 Dec, 22:34


Mon, Dec 2, 2024

Kingdom's Quotes:
Biasakan pola hidup kita setara dengan pola Kerajaan Allah, dengan begitu kita akan mudah memajukan budaya Kerajaan-Nya atas bumi yang kita pijak.
Bacaan Setahun:
Neh. 8-9 , Kis. 21

MEMAJUKAN BUDAYA KERAJAAN

“Sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya. Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu. (1 Tesalonika 1:7-8)

Pernahkah kita memikirkan kota tempat tinggal kita? Apakah kita rindu agar kota kita mengalami lawatan kuasa Allah? Kisah Para Rasul 1:8 menuliskan bahwa Tuhan mencurahkan Roh Kudus kepada kita agar kita menjadi saksi bagi kota tempat kita tinggal. Tuhan sudah memberikan potensi yang besar kepada kita untuk memengaruhi kota. Kita adalah garam dan terang bagi kota ini.

Yeremia 29:7 menuliskan, ”Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu”. Kalau ada banyak orang yang sedang menertawakan berbagai kekusutan dan keterpurukan yang terjadi di bangsa ini, Anda justru harus meratap dan menangis di hadapan Tuhan! Anda harus berdoa agar Tuhan berkehendak untuk memulihkan kota kita. Mengusahakan kesejahteraan kota merupakan perintah Tuhan atas hidup kita

Rasul Paulus menyebut jemaat di Tesalonika sebagai jemaat yang bukan hanya berakar tetapi juga bertumbuh dan berbuah. Ia bersyukur kepada Allah dan ia selalu menyebut mereka dalam doanya. Mengapa Paulus berbuat demikian? Sebab jemaat di Tesalonika telah menjadi jemaat yag sehat dan bertumbuh dalam budaya Kerajaan. Iman mereka terus menghasilkan perbuatan baik, kasih mereka terwujud secara nyata dan mereka terus bertekun dalam pengharapan akan kedatangan Kristus yang kedua kali. Mereka memajukan budaya Kerajaan bukan hanya di Tesalonika, tetapi juga memperluas sampai ke kota-kota lain, bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi bahkan di semua tempat.

Ada tiga alasan mengapa kita harus menjangkau kota. Pertama, kota adalah tempat konsentrasi manusia yang terbanyak. Jadi dengan menjangkau kota, kita menjangkau lebih banyak orang. Kedua, kota menjadi kumpulan berbagai suku, budaya, dan bahasa. Artinya, Tuhan rindu agar suku-suku bangsa mengenal-Nya. Ketiga, kota adalah pusat pemerintahan jasmani dan rohani. Dalam konteks pusat pemerintahan rohani, iblis dan roh jahat juga membangun pemerintahan di dalamnya. Saat ini, Tuhan sedang membangkitkan gereja-Nya untuk memerintah atas kota. Tuhan ingin agar kita memajukan kota kita dengan budaya Kerajaan Allah.

Bagaimana caranya? Kita harus membangun komunitas ilahi di dalamnya. Komunitas dengan budaya Kerajaan tempat Allah berdiam. Tuhan rindu agar kita memajukan budaya Kerajaan di setiap area atau lokasi, misalnya di sekolah/kampus, perkantoran, dan di segala lapisan masyarakat. Anda setuju? (AU)

Questions:
1. Apakah Anda sudah berdoa dan mengusahakan kesejahteraan kota di mana Anda berada saat ini? Mengapa?
2. Mengapa kita harus memajukan budaya Kerajaan Allah di setiap kota? Diskusikan!
Values:
Setiap warga Kerajaan memiliki fungsi dan tugas yang sama yaitu memajukan budaya Kerajaan Allah atas kota/tempat di mana dia berada.

ROCK MINISTRY BALI

01 Dec, 09:29


https://youtu.be/tLfddUripxI?si=QQz8uAGVAH78QIDZ

ROCK MINISTRY BALI

01 Dec, 09:28


Sun, Dec 1, 2024

Kingdom's Quotes:
Kehadiran kita hendaknya membawa budaya Kerajaan Allah sehingga kasih, kuasa, berkat dan damai sejahtera Allah hadir di mana pun kita berada.
Bacaan Setahun:
Neh. 7, Kis. 20

ADVANCING KINGDOM CULTURE

“Sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya. Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersebar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu.” (1 Tesalonika 1:7-8 - TB2)

Welcome December. Sungguh luar biasa tuntunan Tuhan kepada kita sehingga tanpa terasa kita sudah memasuki penghujung tahun 2024. Tema renungan bulan Desember 2024 ini adalah Advancing Kingdom Culture yang memiliki arti 'Memajukan Budaya Kerajaan'. Menurut Merriam Webster Dictionary, culture adalah kata benda yang memiliki arti the customary beliefs, social forms, and material traits of a racial, religious, or social group yaitu kepercayaan adat, bentuk sosial, dan ciri-ciri material dari suatu kelompok ras, agama, atau sosial. Kata culture berasal dari bahasa Latin cultura yang memiliki arti cultivated land, cultivation yaitu tanah yang dibudidayakan, budidaya.

Sementara itu kata budaya dalam KBBI memiliki arti: 1) pikiran; akal budi; 2) adat istiadat; 3) sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang (beradab, maju); 4) sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah sukar diubah. Maka arti sederhana dari kata budaya adalah suatu kepercayaan, pemikiran dan perilaku yang dipegang teguh dan sudah menjadi kebiasaan sehari-hari yang tidak mudah diubah. Maka kata Advancing Kingdom Culture atau Memajukan Budaya Kerajaan memiliki arti sederhana Memajukan Budaya Kerajaan Allah yang tidak tergoyahkan oleh apa pun juga. Tujuan dari Advancing Kingdom Culture adalah mengubah segala macam budaya menjadi budaya Kerajaan Allah. Mari kita belajar tiga hal penting tentang Advancing Kingdom Culture.

Yang pertama, kamu telah menjadi teladan. Keteladanan hidup merupakan kebiasaan yang diulang secara terus-menerus sehingga menjadi kebiasaan otomatis dalam segala situasi, kondisi dan keadaan. Keteladanan tidak terjadi seketika namun melalui proses kehidupan yang berlangsung terus menerus. Keteladanan hidup yang kita miliki dan jalani menjadi sebuah budaya kehidupan sehingga di mana pun kita berada kita selalu menjadi berkat bagi orang dan lingkungan di sekitar kita.

Yang kedua, firman Tuhan bergema. Jika budaya Kerajaan Allah ada dalam kehidupan kita maka kita menjadi seorang Duta Besar Kerajaan Allah yang selalu membawa kebenaran Kerajaan Allah di mana pun kita berada. Secara tak langsung, ke mana pun kita pergi firman Tuhan turut bergema. Oleh sebab itu kita perlu memastikan siapa yang bertahta dalam kehidupan kita, jika hati kita terikat dengan uang, harta benda dan kekayaan duniawi maka kita menjadi hamba Mamon sehingga segala kegiatan kita pun selalu membincangkan hal Mamon dan bukan tentang Sang Raja.

Yang ketiga, telah tersebar kabar tentang imanmu. Iman yang kita miliki adalah berbicara tentang keyakinan kita. Jika kita hidup di dalam iman kepada Allah maka apa pun yang kita kerjakan akan selalu untuk memuliakan Allah. Oleh sebab itu orang dapat menilai kehidupan kita dari apa yang kita perkatakan dan lakukan setiap hari. Orang pun dapat melihat iman kita melalui kehidupan kita sehari-hari. Sudahkah kita memajukan budaya Kerajaan Allah? (DW)

Questions:
1. Mengapa kita harus memajukan budaya Kerajaan Allah di mana pun kita berada?
2. Bagaimana cara memajukan budaya Kerajaan Allah kepada sekitar kita?
Values:
Seorang Warga Kerajaan ALLAH adalah pribadi yang mau membagikan budaya Kerajaan Allah kepada lingkungan di sekelilingnya

ROCK MINISTRY BALI

30 Nov, 02:05


Sat, Nov 30, 2024

Kingdom's Quotes:
Keindahan pelangi adalah bukti Tuhan sebagai Pengendali alam semesta. Jangan ragukan kekuasaan dan cinta-Nya, jika ingin kehidupan Anda dibuat-Nya indah.
Bacaan Setahun:
Neh. 6, Kis. 19, Mzm. 59

TUHAN SANG PELUKIS AGUNG

“Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.” (Yesaya 49:16)

Pelangi pelangi alangkah indahmu. Merah Kuning Hijau di langit yang biru. Pelukismu agung siapa gerangan. Pelangi pelangi ciptaan Tuhan. Syair ini adalah lagu 'Pelangi Pelangi' yang diciptakan oleh AT. Mahmud, seorang pencipta lagu yang banyak menelurkan karya lagu untuk anak-anak. Ada penggalan yang menyatakan bahwa Tuhan adalah Sang Pelukis Agung yang membuat indah pelangi. Siapakah yang mengubah warna cabai dari hijau menjadi merah secara perlahan? Apakah ada petani yang melakukan perubahan warna tersebut? TUHAN adalah Sang Pencipta Agung yang memiliki kuasa atas segala ciptaan-Nya. Dia mengetahui setiap detail dalam hidup kita, bahkan lebih dari yang kita kenal tentang diri kita sendiri. Kita percaya pada kuasa Tuhan atas hidup dan masa depan kita. Oleh karena itu, kita harus menyajikan hidup yang diberikan kepada kita untuk kemuliaan-Nya.

Saudaraku yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, pengakuan akan kemahatahuan Tuhan atas kehidupan kita itu penting. Sebab dengan pengakuan tersebut terkandung sikap hidup hormat dan bergantung dengan kuasa pertolongan-Nya dan atas setiap persoalan yang kita hadapi dalam kehidupan ini. Tuhan sungguh mengenal dengan sempurna akan diri kita. Mazmur 139:1-4, “TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui ya TUHAN.”

Tidak ada yang dapat kita lakukan; baik itu duduk, berdiri, bekerja, atau beristirahat berbaring; yang tersembunyi dari penglihatan Tuhan. Bahkan angan-angan, pikiran, dan niat yang masih tersimpan dalam hati kita, bahkan sebelum terucapkan, sudah diketahui oleh Tuhan. Tidak ada celah sekecil apapun yang bisa menghindarkan kita dari pengawasan-Nya. Tuhan mengelilingi kita dari segala sisi, baik dari belakang, depan, maupun dari atas, dan dengan kuasaNya. Dia melindungi dan menjaga kita. Kepengetahuan Tuhan begitu dalam sehingga tak terjangkau oleh pikiran manusia. Saat menyadari keterbatasan dirinya, pemazmur menyatakan kekagumannya akan keajaiban pengetahuan Tuhan tentang dirinya. Ia mengatakan bahwa kebesaran Tuhan begitu tinggi sehingga tak terpahami. Bersama Tuhan, kita akan meraih kedamaian dan ketenangan jiwa, karena Dialah Sang Pelukis Agung yang akan mewarnai kehidupan kita menjadi indah dan penuh dengan makna. (AU)

Questions:
1. Apakah Anda menyadari bahwa TUHAN adalah Sang Pelukis Agung bagi kehidupan Anda? Apa respon Anda?
2. Hal apa yang sudah dan yang akan Anda lakukan ketika menyadari Tuhan Sang Pelukis Anda?
Values:
Tidak ada celah sekecil apapun yang bisa menghindarkan kita dari pengawasan-Nya. Jadi, jangan macam-macam dengan kekudusan Tuhan.

ROCK MINISTRY BALI

27 Nov, 00:57


King’s Sword

Rabu, 27 November 2024

Bacaan Setahun:
Neh. 1-2 ,Kis. 16, Mzm. 66

TINDAKAN KASIH

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:9)

Baru saja kami selesai diajak berdiskusi terkait materi pendidikan bahasa di era Generative AI dengan menjawab pertanyaan apakah kita bersedia terbang dengan pesawat yang dikemudikan oleh pilot dan tidak berkeberatan diperiksa dokter, atau diajar oleh guru yang semuanya lulus pendidikan dengan bantuan ChatGPT; kemudian ada lagi ajakan berdiskusi dalam renungan harian King’s Sword 27 September 2024: “Apakah kita merasa capek dengan tuntutan kehidupan yang harus berpadanan dengan karakter Kristus?” Pertanyaan ini terasa oratorik karena sudah dikunci dengan kalimat kesimpulan jika kita tidak mau menghidupi kehidupan Kristus, maka kehidupan kita akan dikuasai kedagingan kita. Tentu saja orang percaya tidak mau hidup dalam daging, karena tidak mungkin berkenan kepada Allah (Roma 8:8).

Warga Kerajaan yang terkasih, kalimat-kalimat tersebut sebenarnya saya gunakan sebagai kalimat pembuka saja, dan bukan dimaksudkan untuk menambah beban tuntutan kehidupan yang sudah berat dan membuat penat. Di tempat kerja, kita mungkin sudah merasakan banyak tuntutan atau pun target-target kerja yang harus dipenuhi; dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara pun sudah pasti ada tuntutan atau kewajiban-kewajiban yang harus dijalankan agar terhindar dari segala konsekuensi yang timbul. Beberapa orang mungkin saja mendapat iluminasi bahwa ada suatu tempat yang memberikan kelegaan dan damai sejahtera; lalu mereka pergi ke gereja. Setelah beberapa waktu berjemaat, kembali mereka termenung-menung, alias “thenger-thenger” (Bahasa Jawa), ketika para hamba Tuhan menggaungkan bahwa mengikut Tuhan dituntut harus memikul salib dan menyangkal diri, dalam dunia orang percaya menderita penganiayaan; tuntutan hidup kudus seolah-olah membawa kembali pada ikatan yang ketat (religare), sementara tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan (Ibrani 12:14).

Setelah menyeruput kembali kopi yang masih setengah cangkir, saya merenungkan kembali jargon anak muda tempo dulu ketika baru berpacaran: lautan akan diseberangi, jarak yang jauh pun akan dilalui untuk dapat bertemu dengan sang pujaan hati, meskipun kalau hujan terpaksa berteduh dulu. Yang pertama, kita perlu mengubah kata “tuntutan” tersebut menjadi “tindakan kasih.” Tuhan sudah mengasihi dan bahkan rela mati untuk kita, dan jika kita mengasihi-Nya, kita pasti akan melakukan hal-hal yang menyenangkan Dia. Kita dengan tulus dan senang hati melayani dan melakukan perintah-Nya, sehingga kita tidak lagi merasa lelah dituntut melakukan banyak hal untuk merefleksikan karakter Kristus dan memberikan pengaruh yang baik. Yang kedua, hendaknya kita tidak jemu-jemu atau merasa capek melakukan proses menghidupi Firman Tuhan yang terealisasi dalam perbuatan baik yang kita lakukan terhadap sesama, meskipun hasilnya tampak tidak sesuai dengan yang kita harapkan. (YL)

Questions:
1. Mengapa orang percaya datang ke gereja namun masih merasa dituntut melakukan banyak hal?

2. Dapatkah orang mengalami damai sejahtera tanpa melalui proses penganiayaan? Diskusikan!

Values:
Seorang warga Kerajaan seharusnya melakukan perintah Tuhan dengan suka cita dan sebagai tanda kita mengasihi-Nya.

Kingdom's Quotes:
Marilah kita mengubah pola pikir “tuntutan pekerjaan Tuhan” menjadi “tindakan kasih” kita kepada Tuhan.

ROCK MINISTRY BALI

24 Nov, 22:17


Mon, Nov 25, 2024

Kingdom's Quotes:
Karena kita hanya hidup sekali, pastikan hidup kita berarti. Kristus mau kita hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Bacaan Setahun:
Amos 5-7, Kis. 14

YOLO

“Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diriNya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia” (Ibrani 9:22)

Pernah dengar istilah "YOLO!!" saat seseorang sedang melakukan sesuatu yang mereka sukai? Kata ini sedang ngetrend, artinya "You Only Live Once" (Kamu Hanya Hidup Sekali). Maksudnya karena hanya hidup sekali, kita harus memaksimalkan kesenangan walaupun kadang konyol atau bahkan berbahaya. Sebenarnya, tidak ada yang baru di bawah matahari, tepat seperti kata Pengkhotbah. Ini konsep kuno Babilonia. Dalam Yesaya 22, dikatakan, "Makan, minum, dan bersenang-senanglah, karena kita akan mati besok.". Dari tahun 23 sebelum Masehipun kata Carpe Diem sudah muncul di Roma. Komik Snoopy juga pernah membahas hal ini, di mana Charlie duduk di samping Snoopy dan berkata, "YOLO." Snoopy menjawab, "Salah! Kita mati sekali, tapi kita hidup setiap hari."

Bagaimana seharusnya kita sebagai anak-anak Tuhan menyikapi hal ini? Apa pedoman Alkitabiah yang harus kita ikuti? Kita diajak untuk mati terhadap daging kita setiap hari, menyerahkan hak kita kepada Tuhan sebagai bentuk penghargaan kita atas pengorbanan Kristus di salib. Bagi anak Tuhan, kekekalan bukan dimulai dari kematian; tapi dari penciptaan. Jadi, kita harus memanfaatkan hari-hari kita sebaik mungkin. Jangan sia-siakan waktu. Bukan berarti kita tidak boleh bersenang-senang, ya. Saat dunia mementingkan kesenangan duniawi dan kebahagiaan semu sesaat, kita harus fokus pada sukacita. Kesenangan duniawi biasanya tergantung pada sikon, teman, harta, dan lain-lain. Sukacita tidak tergantung pada situasi. Kita bisa bersukacita bahkan saat bekerja keras, saat sakit dan meskipun tidak memiliki banyak harta. Di balik segala keadaan kita, Dia punya tujuan, Dia memberi kita harapan, dan kasih-Nya sangat melimpah.

Waspadalah terhadap serangan yang terkecil sekalipun. Ingatlah bahwa setan SELALU ingin menjatuhkan kita. Mereka selalu berusaha maju dan tidak pernah libur. Bapa segala kebohongan menggunakan cara apapun untuk mencuri, membunuh, dan menghancurkan (Yoh 10:10). Mereka mencuri waktu dan energi kita dari tujuan Tuhan. Mereka berbohong dengan memutarbalikkan firman Tuhan, membuat dogma palsu, dan menjebak kita untuk menjadi ekstrem (hyper grace, hyper pentacostal, doktrin dan aturan buatan manusia). Mereka memperdalam jurang antara anak dan ortu, sehingga sangat mudah untuk merebut anak ke dalam kuasa gelap. Mereka memisahkan suami istri dengan kebohongan bahwa berpisah lebih baik. Faktanya adalah, berkomitmen dalam perikahan sampai maut memisahkan memang tidak mudah, tetapi bercerai juga tidak gampang. Membesarkan anak dalam Firman tidak mudah, tapi melihat anak jatuh dalam kuasa gelap lebih sulit lagi. Semoga kita semua dapat memilih kesulitan kita dengan bijak. Yang jelas, saat kita memilih kebenaran, Tuhan ada di pihak kita. (SO)

Questions:
1. Dalam keseharian anda, adakah hal-hal penting yang anda korbankan karena kesenangan semata?
2. Bagaimana Anda mempertahankan diri dari serangan-serangan Iblis yang ingin menjatuhkan Anda? Diskusikan!
Values:
Pilihlah kesukaranmu dengan bijaksana karena jalan manapun memang tidak ada yang mudah

ROCK MINISTRY BALI

23 Nov, 23:11


https://youtu.be/5nRvWESIaac?si=CCFYppbxGrrEdSSb

MEMBANGUN PASUKAN DOA

(sumber: Understanding The Purpose And Power Of Prayer, DR. Myles Munroe)

Minggu 24 November 2024

Firman Menunjukkan Hakekat Allah (1)

Ayat Renungan : Bilangan 23:19

Selanjutnya, firman menunjukkan hakikat Allah yang mencerminkan kehendak-Nya. Sebab segala sesuatu yang dikatakan Allah adalah wahyu mengenai karakter dan tujuan-tujuan-Nya. Sekali lagi, Dia dan firman-Nya tidak dapat dipisahkan. Itulah sebabnya penggenapan firman Allah merupakan integritas pribadi bagi-Nya.

Pertanyaan bagi kita adalah : Bagaimana kita akan menanggapi apa yang dinyatakan firman mengenai karakter Allah?

Bilangan 23:19 berkata, “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta, bukan manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?” Apakah kita percaya bahwa Allah layak dihormati dan Ia memenuhi firman-Nya? Matius 5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesunguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini. Satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Maksudnya setiap agenda dari Allah melalui firman yang sampai kepada kita, tidak akan gagal atau dibatalkan, tetapi pasti digenapi-Nya dan tejadi pada waktu dan kehendak-Nya.

Sebab itu untuk setiap firman Allah yang kita terima, kita harus percaya, supaya firman dengan leluasa berkarya melalui setiap doa-doa kita. Salah satu prinsip utama doa yang dijawab adalah percaya kepada hakikat Allah yang dapat dipercaya, yaitu Allah yang menjadi sasaran doa Anda. Kuasa doa Anda bergantung pada-Nya. Firman Allah akan bekerja dalam kehidupan Anda hanya kalau Anda mempercayainya :

1 Tesalonika 2:13 Karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi—dan memang sungguh-sungguh demikian—sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.

Pokok Doa :
1. Warga Kerajaan Allah memahami bahwa firman Allah adalah hakikat dan kehendak-Nya. Juga setiap janji-Nya pasti digenapi.

2. Warga Kerajaan Allah senantiasa menjaga hati dan senantiasa bersyukur, supaya firman Allah yang berkuasa dapat leluasa bekerja.

Setiap janji didalam Firman Allah adalah Hakikat dan Kuasa Allah yang pasti digenapi-Nya.

ROCK MINISTRY BALI

23 Nov, 23:08


https://youtu.be/SXBysBScwiU?si=BT4KXD91Ppp7ZGUl

ROCK MINISTRY BALI

23 Nov, 23:04


Sun, Nov 24, 2024

Kingdom's Quotes:
Apa yang fana akan pudar, tetapi kasih Tuhan untuk kita adalah kekekalan yang harus kita kejar tanpa henti.
Bacaan Setahun:
Amos 3-4, Kis. 13

DIA RINDU BERSAMA KITA

“Dan, jika Aku pergi dan menyediakan sebuah tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawamu kepada-Ku supaya di mana Aku berada, kamu pun berada.” (Yohanes 14:3 - AYT)

Yesus tidak main-main ketika Ia berkata dalam Yohanes 14:3, "Aku akan datang kembali dan membawamu kepada-Ku." Ini bukan sekadar janji biasa. Ini adalah janji cinta yang tak tergoyahkan! Yesus, sang Mempelai Laki-laki, sedang mempersiapkan tempat istimewa bagi kita—gereja-Nya, mempelai perempuan-Nya. Ini bukan hubungan sekadar pencipta dan ciptaan; ini adalah undangan untuk masuk ke dalam keintiman, kedekatan yang mengguncang hati kita. Tuhan tidak hanya ingin kita tahu tentang Dia, tetapi ingin kita bersama-Nya—dekat, nyata, dan selamanya!

Bayangkan! Tuhan semesta alam tidak hanya menciptakan dunia, tapi Dia rindu bersama kita. Ketika Yesus naik ke surga, Ia tidak pergi begitu saja. Tidak! Ia mengutus Roh Kudus sebagai Penolong bahwa kita tidak akan sendirian. Roh Kudus adalah sahabat, pelindung, dan pembimbing kita dalam menghadapi setiap cobaan, godaan, dan tipu daya Iblis yang terus menerus mengincar kita.

Janji Yesus untuk kembali bukanlah dongeng; ini adalah janji yang pasti. Janji yang seharusnya menarik kita dari segala kenyamanan duniawi. Hidup kita di dunia ini hanyalah persiapan untuk sesuatu yang jauh lebih besar—kemuliaan abadi. Jika saat ini kamu merasa lelah, tertekan oleh pergumulan hidup, ingatlah: ini hanya sementara! Segala penderitaan ini tak sebanding dengan kemuliaan yang menanti kita

Sebagai umat Tuhan, kita tidak boleh lengah. Kita wajib hidup sebagai mempelai yang siap, hidup dalam kesucian, dan tak bercela. Dunia menawarkan godaan, tetapi jangan lupa: janji Tuhan jauh lebih besar dari apa pun yang ditawarkan dunia ini. Hidup dengan harapan berarti kita harus siap setiap saat, menantikan saat di mana kita akhirnya bersama dengan Tuhan, di tempat yang Dia siapkan sendiri untuk kita.

Janji kekekalan ini bukan hanya untuk menghibur kita di tengah hiruk-pikuk dunia yang penuh dengan kebisingan dan gangguan, tetapi untuk mengingatkan kita bahwa kehidupan di sini hanyalah sementara. Apa yang ada di dunia ini hanyalah fatamorgana; yang abadi adalah kedekatan kita dengan Tuhan. Jadi, berhenti terpaku pada dunia yang fana ini. Fokuslah pada hal-hal yang kekal.

Mari kita hidup dengan pengharapan yang kuat dan sukacita yang meluap-luap! Setiap detik adalah kesempatan untuk lebih dekat dengan Tuhan, untuk merasakan cinta-Nya yang luar biasa, dan menanti saat di mana kita akan hidup dalam keabadian bersama-Nya. Janji ini bukan hanya teori belaka, tapi janji kehidupan yang nyata, kekal, dan penuh kemuliaan! (DH)

Questions:
1. Apakah saya benar-benar merindukan Tuhan di atas segalanya?
2. Bagaimana saya mempersiapkan diri menyambut Yesus kembali?
Values:
Di tengah hiruk-pikuk dunia, suara Tuhan selalu memanggil kita untuk dekat dan tinggal bersama-Nya selamanya.

ROCK MINISTRY BALI

22 Nov, 22:57


Sat, Nov 23, 2024

Kingdom's Quotes:
Jika Anda terpaksa harus mengeluh, setidaknya lakukan hal itu saat Anda berbincang secara pribadi dengan Sang Pencipta Anda!
Bacaan Setahun:
Amos 1-2 ,Mzm. 142 ,Kis. 12

STOP MENGELUH!

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18)

Suatu saat saya bertemu dengan teman sesama pensiunan. Ternyata ada satu hal yang tidak berubah dalam hidup salah satu rekan saya yaitu suka mengeluh. Dulu, pada waktu masih bekerja, dia suka mengeluhkan hidupnya; gaji kecil, tidak cukup untuk biaya bulanan, bayar anak sekolah mahal, istri tidak mau mengerti dan sebagainya. Memang benar, ada orang yang punya kebiasaan mengeluh, menggerutu bahkan marah-marah tanpa alasan dan mereka seolah menikmati hal-hal tersebut. Mulai bangun pagi sampai malam hari, ada saja hal-hal yang dikeluhkan. Seorang pengeluh akan mengeluh kapan saja dan di mana saja.

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan. Dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan, kalau harihari tidak diwarnai dengan keluhan rasanya hidup kurang berwarna. Bila kita memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, kita akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Siapakah yang lebih bisa membangun?

Mungkin kita bukan seorang pengeluh, tapi sering kali dalam kehidupan kita, ketika kita menghadapi masalah, keadaan yang sulit, tantangan, kita merasa tidak mampu dan akhirnya kita bersungut-sungut di hadapan Tuhan. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan. Artinya sesuatu atau banyak hal tidak berjalan sesuai keinginan atau rencana. Seorang ‘tukang komplain’ biasanya tahu akan penyertaan Tuhan, mereka tahu akan banyaknya berkat Tuhan di dalam kehidupannya, akan tetapi sayangnya tidak mampu melihat kebaikan Tuhan

Mengucap syukurlah dalam segala hal. Jika kita berdoa tanpa henti, maka kita tidak akan kekurangan alasan untuk bersyukur dalam segala hal. Sama seperti dalam segala hal kita harus menyatakan permintaan-permintaan kita kepada Allah dengan permohonan, demikian pula kita tidak boleh melewatkan ucapan syukur. Filipi 4:6, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa permohonan dengan ucapan syukur.” Itulah cara menghilangkan kebiasaan mengeluh yaitu senantiasa bersyukur. Mari katakan dalam hati kita masing-masing: ”Saya percaya bahwa sebenarnya dibalik semua hal yang saya keluhkan pasti minimal ada satu hal yang dapat saya syukuri”. Stop mengeluh! Banyaklah bersyukur. Mengeluh dan bersungut-sungut adalah tanda ketidakdewasaan. Anda setuju? (AU)

Questions:
1. Apakah Anda sering mengeluh dan bersungutsungut? Mengapa?
2. Apakah dengan mengeluh sudah menyelesaikan masalah Anda? Diskusikan!
Values:
Percayalah bahwa sebenarnya dibalik semua hal yang dikeluhkan pasti minimal ada satu hal yang dapat disyukuri.

ROCK MINISTRY BALI

21 Nov, 22:55


https://youtu.be/OBWkp_bivNM?si=xOl-Ea5scQjRmNK0

ROCK MINISTRY BALI

21 Nov, 22:54


Fri, Nov 22, 2024

Kingdom's Quotes:
Manusia dapat hidup 40 hari tanpa makan, sekitar 3 hari tanpa air, sekitar 8 menit tanpa udara, tapi mati bila 1 detik saja hidup tanpa harapan. - Hal Lindsay
Bacaan Setahun:
Yoel 2-3, Kis. 11

HARAPAN

“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Roma 12:12 - TB)

Pada tahun 1950an, seorang profesor bernama Curt Richter melakukan eksperimen terhadap tikus-tikus untuk mengetahui berapa lama mereka dapat bertahan di dalam air. Richter mengambil selusin tikus dan menaruh mereka dalam gelas wadah yang cukup tinggi berisi air dan mengamati saat di mana mereka perlahan-lahan mati tenggelam. Secara umum, tikus akan bertahan selama 15 menit sebelum akhirnya mati tenggelam. Kemudian Richter melakukan eksperimen kembali, hanya saja sebelum tikusnya kelelahan dan menyerah ia akan mengambil dan mengeringkan para tikus, setelah itu tikus-tikus akan diberikan waktu istirahat sebelum dilemparkan kembali ke dalam gelas wadah. Sekarang, berapa lama tikus mampu bertahan hidup? Dari yang semula 15 menit meningkat menjadi 60 jam

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menyelamatkan mereka sebelum tenggelam telah menaikkan kekuatan atau waktu berenang mereka sebanyak 240 kali lebih lama saat diletakkan kembali ke dalam gelas. Mengapa hal ini bisa terjadi? Kesimpulannya adalah, karena tikus memiliki keyakinan bahwa dia akan diselamatkan lagi nanti sehingga mereka mampu memaksa tubuh melebihi batasan maksimal yang mereka percaya. Cerita ini menjadi gambaran nyata akan pentingnya harapan dan optimisme. (Sumber: <a href="http://www.kompasiana.com)">www.kompasiana.com)</a>

Apakah Anda pernah mengalami masalah yang begitu berat? Tentu saja berat tidaknya sebuah masalah tergantung ‘kekuatan’ masing-masing individu. Ada yang menganggap masalah terberatnya ketika menghadapi tagihan-tagihan akhir bulan. Ada juga yang bilang saat menunggu sang buah hati hadir dalam rumah tangganya. Bagi beberapa remaja mungkin baginya masalah terberat jika jerawat mulai bermunculan, atau juga saat rindu sang kekasih yang sedang libur sekolah. Semua masalah-masalah ini akan bisa diatasi pada akhirnya, dan yang membuat seseorang mampu bertahan adalah karena adanya sebuah harapan.

Harapan membuat iman kita menjadi tumbuh. Oleh sebab itu nasihat Paulus terhadap jemaat di Roma supaya mereka selalu bersukacita dalam pengharapan. Karena dengan memiliki harapan, sesulit dan seberat apapun masalahnya, kita akan dengan sabar menghadapinya. Terlebih lagi bahwa pengharapan kita didasari oleh keyakinan kita terhadap Sang Pemberi harapan, Tuhan Yesus Kristus yang tidak pernah ingkar janji. Mana mungkin Dia akan mengecewakan kita? Jadi, jalani hidup ini dengan optimisme yang didasari kepada sebuah harapan kepada-Nya, bahwa Dia pasti akan menolong dan selalu bersama kita, dalam kondisi apapun. Pengharapan kepada-Nya tidak akan pernah mengecewakan. Anda percaya? (HB)

Questions:
1. Apakah Anda sedang menghadapi masalah berat? Pengharapan seperti apa yang membuat Anda akhirnya bertahan?
2.Mengapa Anda harus bersukacita dalam pengharapan? Diskusikan!
Values:
Seorang warga Kerajaan akan menaruh harapannya kepada Raja Pencipta alam semesta, karena sudah terbukti tidak pernah mengecewakan.

ROCK MINISTRY BALI

20 Nov, 22:47


Thu, Nov 21, 2024

Kingdom's Quotes:
Tuhan mencari hamba yang setia baik dalam suka maupun duka.
Bacaan Setahun:
Yoel 1, Kis. 10

KESETIAAN ANJING

“Jika kita tidak setia, Dia tetap setia karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” (2 Timotius 2:13 - TB)

Buku “Teologi Kucing dan Anjing” ditulis oleh Bob Sjogren dan Gerald Robinson sebagai gambaran tentang hubungan manusia dengan Tuhan. Buku ini menganalogikan sikap manusia terhadap Tuhan dengan karakter kucing dan anjing kepada tuannya. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita bisa melihat perbedaan antara kucing dan anjing. Kucing adalah hewan peliharaan yang terkesan 'manja', sedang anjing merupakan hewan yang 'setia' kepada tuannya. Salah satu perbedaannya bisa diketahui dari perbedaan sikap keduanya. Jika anjing berkata, “Kau memberiku makan. Kau memberiku tempat tinggal. Kau mengelusku. Kau mengasihiku. Kau pasti….Tuanku!”. Sedangkan kucing berkata, “Kau memberiku makan. Kau memberiku tempat tinggal. Kau mengelusku. Kau mengasihiku. Kau pasti….pelayanku!”

Buku ini mengupas tentang perbedaan sikap dan karakter kucing dan anjing dari beberapa sisi kehidupan Kristen. Mulai dari cara berdoa, menyembah, meminta, dan sebagainya. Penulis menyampaikan tentang perbedaan mencolok antara keduanya yakni dari sikap hatinya. Jika orang Kristen analogi karakter kucing berkata, 'segala sesuatu tentang saya', maka orang Kristen analogi karakter anjing berkata, 'segala sesuatu tentang Allah'. Buku ini menekankan bahwa kita kadang kala seperti kucing, yang masih memiliki pola pemikiran keliru tentang mengikut Tuhan. Padahal, Tuhan menginginkan kita untuk memiliki kepribadian seperti anjing (sebagai analogi). Kristen tipe anjing hidup untuk memuliakan dan menyembah Tuhan, menyerahkan diri dituntun dan dibentuk oleh Tuan-nya, selalu hidup bersama Tuannya dalam suka dan duka, susah dan senang, kaya dan miskin.

Mari kita belajar dari kesetiaan anjing kepada tuannya. Kesenangannya selalu berada di dekat tuannya. Selalu ingin menyenangkan tuannya. Tuhan ingin kita setia, senang berada di dekat-Nya, menikmati kebersamaan bersama Tuhan. Tidak peduli apakah hidup kita kekurangan atau susah, yang penting ada Tuhan bersama kita, cukuplah itu memberikan ketenangan dan kesukaan. Tujuan hidup kita hanya satu yaitu menyenangkan hati Bapa Sorgawi yang senantiasa memelihara hidup kita. Terlebih lagi, bila kita ingat Tuhan Yesus yang sudah memberikan nyawaNya untuk kita agar beroleh hidup yang kekal. Dengan apakah kita dapat membalas kasih-Nya?

Mari kita renungkan, jangan kalah dengan anjing yang begitu setia kepada tuannya. Kita diciptakan sempurna seharusnya kita lebih memiliki sifat setia kepada Sang Pencipta dan Pemelihara kehidupan bahkan sampai hidup kekal. Lebih dari dua teologi di atas, orang Kristen hendaknya memiliki karakter seperti Yesus Kristus. (RJ)

Questions:
1. Apakah kita memiliki kesetiaan kepada Tuan kita, Bapa di sorga? Renungkanlah.
2. Bagaimana cara Anda membalas kasih Tuhan? Diskusikan.
Values:
Allah tetap setia meskipun kita tidak setia namun belajarlah untuk setia.

ROCK MINISTRY BALI

18 Nov, 22:55


Tue, Nov 19, 2024

Kingdom's Quotes:
Mendapat kesempatan untuk menolong orang lain yang kesulitan di mana kita mempunyai kemampuan menolong adalah sebuah kasih karunia.
Bacaan Setahun:
Yeh. 46-47 , Kis. 8

JEJAK SEEMBER AIR

“Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” (1 Petrus 2:20-21)

Seorang teman di gereja berkeluh kesah, oleh karena perbuatan baiknya tak mendapat pujian dan tak ada satupun yang berterima kasih. Bahkan ada teman yang selalu ia tolong namun balasannya justru ia mendapat gunjingan yang tidak baik. Pada akhirnya ia menarik kesimpulan menjadi orang baik itu tidak nyaman bahkan selalu akan dimanfaatkan.

Adakah keluh kesah teman saya ini juga menjadi keluh kesah Anda? Ayat bacaan renungan hari ini dengan terus terang menjelaskan 'jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah', mengapa kasih karunia? Sebab menderita karena perbuatan baik adalah panggilan bagi setiap pengikut Kristus. Jadi tanda seorang Kristen adalah selalu berbuat baik, itulah jejak yang harus ditinggalkan.

Sebagai ilustrasi, cara bekerja sebuah sumur pompa tangan jaman dulu, setiap orang yang selesai mengambil air, harus mengisi penuh satu ember air, karena setiap kali memompa air memerlukan seember air untuk memancing air bisa keluar, kalau tidak, tak akan ada air yang bisa dipompa. Demikian pula bagi kita pengikut Kristus sejak awal kita sudah diberi tahu dan diajarkan kita harus mengikuti jejak Kristus dan meneladani apa yang Kristus lakukan, hal ini tak bisa ditawar, tak bisa dikurangi.

Namun apakah kita mampu, mengikuti jejak Kristus? Tentu dengan kekuatan dan kemampuan diri sendiri kita akan gagal. Namun saat kita terpanggil dan menjadi orang percaya, kita tidak lagi berjalan di dalam kekuatan diri kita sendiri. “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10)

Jika kita sadar dan percaya bahwa kita adalah buatan Allah yang diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, maka kita akan mampu melakukannya. Sehingga pada akhirnya kita juga mengikuti jejak Kristus dan akan meninggalkan jejak bagi orang lain yang juga akan secara estafet terus menerus tak pernah terputus menjadi teladan bagi yang lain. Kalau tidak, jejak kebaikan akan terhapus, dan seperti pompa tangan, jika tak disisakan seember air tak ada air yang bisa dipompa keluar. Dan dunia akan kehausan akan kebaikan Kristus. (DD)

Questions:
1. Bisakah kita dengan kekuatan kita sendiri meninggalkan jejak kebaikan Kristus?
2. Mampukah kita berbuat baik walau harus menderita?
Values:
Sang Raja pasti memberi kesempatan kepada kita untuk menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan.

ROCK MINISTRY BALI

17 Nov, 22:37


https://youtu.be/pvGPao55j98?si=dNEjAmd6Xazavt6K

ROCK MINISTRY BALI

17 Nov, 21:54


https://youtu.be/nEfYEfy4XJs

ROCK MINISTRY BALI

17 Nov, 21:52


Mon, Nov 18, 2024

Kingdom's Quotes:
Kualitas jembatan kehidupan dapat dilihat dari keteladanan hidup yang selalu membawa damai surgawi
Bacaan Setahun:
Yeh. 45 , Kis. 7

BUILDING BRIDGES

“Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam kemurnianmu.” (1 Timotius 4:12b - TB2)

Apa yang anda pikirkan tentang jembatan? Jembatan merupakan penghubung antara satu tempat ke tempat yang lain. Apabila jembatan itu rusak maka hubungan itu pun rusak dan harus mencari jalan alternatif agar dapat tetap terhubung. Yesus Kristus adalah jembatan kehidupan manusia kepada Allah, hanya dengan mengenal Yesus Kristus kita dapat mengenal Allah dengan benar. Sebagai warga Kerajaan Allah yang ditempatkan di bumi, maka salah satu tugas kita di bumi ini adalah Building Bridges yaitu membangun jembatan-jembatan. Salah satu jembatan yang ada dalam kehidupan kita adalah menghubungkan antara keinginan dan fakta dari orang-orang di sekitar kita. Seringkali orang memiliki keinginan yang muluk-muluk maka perlu ada jembatan kehidupan yang menghubungkannya dengan fakta. Jembatan seperti apa yang seharusnya kita bangun?

Yang pertama, keteladanan hidup – 1 Tim. 4:12b. Keteladanan hidup merupakan salah satu jembatan yang menghubungkan antara keinginan dan fakta. Keteladanan hidup kita merupakan cermin kehidupan dari pengenalan kita tentang Tuhan. Ada orang yang ingin hidupnya dilihat sebagai orang yang memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan maka ke mana pun ia pergi ia banyak bercerita tentang Firman Tuhan. Apakah orang yang demikian memang benarbenar memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan? Faktanya tidak selalu demikian. Orang yang memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan dapat terlihat dari keteladanan kehidupannya sehari-hari. Orang yang memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan tidak selalu bercerita tentang Firman Tuhan sebab dari kehidupannya sehari-hari sudah menyatakan Yesus Kristus tinggal dalam kehidupannya. Kerinduan saya adalah setiap orang yang berjumpa dengan kita mengalami perjumpaan dengan Yesus Kristus. Maukah anda memiliki jembatan keteladanan hidup?

Yang kedua, pembawa damai surgawi – Mat 5:9. Orang yang belum menaklukkan egonya akan selalu berusaha menjadi perhatian dari orang lain. Namun orang yang sudah menaklukkan egonya akan selalu berusaha untuk mendahulukan kepentingan bersama. Jembatan kehidupan yang harus kita bangun selanjutnya adalah menjadi pembawa damai surgawi. Apa artinya? Jembatan pembawa damai surgawi adalah menghadirkan suasana damai surgawi di mana pun ia berada. Seorang pembawa damai surgawi selalu memiliki hati yang penuh kasih dan belas kasihan sehingga kepeduliannya dapat membangun hubungan yang telah rusak dan hancur. Jembatan pembawa damai surgawi memulihkan hati yang terluka karena penolakan dan pengkhianatan. Kita memerlukan orang-orang yang bersedia menjadi jembatan penghubung dari keinginan kita dan fakta yang akan kita hadapi. Demikian pula sebagai jembatan penghubung bersiaplah untuk tidak diperhitungkan, tidak dianggap dan bahkan dilupakan, sebab jembatan penghubung selalu menyediakan dirinya untuk diinjak dan dilewati sehingga pemakai jembatan dapat menikmati pelayanannya. Maukah anda menjadi jembatan pembawa damai surgawi? (DW)

Questions:
1. Mengapa ada orang yang tidak dapat membedakan keinginan dan fakta?
2. Apa yang harus kita lakukan untuk menghubungkan keinginan dengan fakta?
Values:
Seorang Warga Kerajaan ALLAH adalah pribadi yang mau menjadi jembatan penghubung bagi komunitasnya.

ROCK MINISTRY BALI

17 Nov, 00:51


https://youtu.be/bRQ3BUk-43g?si=qtNt351SUSEhbrWv

ROCK MINISTRY BALI

17 Nov, 00:36


Sun, Nov 17, 2024

Kingdom's Quotes:
Umat Tuhan dipanggil oleh Allah untuk hidup dalam persekutuan yang utuh dan universal di sepanjang zaman dengan semangat menghargai sesama saudara seiman.
Bacaan Setahun:
Yeh. 43-44 , Kis. 6

DEUS INCREMENTUM DEDIT

“Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.” (1 Korintus 3:6)

Pada kondisi tertentu, mungkin kita mengalami suatu persoalan yang didasari oleh perbedaan pendapat ataupun dalam hal membanding-bandingkan yang mana hal tersebut bisa berujung kepada perselisihan apabila dengan sengaja memiliki motivasi yang tidak benar, baik terjadi dalam konteks keluarga, pekerjaan, studi maupun dalam pelayanan gerejawi kita. Tentu hal tersebut tidaklah mencerminkan sikap dan perilaku umat Tuhan sebab dalam Kristus kita adalah satu dan tidak ada lagi perbedaan yang memisahkan kita antar satu dengan yang lain.

Dalam bacaan ayat renungan hari ini, dapat kita simak bahwa Rasul Paulus memberikan perhatian kepada jemaat di Korintus untuk menyadari panggilannya pada satu tujuan yang sama yakni persekutuan (Yunani: Koinonia). Hal ini disampaikan oleh Rasul Paulus karena muncul kelompok-kelompok dalam jemaat di Korintus yang bermula dari beragam pengajar-pengajar yang menyampaikan ajaran mereka kepada jemaat di Korintus sehingga timbullah iri hati dan perselisihan dalam jemaat tersebut. Antar satu kelompok dengan yang lain merasa bahwa kelompok mereka yang lebih baik dalam pengajaran dan iman

Rasul Paulus pun berkata bahwa golongan atau kelompok yang menekankan bahwa komunitasnya lebih baik dan merendahkan yang lain, alih-alih tidak mencerminkan pribadi yang serupa dengan Kristus melainkan seperti orang-orang dunia yang belum memahami akan sesuatu yang rohani dari Allah dan belum mengenal Kristus. Maka, Rasul Paulus menjelaskan bahwa Allah yang memberi pertumbuhan (Latin: Deus Incrementum Dedit) adalah hal yang terutama dan utama dalam jemaat Tuhan yang diwartakan dan dilaksanakan oleh umat Allah secara bersama-sama

Rasul Paulus juga menekankan hendaknya antar jemaat memiliki keselarasan sebagai anggota tubuh Kristus yang bukan membandingkan dan saling merendahkan, melainkan bersama-sama menyadari dan menyikapi dalam persekutuan yang utuh serta mengutamakan Tuhan dalam setiap pelayanan. Hal tersebut juga berlaku bagi kita sebagai umat Tuhan di sepanjang segala zaman. Hendaknya kita selalu menjaga kesatuan antar umat Tuhan dalam persekutuan yang utuh dan universal serta menjauhi sikap melebih-lebihkan golongan sendiri dan merendahkan ajaran dari kelompok lain dalam tubuh Kristus. (AH)

Questions:
1. Bagaimana menjaga kesatuan dengan semangat menghargai antar jemaat Tuhan?
2. Mengapa penting untuk hidup dalam kesatuan melalui persekutuan?
Values:
Kesatuan umat Tuhan menggambarkan keutuhan untuk bersama-sama menanggapi kehidupan persekutuan di dalam Tuhan.

ROCK MINISTRY BALI

16 Nov, 02:03


Sat, Nov 16, 2024

Kingdom's Quotes:
Ganjaran KERENDAHAN HATI dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan. (Amsal 22:4)
Bacaan Setahun:
Yeh. 41-42, Kis. 5

BERAKAR,DIBANGUN DAN BERSYUKUR

“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman sebagaimana telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” (Kolose 2:6-7 - TB2)

Raja Nebukadnezar dari Babel yang kekuasaannya luar biasa akhirnya dilengserkan TUHAN akibat kesombongannya. Raja itu menjadi gila dan dibuang ke hutan menjadi orang yang tidak berguna. Bukankah TUHAN membenci orang sombong yang merasa dirinya paling hebat tanpa mengakui bahwa jabatan atau kekayaan yang dimiliki berasal dari Dia?

Buku berjudul ”KERENDAHAN HATI” karangan Andrew Murray, seorang hamba Tuhan mengatakan bahwa kerendahan hati merupakan salah satu kebutuhan setiap manusia. Kerendahan hati mestinya menjadi tujuan dan sasaran dalam hidup kekristenan kita. Dalam perikop ini, Paulus bicara soal pertumbuhan rohani yang dibangun di atas dasar Kristus. Di dalam ayat 6b dikatakan ”Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia”. Kekristenan bukanlah sebuah keyakinan teologis saja, melainkan juga merupakan gaya hidup iman. Tanpa iman, kata Tuhan, mustahil dapat menyenangkan Dia (Ibrani 11:6). Paulus mengingatkan kita bahwa dalam kehidupan jemaat Tuhan saat ini, masih ada orang Kristen yang sudah menerima Yesus sebagai Juruselamatnya, tetapi hidup menurut keinginan hatinya. Orang-orang seperti itulah yang rentan terhadap ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Untuk bisa mempunyai kerendahan hati seperti Kristus, maka setiap umat Tuhan harus berakar, dibangun di dalam Dia dan bersyukur. Kolose 2:7, “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman sebagaimana telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” Setiap pengikut Kristus harus mengakarkan dan mengarahkan dirinya hanya kepada Kristus. Dalam botani, berakar berarti siap mengambi air dan zat hara dari dalam tanah. Itu berarti dalam kehidupan kristiani, orang percaya dipanggil menghidupi dirinya dengan nilai-niai Kristus. Tak hanya berakar, Paulus bicara soal pertumbuhan rohani yang dibangun di atas dasar Kristus. Kehendak Kristus menjadi arah pertumbuhan rohani. Aneh rasanya, berakar dalam Kristus, tetapi tidak hidup seturut dengan kehendak-Nya

Paulus juga bicara soal hati yang ”melimpah dengan syukur”. Kehendak Kristus sering kali berbeda dengan keinginan manusia. Itulah yang membuat orang percaya merasa berat hidup sebagai orang Kristen, terlebih di tengah tekanan filsafat dunia (ayat 8). Pada titik ini ”hidup bersyukur” merupakan hal yang sangat penting. Marilah kita bersyukur! Bersyukur karena kita dikubur bersama Kristus dalam baptisan dan dibangkitkan bersama Dia, mendapatkan pengampunan dosa serta memperoleh kehidupan kekal bersama-Nya. (AU)

Questions:
1. Apakah Anda percaya sudah diselamatkan oleh Tuhan Yesus? Apakah hidupmu tetap di dalam Dia? Saksikan!
2. Apa maksud berakar dan dibangun di dalam Kristus? Diskusikan!
Values:
Kerendahan hati mestinya menjadi tujuan dan sasaran dalam hidup kekristenan kita.

ROCK MINISTRY BALI

15 Nov, 08:08


https://youtu.be/PcmqSfr1ENY?si=xjkDt_yRmkL_DQPo

MEMBANGUN PASUKAN DOA

(sumber: Understanding The Purpose And Power Of Prayer, DR. Myles Munroe)

Jumat 15 November 2024

Prinsip-prinsip (1)

Penghalang utama bagi doa adalah :

1. Dosa : Jika kita merendahkan hati kita sendiri mencari Allah dan meninggalkan dosa, Allah akan mengampuni kita dan mendengarkan doa-doa kita (2 Tawarikh 7:14)

2. Ketakutan : ketakutan menghalangi doa-doa dengan meruntuhkan iman kita. Kita harus menerima pengampunan Allah dan roh yang baru yang telah diberikan-Nya kepada kita yaitu kekuatan, kasih, dan pikiran yang sehat.

3. Kesalahan : Untuk menjadi bebas dari perasaan terhukum, kita harus menyadari bahwa Allah bukan hanya sudah mengampuni kita melainkan juga sudah melupakan dosa-dosa kita; karena itu, kita dapat berdoa dengan hati nurani yang murni dan dengan keyakinan.

Pokok Doa :
1. Ajak umat Tuhan, untuk berdiri dan berdoa menghancurkan setiap penghalang-penghalang dalam hidup pribadi, keluarga, gereja, kota dan Bangsa.

Tanggalkan setiap beban yang merintangi kita, dan bersiaplah untuk berlari kepada tujuan Allah.

ROCK MINISTRY BALI

14 Nov, 22:35


https://youtu.be/ZNIurkDO-Xs

ROCK MINISTRY BALI

14 Nov, 22:33


Fri, Nov 15, 2024

Kingdom's Quotes:
Rangka yang kuat dan dasar yang kokoh adalah faktor penentu pembangunan sebuah jembatan, sehingga dampak dan manfaatnya dapat dirasakan untuk jangka panjang.
Bacaan Setahun:
Yeh. 40, Kis. 4

MEMBANGUN JEMBATAN DALAM KOMUNITAS KERAJAAN

“Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.” (1 Korintus 1:10)

Apa yang mendasari pembangunan sebuah jembatan (building bridges)? Karena ada jarak Ayang memisahkan antara satu tempat ke tempat yang lainnya. Biasanya kedua tempat tersebut terpisahkan oleh sebuah sungai atau laut. Nah, agar dapat terhubung dibangunlah sebuah jembatan. Tidak bisa dipungkiri, terkadang di dalam kehidupan berkomunitas kita jumpai ada jarak yang memisahkan antara golongan jemaat yang satu dengan golongan jemaat yang lainnya, sehingga terjadi kesenjangan sosial. Apakah ini yang Tuhan kehendaki? Tentu tidak! Komunitas yang Allah kehendaki bukan untuk mengkotak-kotakkan golongan, bukan untuk membanding-bandingkan, melainkan justru untuk mempersatukan, dan membangun kehidupan jemaat yang harmonis di dalam keberagaman.

Mari kembali kepada kehidupan jemaat mula-mula. Apa yang membuat mereka dapat hidup bersatu, seia sekata, sehingga jumlah mereka tiap-tiap hari ditambahkan? Ya, mereka membangun jembatan (building bridges) untuk menghubungkan gereja (para rasul) dan masyarakat pada masa itu. Kisah Para Rasul 2:41-42 mencatat, “orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis……, mereka bertekun di dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa”. Wow, ini luar biasa! Kita harus meneladani apa yang mereka lakukan, menciptakan sebuah komunitas yang bersatu harmonis, tanpa adanya gap.

Bagaimana caranya agar kita dapat membangun jembatan yang dapat menghubungkan antara golongan jemaat yang satu dengan golongan jemaat yang lain sehingga mereka dapat hidup harmonis? Ini yang bisa kita teladani dari kehidupan jemaat mula-mula: membangun kesatuan hati, memiliki gaya hidup memberi dengan sukacita, memiliki gaya hidup bersyukur. Semua dimulai dari kita hamba-hamba Tuhan dan anak-anak Tuhan yang dapat dipercaya di gereja lokal masing-masing. Isi kepala yang berbeda, keinginan yang berbeda, karakteristik yang berbeda, melebur jadi satu di dalam kesatuan hati. Ada pribadi-pribadi yang mau mati terhadap ego, mati terhadap ambisi pribadi, dan mati terhadap mencari keuntungan pribadi, untuk kepentingan bersama.

Gaya hidup suka memberi adalah jembatan yang paling efektif membawa kehidupan kita bisa terasa dekat dengan seseorang. Bila semua orang melakukan hal yang sama, maka bisa kita bayangkan betapa manis dan solidnya kehidupan berjemaat. Orang-orang memberi karena saling mengasihi, tidak ada gap di antara mereka. Jembatan berikutnya adalah gaya hidup bersyukur. Menanamkan gaya hidup bersyukur kepada jemaat, menjadikan kita bisa saling menerima kelebihan dan kekurangan di dalam berjemaat. Tidak menjadi susah melihat orang senang, dan tidak menjadi senang melihat orang susah. Mari praktikkan dan rasakan manfaatnya. (LA)

Questions:
1. Mengapa di dalam sebuah komunitas diperlukan building bridges?
2. Bagaimana caranya mengatasi kesenjangan di dalam kehidupan berjemaat/berkomunitas?
Values:
Kasih dan kerendahan hati memampukan setiap kita untuk mengimplementasikan building bridges di dalam kehidupan berjemaat/berkomunitas.

ROCK MINISTRY BALI

13 Nov, 22:59


https://youtu.be/07UZ-rtcLSM?si=34P1fElG3vQHUijm

MEMBANGUN PASUKAN DOA
_(sumber: Understanding The Purpose And Power Of Prayer, DR. Myles Munroe)_

Kamis 14 November 2024

Langkah-langkah Tindakan

Langkah-langkah Tindakan :

• Jika Anda mulai ragu-ragu setelah anda berdoa, dengan sadar gantilah keraguan itu dengan apa yang dikatakan firman Allah mengenai situasi anda.
• Jika ada hubungan dalam hidup anda yang harus diperbaiki, mintalah Allah menolong Anda menghalau kepahitan. Ambillah langkah minggu ini untuk memperbaiki salah satu dari hubungan-hubungan anda dengan cara mengampuni seseorang atau memintakan pengampunan bagi seseorang.
• Tulislah apa saja yang telah anda dahulukan daripada Allah dalam hidup anda, misalnya uang, hubungan, atau karir Anda. Berikan kepada Allah dan mulailah memperbaharui kasih dan komitmen Anda kepadanya dalam Minggu ini dengan cara memperpanjang waktu penyembahan kepadanya dan akuilah ke Bapaan-Nya dan kemahakuasaan-Nya dalam hidup anda.

Pokok Doa :
1. Berdoa bagi umat Tuhan yang akhir-akhir ini harus mengambil keputusan dalam hidup mereka, supaya mereka tidak salah mengambil keputusan, tetapi melibatkan Tuhan di dalam keputusan itu.

Ketika kita mengakui Ke Mahakuasaan Allah, maka Ia akan melepaskan Roh-Nya untuk menyertai kita.

ROCK MINISTRY BALI

13 Nov, 22:47


https://youtu.be/VhxDTh60seQ?si=-816cPULEI1oFM3M

ROCK MINISTRY BALI

13 Nov, 22:37


Thu, Nov 14, 2024

Kingdom's Quotes:
Tuhan memiliki tujuan untuk rasa sakitmu, alasan untuk perjuanganmu, dan hadiah untuk kesetiaanmu. Percayalah kepada-Nya dan jangan menyerah.
Bacaan Setahun:
Yeh. 38-39, Kis. 3

JANGAN SIA-SIAKAN RASA SAKIT ANDA

“Dan setiap didikan memang sepertinya tidak mendatangkan sukacita, melainkan dukacita, namun kemudian dia menghasilkan buah kebenaran yang damai kepada mereka yang dilatih olehnya.” (Ibrani 12:11-12 - MILT)

Sakit kepala? Paracetamol saja. Kepanasan? Nyalakan AC. Jaman ini, banyak pilihan tersedia Suntuk mengatasi ketidaknyamanan. Kita menjadi orang yang begitu takut ketidanyamanan sehingga kadang malah menghambat proses penyembuhan alami yang harusnya membuat kita lebih kuat.

Agustus lalu, Elon Musk memposting gambar di X: “Masa sukar menciptakan manusia yang kuat, manusia yang kuat menciptakan kemakmuran, kemakmuran menciptakan manusia yang lemah, manusia yang lemah menciptakan masa sukar.” Dia menulis “KAMU DI SINI” di bagian terakhir. Dan sayangnya, kita tahu ini sedikit banyak benar. Paulus mengatakan bahwa latihan fisik bermanfaat, tetapi pelatihan rohani jauh lebih penting. Perhatikan bahwa dia tidak mengatakan “abaikan pelatihan fisik”!! Dengan fisik yang lebih kuat, tentu kita bisa mencapai tujuan kita dengan lebih baik. Ingat frasa Latin, Mens sana in corpore sano? Pikiran yang sehat dalam tubuh yang sehat berjalan seiring. Inilah yang seharusnya kita tuju, seperti yang dikatakan Paulus kepada kita.

Kata kuncinya adalah latihan. Latihan artinya mengerahkan usaha melampaui batas kekuatan dan kemampuan awal untuk menjadi lebih baik. Bagi anda yang rajin olahraga tentu tahu bahwa untuk membangun otot kadang harus mengalami rasa sakit saat otot lama dirusak lalu membangun otot baru yang lebih baik. Bagaimana cara menerapkan hal ini jika pikiran kita yang sakit? Langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah mengakui bahwa rasa sakit itu ada. Lalu, cukup kepo-lah untuk bertanya pada diri sendiri mengapa rasa sakit itu muncul. Mungkin nanti kita temukan bahwa penyebab utamanya adalah sesuatu di masa lalu kita yang membuat kita lebih sensitif tentang hal tersebut. Menyangkal rasa sakit dan mencari penangkal sakit di tempat yang salah; seperti menyibukkan diri dengan teman, menonton konten, atau tidak melakukan apa-apa, bahkan alkohol dan narkoba hanya akan menambah trauma, isolasi, depresi, dan/atau kecanduan (addiction).

Kita bisa ibaratkan penyebab rasa sakit kita dengan hutang. Saat kita menemukan di mana kita berhutang, barulah kita bisa mulai menyelesaikannya. Jadi ke depannya, carilah akar penyebab rasa sakit anda. Ini waktunya latihan!! Jangan takut pada stress karena sebenarnya ini sangat bermanfaat. Bahkan gravitasipun adalah bentuk stress. Tidak terasa hanya karena kita sudah biasa. Tanpa gravitasi, otot kita akan mengerut dan tulang menjadi rapuh. Puasa juga bentuk stress. Puasa membuat kita lebih sehat karena tubuh kita berada dalam cukup tekanan sehingga tubuh meghancurkan sel-sel yang kurang optimal (autophagy), dan membuat yang lebih baik. Prosesnya mungkin tidak nyaman, tetapi dengan bilur-bilur-Nya, kita dipulihkan. Berserulah kepada Yesus yang telah melalui segala macam rasa sakit. Ingatlah bahwa Tuhan menggunakan segala sesuatu untuk kebaikan kita, termasuk rasa sakit kita. (SO)

Questions:
1. Apa saja titik sensitif anda? Mengapa?
2. Karena Yesus telah membayar semuanya di kayu salib, bersediakah anda melepas hak-hak yang anda anggap anda belum terima dan mengganggu anda?
Values:
Saat anda menyelesaikan akar penyakitnya, anda akan sanggup menjadi responsible (respon “able”) dan berkembang.

ROCK MINISTRY BALI

13 Nov, 00:07


https://youtu.be/4uwYIbcXPt4?si=kuVP0n6xFTbz7Owg

MEMBANGUN PASUKAN DOA

(sumber: Understanding The Purpose And Power Of Prayer, DR. Myles Munroe)

Rabu 13 November 2024

Mempraktekkan Doa

Tanyakan kepada diri anda sendiri :

• Adakah sesuatu dalam hidupku yang menghalangiku untuk mempunyai hati nurani yang murni dan persekutuan yang utuh dengan Allah?
• Sudahkah Aku mengakui dosaku kepada Allah dan meminta pengampunan-Nya?
• Sudahkah aku menerima pengampunan Allah? atau, adakah Aku masih menyimpan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahanku di masa lalu?
• Sudahkah aku menyadari bahwa aku anak Allah? Sudahkah Aku memikirkan Apakah arti sesungguhnya dari hubunganku dengan Allah?
• Apakah motifku ketika aku berdoa?
• Apakah aku menyimpan kepahitan atau sikap hati yang tidak mau mengampuni terhadap seseorang?

Pokok Doa :
1. Menghancurkan penghalang-penghalang yang selama ini menghalangi pertumbuhan iman umat Tuhan dalam mengenal Tuhan Allah dengan benar.

Bukan hanya membuang penghalang-penghalang dalam hidup kita, tetapi mari kita menutup setiap celah-celah yang dapat membuat penghalang itu kembali dalam hidup kita.

ROCK MINISTRY BALI

13 Nov, 00:04


https://youtu.be/zEt7hrwxKdE?si=9SNPyJWDAozG2lOY

ROCK MINISTRY BALI

13 Nov, 00:04


Wed, Nov 13, 2024

Kingdom's Quotes:
Allah mengerti, Allah peduli segala persoalan yang kita alami.
Bacaan Setahun:
Yeh. 37, Kis. 2

SINDROM KESEPIAN EKSISTENSIAL

“Lihatlah ke kanan dan pandanglah, tidak ada seorang pun yang mengenalku. Lenyaplah tempat pelarian bagiku, tidak ada yang memedulikan hidupku.” (Mazmur 142:5)

Sindrom kesepian adalah sebuah perasaan personal seseorang yang merasa hampa atau kosong di dalam diri, di dalamnya termasuk perasaan terisolasi atau terpisah dari dunia, serta merasa terputus dari orang-orang yang pribadi ini inginkan menjadi teman. Perasaan kesepian bisa menghinggapi siapa saja. Perasaan kesepian ini bahkan bisa menghinggapi seseorang bahkan saat orang tersebut ada dilokasi keramaian.

Sebagian orang berpendapat bahwa orang-orang yang introvert lebih rentan terhadap fenomena merasa kesepian, tetapi sebagian orang lain justru berkata bahwa justru orang-orang introvert adalah orang-orang yang menikmati saat-saat harus sendiri. Justru kelompok orangorang ekstrovert yang dianggap bisa rentan terhadap fenomena ini, karena memang orangorang ekstrovert adalah pribadi-pribadi yang snagat membutuhkan kehadiran orang lain. Hal ini sebenarnya menunjukkan bahwa siapapun kita mampu terjangkiti sindrom kesepian ini.

Ernest Hemingway seorang penulis, novelis terkenal, peraih penghargaan Pulitser, pernah mengalami sindrom kesepian berat yang pada akhirnya membuatnya mengakhiri hidupnya. Ernest sebelumnya menuliskan sebuah ungkapan perasaan kesepian dengan pernyataan berikut, “Aku tinggal di sebuah kekosongan….sesunyi radio ketika baterai mati dan tidak ada arus yang yang terhubung.”

Apakah penyebab rasa kesepian ini? Rasa kesepian bisa muncul karena beberapa kondisi atau karena pengalaman-pengalaman berikut ini, yaitu transisi kehidupan, keterpisahan, penolakan atau bahkan sebagai korban pelecehan. Kondisi ini akan makin melemahkan seseorang jika pribadi tersebut tidak memiliki apa yang disebut 3 fondasi kebutuhan dasar emosional, yaitu rasa dicintai (sense of belonginess), rasa berharga (sense of worthiness) dan rasa berkemampuan (sense of competence). Ibarat rumah yang fondasinya tidak kokoh/dibangun di atas dasar pasir, maka saat menghadapi angin, hujan dan banjir akan menjadi sangat mudah hancur (Mat. 7:24-25)

Tapi selain kondisi psikologis ini, rasa kesepian bisa disebabkan oleh kondisi paling mendasar yaitu keterpisahan eksistensial antara manusia dengan Allah, karena dosa dan ketidakpercayaan kita kepada eksistensi Tuhan dalam hidup kita. Yesaya 59:2, “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu…..” Sejak kejatuhan manusia di Taman Eden dan berakibat manusia terpisah, malu, dan bersembunyi dari Allah, Allah justru mengambil inisiatif mencari manusia, memanggil-manggil namanya. Bahkan menyediakan rencana keselamatan yang akan menyambung kembali koneksi dengan manusia. Apakah Anda sedang mengalami kesepian eksistensial ini? Terimalah kasih dan pribadi Yesus untuk mengisi ruang hati kita. (HA)

Questions:
1. Apa yang dimaksud sindrom eksistensial kesepian?
2. Apakah Anda pernah merasa kesepian? Bagaimana Anda mengatasinya? Saksikan!
Values:
Dosa dan segala kejahatan kitalah yang membuat keterpisahan eksistensial kita dengan Tuhan. Jadi, segeralah minta ampun dan berdamai dengan-Nya.

ROCK MINISTRY BALI

12 Nov, 01:51


MEMBANGUN PASUKAN DOA
(sumber: Understanding The Purpose And Power Of Prayer, DR. Myles Munroe)

Selasa 12 November 2024

Buanglah Penghalang-penghalang Anda Dan Mari Berdoa Bersama

Ibrani 12:1 berkata ..." marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita".

Marilah kita tekun, melalui kasih karunia Allah, membuang penghalang-penghalang ini dari kehidupan kita supaya kita dapat hidup harmonis dengan Allah dan sesama kita, dan mempunyai kepercayaan diri serta efektivitas dalam doa-doa kita.

Mari Berdoa Bersama

Bapak Surgawi,

Seperti yang dikatakan Firman-Mu, kami berbeban berat oleh hal-hal yang menghalangi kami secara spiritual dan emosional, dan kami juga mudah terjerat dosa. Beban-beban ini menghalangi kami untuk mempunyai hubungan yang penuh sukacita dan utuh dengan Engkau, keluarga, teman, rekan sekerja kami, dan orang-orang lain. Kami meminta Engkau memampukan kami untuk mempunyai pengertian yang benar mengenai siapa kami dalam Anak Yesus Kristus. Tolonglah kami menyingkirkan semua gangguan di dalam kehidupan kami, sehingga kami dapat hidup merdeka sebagai anak-anak-Mu dan dapat berdoa sesuai dengan kehendak dan tujuan-tujuan-Mu bagi dunia. Kami memohon dalam nama Yesus yang adalah pelepas beban kami, yang telah memikul dosa dan kesedihan kami yang telah menyembuhkan kami dengan luka-luka-Nya sendiri, dan yang penderitaan-Nya yang telah membawakan perdamaian bagi kami dengan Engkau (Yesaya 53;4-5). Amin.

Pokok Doa :
1. Menghancurkan penghalang-penghalang yang selama ini menghalangi pertumbuhan iman umat Tuhan dalam mengenal Tuhan Allah dengan benar.

Bukan hanya membuang penghalang-penghalang dalam hidup kita, tetapi mari kita menutup setiap celah-celah yang dapat membuat penghalang itu kembali dalam hidup kita.

ROCK MINISTRY BALI

11 Nov, 22:36


https://youtu.be/1hkPLG4qdjU?si=8eUIV_FjkkECvz8U

ROCK MINISTRY BALI

11 Nov, 22:30


Tue, Nov 12, 2024

Kingdom's Quotes:
Hanya orang yang sakit memerlukan tabib, dan hanya orang yang menyadari dosanya membutuhkan Juru Selamat.
Bacaan Setahun:
Yeh. 36 ,Kis. 1, Mzm. 109

SAHABAT ORANG BERDOSA

“Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.” (Matius 9:10)

Yesus mendapat julukan sahabat 'orang berdosa', sebenarnya yang dimaksud orang berdosa di sini bukanlah orang berdosa pada umumnya, --seperti yang kita maksudkan bahwa kita semua adalah orang berdosa. Namun yang dimaksud 'sahabat orang berdosa' adalah Yesus benar-benar makan bersama orang yang menurut budaya saat itu adalah sampah masyarakat. Mereka adalah para pelacur, para pemberontak dan pemungut cukai.

Hari ini jarang sekali ada hamba Tuhan yang bergaul dengan 'orang berdosa' seperti yang dimaksud saat Tuhan Yesus berkunjung dan makan bersama orang-orang berdosa saat itu. Mengapa? Karena memang beresiko. Bagaimana dengan tanggapan publik, jika ada seorang hamba Tuhan makan dengan seorang pendosa, seperti pelacur, pemabuk dan waria. Apalagi kalau ia seorang hamba Tuhan yang terkenal. “Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.“ (Lukas 7:37)

Menarik cerita ayat ini, saat diundang jamuan makan di rumah orang Farisi, Yesus didatangi 'seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa'. Alkitab hanya menulis 'seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa'. Pertanyaannya mengapa perempuan ini berani datang ke rumah orang Farisi? Bukankah seharusnya seorang Farisi tabu bergaul dengan 'wanita berdosa'? Siapa sebenarnya wanita yang terkenal berdosa di kota itu? Bukankah wanita berdosa ini viral di kota itu, dan ini bisa menjatuhkan reputasi Yesus?

Pertanyaan ini tetap menggantung dan tak terjawab, tentu ada banyak tafsir dan interpretasi. Namun kita bisa menarik pemahaman bahwa tujuan Yesus datang bukan untuk orang benar tetapi orang yang berdosa, bahkan orang yang paling berdosa. Dan untuk itu Ia tidak peduli dengan reputasinya, ayat berikut ini dapat menjelaskan dengan gamblang tujuan Yesus. “Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." (Markus 2: 16-17)

Jelas Yesus mendapat julukan 'sahabat orang berdosa' karena Ia secara sengaja datang dan bergaul dengan orang berdosa, orang yang sakit secara rohani, karena Ia ingin menyembuhkan baik jasmani maupun rohani. (DD)

Questions:
1. Siapakah yang dimaksud 'orang berdosa'?
2. Apa tujuan Yesus 'bersahabat' dengan orang berdosa? Bagaimana sikap kita?
Values:
Sikap Sang Raja yang digerakkan oleh belas kasihan lebih dari reputasi seharusnya menjadi teladan kita.

ROCK MINISTRY BALI

11 Nov, 00:09


https://youtu.be/9vOXiDu8mt0?si=Czg9YIC5yL3k3V7k

ROCK MINISTRY BALI

11 Nov, 00:07


Mon, Nov 11, 2024

Kingdom's Quotes:
Mengakui keilahian Kristus adalah komitmen untuk hidup sesuai perintah-Nya.
Bacaan Setahun:
Yeh. 35 ,Obaja ,Mzm. 108

SANG FIRMAN YANG MENJELMA

" Jadi Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” (Lukas 20:44)

Perikop Lukas 20:42-44 mengungkap suatu kebenaran yang mengguncang paradigma orang Yahudi. Yesus mengutip Mazmur Daud yang menyebut Mesias sebagai "Tuhan”. Pertanyaan menohok pun dilontarkan, "Jika Daud menyebut Kristus sebagai 'Tuhan’, bagaimana mungkin Kristus adalah anak Daud?" Pertanyaan ini menyingkap inti dari misteri Kristus: keilahian-Nya yang bersemayam dalam rupa manusia. Yesus bukanlah sekadar manusia biasa, keturunan Daud seperti raja-raja sebelumnya. Ia adalah Sang Firman yang telah ada sejak kekekalan, Allah sendiri yang menjelma menjadi manusia. Dalam diri Kristus bersatu dua natur yang tak terpisahkan: natur ilahi dan natur manusia. Sebagai Allah, Ia kekal, mahakuasa, dan mahatahu. Namun, Ia rela mengosongkan diri, mengambil rupa seorang hamba, dan lahir sebagai manusia yang lemah dan terbatas (Filipi 2:6-7)

Sayangnya, orang-orang Yahudi pada masa itu, yang terpaku pada pemahaman lahiriah, gagal memahami hakikat Kristus. Mereka menolak mengakui keilahian-Nya, bahkan menganggapnya sebagai penghujatan. Saat Yesus menyatakan "sebelum Abraham ada, Aku sudah ada" (Yohanes 8:58), mereka gelap mata dan ingin melempari-Nya dengan batu.

Kisah ini menjadi refleksi bagi kita. Apakah kita, seperti orang-orang Yahudi itu, gagal memahami keilahian Kristus? Ataukah kita, dengan kerendahan hati, membuka hati dan pikiran untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat? Kegagalan memahami pribadi Yesus sebagai Allah yang menjelma menjadikan kita buta terhadap karya keselamatan-Nya. Marilah kita datang kepada-Nya dengan iman, mengakui keilahian-Nya, dan bersyukur atas pengorbanan-Nya di kayu salib. Sebab hanya di dalam Dia, Sang Firman yang menjadi manusia, kita menemukan hidup yang kekal.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dihadapkan pada pilihan: menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, atau menolak-Nya seperti orang-orang Yahudi pada masa itu. Menerima Kristus berarti mengakui bahwa Ia adalah Allah yang menjelma, yang datang untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa. Pengakuan akan keilahian Kristus bukan sekadar pernyataan teologis, melainkan sebuah komitmen untuk hidup sesuai dengan perintah-Nya. Ini juga berarti kita harus hidup dalam ketaatan kepada perintah-perintah-Nya dan menjadi saksiNya di dunia ini.

Marilah kita memilih untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan membiarkan hidup kita diubah oleh kuasa-Nya. Dengan demikian, kita akan menemukan hidup yang kekal dan menjadi bagian dari rencana Allah yang agung. (DH)

Questions:
1. Bagaimana natur ilahi dan manusiawi Kristus bersatu dalam pribadi-Nya?
2. Apa yang menghalangi orang Yahudi pada zaman Yesus untuk menerima keilahian-Nya?
Values:
Gagal memahami keilahian Kristus membuat kita buta akan keselamatan-Nya.

ROCK MINISTRY BALI

10 Nov, 11:07


https://youtu.be/t6Z7URqV4ME?si=Gh2d2Dr-pFSsuGFp

ROCK MINISTRY BALI

10 Nov, 02:35


https://youtu.be/_1NH8LWffnQ?si=6TNUu-bDcGu8GkGO

ROCK MINISTRY BALI

10 Nov, 02:34


Sun, Nov 10, 2024

Kingdom's Quotes:
Selamatkan jiwa-jiwa yang terhilang/tersesat, berapapun harganya!
Bacaan Setahun:
Yudas 1 ,Yeh. 34, Mzm. 4

NYANYIAN UNTUK PAHLAWAN

“TUHAN itu pahlawan perang; TUHAN, itulah nama-Nya.” (Keluaran 15:3)

Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur demi tanah air Indonesia. Hari Pahlawan ditetapkan berdasarkan peristiwa pertempuran Surabaya yang terjadi pada 10 November 1945. Pertempuran ini merupakan salah satu pertempuran besar dan tersulit yang pernah terjadi dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia. Pertempuran tersebut terjadi antara pasukan Indonesia melawan pasukan Inggris usai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Banyak pejuang yang gugur mengorbankan jiwanya dan merekalah yang disebut sebagai pahlawanpahlawan kemerdekaan. Dari merekalah perlawanan terhadap tentara Inggris dan sekutunya menyebar ke seluruh Indonesia.

Di dalam kitab Keluaran, ketika merasakan penyelamatan Allah melalui penyeberangan Laut Teberau, Musa bersama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian bagi TUHAN. Kisah ini memberikan cara pandang yang lebih spesifik atas sebuah perayaan keberhasilan. Mereka tak akan mungkin lolos tanpa ”tangan kanan Tuhan” yang menghancurkan musuh. Seberapa dahsyat demontrasi kekuasaan Tuhan dinyatakan lewat Laut Teberau? Kedahsyatan itu diungkapkan dalam nyanyian pujian yang agung yang dicatat dalam Keluaran 15 ini. Pujian yang keluar dari hati kagum sekaligus bersyukur. Kagum dan bersyukur karena keperkasaan Tuhan itulah yang menyelamatkan umat-Nya sekaligus memastikan penggenapan janji-Nya membawa mereka ke tanah Perjanjan. Bagaimana kedahsyatan Allah digambarkan lewat pujian ini? Lewat gelar-gelar yang disandang Allah, seperti Ia tinggi luhur (ayat 1), Pahlawan perang (ayat 3), nama-Nya TUHAN (ayat 3b), juga Allah adalah kekuatan dan keselamatan (ayat 2). Bukan hanya gelar-Nya agung, tindakan-Nya pun luar biasa. Dia menyatakan kuasa-Nya mengendalikan laut untuk menenggelamkan Firaun dan pasukannya (ayat 4-10). pemerintahan-Nya yang kekal (ayat 18).

Nyanyian Musa ini justru tidak mengagungkan lolosnya Israel atas campur tangan Alah; itu hal sekunder. Yang diagungkan adalah sosok Allah sendiri, Sang Pahlawan perang. Bagaimana dengan kita? Kita pun bisa menjadi pahlawan iman buat Tuhan, jika kita mau melakukan perintah-Nya. Ada ungkapan ”Save the lost at any cost” atau ”Selamatkan jiwa (yang terhilang) berapa pun harganya”. Ungkapan ini adalah Amanat Agung Tuhan untuk kita dalam menjangkau jiwa-jiwa dengan pengorbanan yang bisa kita lakukan. (Matius 28:18-20). Jadilah pahlawanpahlawan bagi Tuhan dan marilah kita pergi untuk memenangkan jiwa bersama Roh Kudus. Amin. (AU)

Questions:
1. Apakah Anda mengabarkan Injil Kerajaan Allah hari ini? Apa yang Anda lakukan?
2. Apakah dengan banyak memenangkan jiwa bagi Tuhan, Anda sudah bisa disebut pahlawanpahlawan Allah? Diskusikan!
Values:
Jadilah pahlawan-pahlawan iman bagi Kerajaan-Nya dengan cara memenangkan jiwa bersama Roh Kudus.

ROCK MINISTRY BALI

08 Nov, 23:21


Sat, Nov 9, 2024

Kingdom's Quotes:
Roh Kudus yang memenuhi hidup kita memampukan kita hidup dalam pertobatan yang sejati sehingga perkataan kita menjadi berkat bagi orang lain.
Bacaan Setahun:
Yeh. 32-33 , 1 Tim. 6

MULUTMU HARIMAUMU

“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” (Amsal 18:21)

Ada sebuah pepatah yang mengatakan: “mulutmu harimaumu.” Mulut seseorang bisa menjadi harimau bagi dirinya dan orang lain. Artinya, kata-kata atau bahasa seseorang dapat menyakiti orang lain dan bisa berbalik berdampak buruk terhadap diri orang tersebut. Kata-kata dapat mengandung kekuatan yang luar biasa baik positif yang membangun maupun perkataan negatif yang menghancurkan. Setiap perkataan yang diucapkan seseorang tentunya itu adalah gambaran hati seseorang, karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. (Matius 12:34b-35).

Setelah kita bertobat dan lahir baru, Tuhan sudah memberikan kepada kita hati yang baru dan sudah seharusnya kita menghidupi pertobatan itu dengan menghasilkan buah-buah pertobatan dan hidup dalam pertobatan yang sejati. Perkataan yang keluar dari mulut kita tidak lagi kata-kata yang buruk atau negatif, melainkan perkataan yang benar dan membangun. Dengan kehidupan Yesus yang mengalir dalam kehidupan kita, kita bisa lebih dari sekedar berbicara yang baik, melainkan kita juga bisa mengucapkan berkat atas orang-orang dan situasi di sekitar kita. Melalui kata-kata berkat yang kita ucapkan ada maksud Tuhan bagi orang-orang tersebut. Dan jika kita mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka kita akan menjadi penyambung lidah bagi Tuhan (Yeremia 15:19b).

Untuk itu kita harus menjaga setiap perkataan kita dan menjadikan mulut bersih sebagai gaya hidup kita. Artinya kita harus menghindari mengucapkan kata-kata yang tidak berharga dan sia-sia. Mintalah tuntunan Roh Kudus untuk membuat kita merasakan kasih Bapa atas orang-orang yang hendak kita berkati sehingga perkataan kita menjadi berkat. Tidak berhenti sampai pada tahap ini, jika kita sudah terbiasa mengucapkan berkat maka kita juga akan dimampukan untuk memberkati orang-orang yang melukai atau mengutuk kita. Memang tidak mudah untuk melakukan hal ini jika kita mengandalkan kekuatan diri sendiri. Pengampunan dan kasih Tuhan yang yang kita terima memampukan kita menjadi saluran kasihNya serta mampu mengubah kutuk menjadi berkat

Jangan menghakimi apakah seseorang layak diberkati atau tidak sebab berkat sejati yang diucapkan atas seseorang menggambarkan cara Tuhan melihat mereka. Sebagaimana Tuhan menyebut Gideon “pahlawan yang gagah berani” (Hakim-hakim 6:12) atau menyebut Petrus sebagai “batu karang” (Matius 16:18), padahal saat itu mereka adalah orang-orang yang lemah dan bimbang. Jika kita mengerti akan hal ini maka kecenderungan kita menghakimi akan hilang. (RSN)

Questions:
1. Bagaimana agar perkataan kita bisa menjadi berkat?
2. Bagaimana kita menjadikan mulut bersih sebagai gaya hidup?
Values:
Hindari mengucapkan kata-kata yang tidak berharga dan sia-sia, ucapkan berkat atas orang-orang dan situasi di sekitar kita bahkan kepada orang-orang yang melukai atau mengutuk kita.

ROCK MINISTRY BALI

08 Nov, 00:35


Fri, Nov 8, 2024

Kingdom's Quotes:
Kesadaran akan kelemahan diri membuat kita mengandalkan Roh Kudus.
Bacaan Setahun:
Yeh. 29-31 , 1 Tim. 5

KUASA ROH KUDUS

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8 - TB)

Saat itu murid-murid tidak lagi bersama Tuhan Yesus secara fisik di dunia. Mereka awalnya Smerasa ketakutan dan tidak berani menunjukkan diri secara terang-terangan sebagai pengikut Kristus. Mereka ingin pemulihan segera terjadi bagi bangsa Israel. “Tuhan maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” Murid-murid mengharapkan ketika nanti mereka tidak lagi bersama Sang Guru setidaknya kondisi bangsa Israel sudah dipulihkan dan bebas dari tekanan bangsa Romawi. Tuhan Yesus tidak menjawab mau atau tidak mau tetapi Tuhan Yesus memberikan kepastian akan memberikan “Kuasa Roh Kudus” sehingga mereka akan menjadi 'saksi Kristus” mulai dari lingkungan kecil, Yerusalem bahkan sampai ke ujung bumi.” (Kis. 1:6).

Kuasa Roh Kudus hanya diberikan kepada orang yang sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Pastikan kita semua termasuk golongan “orang percaya.” Banyak orang Kristen mengaku dirinya sudah percaya Yesus namun dalam kehidupannya menyangkal Yesus. Hal ini juga terjadi di zaman Yesus, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menyebut diri sebagai orang yang sudah melakukan Hukum Taurat tetapi sejatinya yang mereka lakukan adalah bukan untuk menuruti kehendak Allah melainkan untuk kepentingan diri sendiri. Tujuannya agar terlihat “kudus” dan memuliakan diri sendiri. Jika diterapkan di zaman sekarang, yang mereka lakukan hanyalah “pencitraan diri” supaya dirinya terlihat baik atau keluarganya terlihat sempurna.

Tuhan Yesus tidak melihat apa yang tampak di luar tetapi Tuhan Yesus melihat apa yang di dalam “hati” kita yang terdalam. Oleh sebab itu Tuhan Yesus mencela para ahli Taurat dan orang-orang Farisi sebagai orang munafik. “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orangorang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.” (Mat. 23:27-28).

Saudaraku dalam Tuhan Yesus, mari kita menjadi “orang percaya sejati.” Kita tidak akan mampu hidup benar tanpa kuasa Roh Kudus. Andalkan Tuhan dalam setiap perbuatan kita. Bagian kita hanyalah taat dan melakukan Firman Tuhan dengan pertolongan Roh Kudus. Roh Kudus sumber kekuatan kita, buatlah Roh Kudus betah tinggal di dalam hati kita. Nyatakan kuasa Roh Kudus melalui kehidupan kita sehingga banyak jiwa dimenangkan untuk kemuliaan Tuhan. (RJ)

Questions:
1. Apakah kita sungguh-sungguh termasuk golongan orang percaya kepada Tuhan Yesus? Renungkanlah.
2. Bagaimana supaya Roh Kudus tetap tinggal dalam hati kita? Diskusikan!
Values:
Roh Kudus Sumber Kekuatan orang percaya.

ROCK MINISTRY BALI

05 Nov, 22:51


https://youtu.be/EyIJV4MUMcI

ROCK MINISTRY BALI

05 Nov, 22:49


Wed, Nov 6, 2024

Kingdom's Quotes:
Gereja yang relevan adalah gereja yang tidak tabu untuk berubah secara budaya dan bukan secara iman.
Bacaan Setahun:
Mzm. 60 , Yeh. 25-26, 1 Tim. 3

IMAN DAN BUDAYA

“Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. (Kisah Para Rasul 7:22-23)

Baru saja viral di media sosial, saat ibadah tutup peti mati seorang Pendeta melarang keluarga memasukkan sejumlah barang seperti rokok ke dalam peti mati. Merokok mungkin saja telah menjadi kebiasaan orang ini sebelum meninggal. Terjadi keributan karena sebagian keluarga bersikukuh tetap ingin memasukkan rokok ke dalam peti mati. Peristiwa ini adalah benturan antara budaya dan iman, di mana budaya menganjurkan barangbarang yang biasa dipakai seseorang sebelum meninggal untuk dimasukkan ke dalam peti mati. Sedang berdasarkan iman Kristen tidak perlu memasukkan barang pribadi ke dalam peti mati, apalagi rokok.

Benturan iman dan budaya semacam ini sebenarnya sudah biasa. Tentu yang menjadi pemikiran kita bagaimana menyikapi hal ini dengan bijak. Di dalam bacaan ayat renungan hari ini, kita bisa belajar dari Rasul Paulus, yang justru mencari persamaan di dalam perbedaan budaya dan iman, pada saat ia ada di kota Atena. Ia mencoba 'mempersamakan' dewa yang tidak dikenal dan tak bernama yang disembah orang Atena dengan Allah Israel yang disembah oleh Rasul Paulus. Tentu ini bukan kesamaan dalam arti sebenarnya, ada banyak dewa yang lain di Atena, mempersamakan dewa tak dikenal dan tak bernama adalah pendekatan logika yang paling mungkin. Dan Rasul Paulus harus membuat 'jembatan' ini untuk bisa masuk di dalam logika dan cara berpikir yang telah menjadi budaya orang Atena. Rasul Paulus berhasil mencari relevansi antar budaya dan iman. Kebijakannya ini telah menciptakan 'jembatan' antara budaya dan iman. Mungkin oleh beberapa rohaniawan 'garis keras' cara ini tidak disetujui. Tapi kalau Rasul Paulus saja memakai pendekatan ini mengapa kita tidak?

Hari- hari ini kita menghadapi masalah benturan iman dan budaya yang berbeda yaitu banyak gereja tradisional yang mulai sepi dan tidak lagi didatangi anak-anak muda, mengapa? Karena bagi anak-anak muda, gereja tradisional dan gereja konvesional tak lagi relevan dengan budaya modern. Ini adalah PR bagi para hamba Tuhan mencari jembatan antara budaya lama bergereja dengan kebiasaan atau budaya modern anak-anak muda, agar berita Injil dan ibadah gereja tetap relevan. (DD)

Questions:
1. Bagaimana sikap Rasul Paulus di Atena, untuk menjelaskan tentang Allah di dalam Kristus?
2. Mengapa pendekatan seperti yang Rasul Paulus lakukan penting? Diskusikan!
Values:
Sang Raja sanggup memberi hikmat untuk bisa memberikan penjelasan tentang Kerajaan Allah.

ROCK MINISTRY BALI

04 Nov, 23:52


Tue, Nov 5, 2024

Kingdom's Quotes:
Kemuliaan Tuhan harus menjadi tujuan utama dalam segala yang kita lakukan.
Bacaan Setahun:
Yeh. 23-24 , 1 Tim. 2

MENARA BABEL

"Sebab itu nama kota itu disebut Babel, karena di situlah TUHAN mengacaukan bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka disebarkan ke seluruh bumi." (Kejadian 11:9 - AYT)

Kisah Menara Babel dalam Kejadian 11:1-9 adalah bukti yang kuat tentang kesombongan manusia dan konsekuensinya. Sejak kejatuhan (Kejadian 3), natur dosa telah mendorong manusia untuk memberontak terhadap kehendak Allah. Bahkan setelah air bah (Kejadian 7-8), yang seharusnya menjadi peringatan akan kuasa dan penghakiman Allah, tapi manusia masih tetap berusaha melawan-Nya.

Keinginan untuk memberontak ini terwujud dalam rencana membangun kota dengan menara yang mencapai langit. Motivasi mereka jelas: "marilah kita membuat nama bagi kita" (Kejadian 11:4). Ini menunjukkan kesombongan dan keinginan untuk meninggikan diri, bertentangan dengan perintah Allah untuk merendahkan diri (Yakobus 4:10). Lebih lanjut, mereka tidak ingin tersebar ke seluruh bumi, langsung menentang perintah Allah untuk "memenuhi bumi" (Kejadian 1:28, 9:1). Tujuan tersembunyi mereka mungkin juga untuk melindungi diri dari air bah di masa depan, menunjukkan ketidakpercayaan mereka pada janji Allah (Kejadian 9:11)

Namun, seperti yang dinyatakan dalam Amsal 19:21, "Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana." Allah menggagalkan rencana mereka dengan mengacaukan bahasa mereka, memaksa mereka untuk menyebar ke seluruh bumi sesuai dengan kehendak-Nya. Charles Spurgeon dalam bukunya "Morning and Evening Devotions" mengingatkan, "Kita tidak boleh membangun menara untuk diri sendiri, tetapi kita harus membangun menara untuk Tuhan." Ini menegaskan bahwa segala usaha kita harus ditujukan untuk kemuliaan Allah, bukan diri sendiri (1 Korintus 10:31).

Kisah Babel masih relevan hari ini. Banyak orang masih berusaha "membangun nama" bagi diri sendiri, mencari ketenaran dan kekuasaan dengan mengorbankan kehendak Allah. Namun, Alkitab mengingatkan kita bahwa "Setiap orang yang meninggikan diri akan direndahkan dan setiap orang yang merendahkan diri akan ditinggikan" (Lukas 14:11). Ada perbedaan antara orang benar dan orang fasik. Kita harus mencontoh Yesus yang, meskipun setara dengan Allah, mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba (Filipi 2:6-7). Kita harus mencari kemuliaan Allah, bukan kemuliaan diri sendiri (Yohanes 7:18).

Marilah kita belajar dari kesalahan mereka yang ambisius membangun menara Babel. Alih-alih membangun monumen kesombongan, mari kita membangun hidup yang memuliakan Allah. Seperti yang Paulus nasihatkan, "Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku" (2 Korintus 11:30). Dengan kerendahan hati dan ketaatan pada kehendak Allah, kita dapat menjadi saluran berkat bagi dunia. (DH)

Questions:
1. Bagaimana kita dapat mengutamakan kemuliaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari kita?
2. Apakah kita bersedia menyerahkan agenda dan ambisi kita untuk melayani Tuhan?
Values:
Kita tidak boleh membangun menara untuk diri sendiri, tetapi kita harus membangun menara untuk Tuhan.

ROCK MINISTRY BALI

03 Nov, 22:37


https://youtu.be/JbHByyYjbAE?si=GUMEB0SB3xxVZvHL

MEMBANGUN PASUKAN DOA

(sumber: Understanding The Purpose And Power Of Prayer, DR. Myles Munroe)

Senin 4 November 2024

Penghalang-Penghalang Yang Membuat Doa Tidak Dijawab – Motif Yang Salah

Alkitab berkata, bahwa jika motif Anda salah, doa akan terhalang. "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu" (Yakobus 4:3). Apakah motif-motif Anda untuk berdoa? Apakah Anda meminta sesuatu kepada Allah supaya Anda dapat menaikkan ego Anda sendiri atau untuk tujuan-tujuan lain yang mementingkan diri sendiri? Atau, apakah Anda meminta Allah memenuhi firman-Nya sehingga kerajaan-Nya dapat datang di bumi? Allah tahu kita mempunyai kebutuhan, dan tidak salah kalau kita mengajukan permintaan yang dipenuhiNya berdasarkan firman-Nya. Yesus berkata, ". . . Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya" (Matius 6:8). Sesungguhnya fokus Anda yang terutama adalah menghormati Allah dan mempromosikan tujuan-tujuan-Nya. Apabila kita telah mengatur prioritas kita dengan benar, kita dapat mempercayai Dia untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Yesus menjanjikan kita,

Sebab itu, janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.(Matius 6:31-33)

Karena itu, ketika Anda berdoa periksalah alasan doa-doa itu. Mintalah Allah mengampuni Anda atas motif-motif yang tidak benar yang mungkin Anda buat, dan memampukan Anda mengembangkan motif-motif yang benar melalui pekerjaan Roh Kudus dalam hidup Anda. "Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (Filipi 2:13).

Pokok Doa :
1. Berdoa supaya kita bersedia dibukakan hatinya masing-masing di hadapan Tuhan atas motif doa yang kita lakukan, sehingga pemurnian terjadi dan kita melakukannya sesuai kehendak Allah.

Alkitab berkata, bahwa jika motif Anda salah, doa akan terhalangterhalang

ROCK MINISTRY BALI

03 Nov, 22:36


https://youtu.be/nLZjAaAOUYk?si=JAsXalyb0MMEIrpY

ROCK MINISTRY BALI

03 Nov, 22:36


https://youtu.be/8c6HpfSc0XA?si=nSXRVv9P7Jzwzhlw

ROCK MINISTRY BALI

03 Nov, 22:35


Mon, Nov 4, 2024

Kingdom's Quotes:
Tetapi kalau kita mengharapkan sesuatu yang belum kita lihat, maka kita menunggunya dengan sabar. (Roma 8:25 - BIS)
Bacaan Setahun:
Yeh. 21-22 ,Mzm. 5, 1 Tim. 1

THE INVISIBLE WORLD

“Kami tidak memperhatikan hal-hal yang kelihatan, melainkan hal-hal yang tidak kelihatan. Sebab, hal-hal yang kelihatan adalah sementara sedangkan hal-hal yang tidak kelihatan adalah kekal.” (2 Korintus 4:18 - AYT)

Suatu ketika saya menanti-nantikan transferan uang dari seorang teman. Dalam hitungan detik uang pun berhasil masuk ke rekening saya. Hal ini tentu merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari di zaman modern seperti sekarang ini. Tidak menjadi masalah anda melakukan transfer dari bank mana saja, dengan menu BI-Fast semua transfer antar bank dapat dilakukan secara instan. Hal ini tentu berbeda halnya apabila kita flashback ke beberapa dekade terakhir, di mana dunia perbankan masih belum seperti sekarang. Seringkali kita harus menunggu selama beberapa hari apalagi apabila transfer dilakukan pada akhir pekan, maka kita harus menunggu bank untuk memproses uang transfer kita di hari kerja berikutnya. Semua proses transfer ini tidak dapat kita lihat, karena dilakukan secara online/system oleh pihak bank. Namun demikian kita tetap percaya bahwa “sesuatu” terjadi di luar penglihatan mata kita, sehingga kita sabar menunggu sampai uang tersebut berhasil masuk ke rekening kita.

Demikian juga dengan perkataan Paulus yang kita baca pada ayat renungan hari ini. Sangat jelas di sini bahwa Paulus memberitakan tentang Kerajaan Sorga kepada para pembaca suratnya. Kerajaan Sorga memang tidak terlihat dengan mata jasmani mengambang di atas awan atau berdiri megah di langit biru di atas kepala kita. Kerajaan Sorga bekerja melampaui kemampuan mata jasmani kita dalam melihat. Kerajaan Sorga bekerja secara tidak kelihatan di dalam alam roh, yang mana kita percaya adalah alam yang sesungguhnya. Segala sesuatu yang terjadi di alam jasmani merupakan sebuah akibat yang terjadi di alam rohani. Apakah anda ingat dengan perkataan Tuhan Yesus berikut ini? “Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” (Matius 16:19b)

Dunia rohani sangat berhubungan dengan dunia jasmani yang tubuh kita hidupi hari ini. Dunia rohani sangat memengaruhi dunia jasmani. Jadi apabila anda menguasai dunia rohani maka dunia jasmani juga anda kuasai. Apa yang menjadi pergumulan anda hari ini? Mari kalahkan musuh-musuh anda dalam dunia rohani terlebih dahulu maka anda akan melihatnya menjadi nyata di dunia jasmani. (SS)

Questions:
1. Apakah anda percaya akan dunia rohani?
2. Apakah dunia rohani memengaruhi dunia jasmani? Diskusikan!
Values:
Kerajaan Sorga bekerja melampaui kemampuan mata jasmani kita dalam melihat.

ROCK MINISTRY BALI

02 Nov, 22:47


https://youtu.be/muT3jRXyKs0?si=NL38lduAUAhXzoT8

ROCK MINISTRY BALI

02 Nov, 22:46


Sun, Nov 3, 2024

Kingdom's Quotes:
Kita bisa melayani tanpa kasih, tetapi kita tidak bisa mengasihi tanpa melayani jiwajiwa yang terhilang sampai mereka berbalik kepada Tuhan.
Bacaan Setahun:
Mzm. 80 , Yeh. 19-20

MEMANDANG DENGAN PARADIGMA ALLAH

“Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula. Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?" (Yunus 4:10-11)

Paradigma merupakan cara pandang orang terhadap diri dan juga lingkungannya yang akan memengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (behaviour). Jika kita membaca kitab Yunus, Pasal pertama dimulai dengan ‘datanglah Firman Tuhan kepada Yunus untuk pergi ke Niniwe dan berseru terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada Tuhan.’ Namun Yunus tidak memandang Niniwe dengan paradigma Allah, melainkan ia memandangnya dengan kebencian dan iri hati. Niniwe adalah ibukota Asyur, suatu bangsa yang sangat fasik, kejam dan dursila. Bangsa Israel membenci orang Asyur dan memandang mereka sebagai ancaman besar. Paradigma inilah yang membuat Yunus mengambil keputusan untuk lari dari hadapan Tuhan dan mengambil jalannya sendiri pergi ke Tarsis jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.

Yunus adalah seorang nabi Tuhan. Sebagai seorang nabi ia seharusnya menyampaikan Firman Allah dengan setia pada pendengarnya. Predikatnya sebagai nabi Tuhan tidak menjamin bahwa Yunus mengerti isi hati Tuhan. Tanda orang yang semakin jauh daripada Tuhan adalah hatinya menjadi dingin dan hidupnya semakin turun. Yunus mulanya turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak. Saat itu Tuhan mengirimkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.

Periksa kehidupan kita apakah kita semakin turun dan semakin menjauh dari Tuhan? Banyak orang percaya seperti Yunus yang melayani tanpa kasih dan tidak peduli, disaat orangorang akan tenggelam dan binasa secara rohani dalam badai kehidupan, ia justru tidur nyenyak. Disaat kasih Tuhan tertuju pada sebuah bangsa yang besar, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tidak bisa membedakan tangan kanan dari tangan kiri atau membedakan yang benar dan yang salah, Yunus justru melihatnya dengan kebencian.

Masyarakat yang belum mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kondisinya terpisah dari Allah oleh karena dosa. Kehidupan mereka tidak jauh berbeda dengan bangsa Niniwe. Mereka membutuhkan kita sebagai warga Kerajaan yang telah menerima kasih Allah untuk membangun jembatan dan menyampaikan kebenaran Firman Tuhan sehingga mereka bisa menjadi orang percaya dan menjadi bagian dalam kerajaan Allah. Layani mereka dengan kasih dan gunakan paradigma Allah yang penuh dengan belas kasihan terhadap jiwa-jiwa yang terhilang sehingga Amanat Agung Kristus tergenapi melalui hidup kita. (RSN)

Questions:
1. Pelajaran apa yang bisa kita ambil melalui kisah Nabi Yunus?
2. Bagaimana kita melayani dengan paradigma Allah?
Values:
Kisah Yunus mengingatkan kita sebagai duta besar Kerajaan Allah untuk menunaikan tugas panggilan pergi memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa yang belum mengenal Kristus.

ROCK MINISTRY BALI

31 Oct, 22:52


https://youtu.be/oR9hN_lHXG4?si=T_KZ8qOhJXsvWco9

ROCK MINISTRY BALI

31 Oct, 22:51


King’s Sword
Jumat, 1 November 2024

Bacaan Setahun:
Yeh. 16, Gal. 6

TRANSFORMING PEOPLE'S PARADIGM

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah terpancar kehidupan.'” (Amsal 4:23 -TB2)

Welcome November. Tanpa terasa kita sudah memasuki bulan ke-11 di tahun 2024. Tema renungan bulan November 2024 ini adalah Transforming People's Paradigm yang memiliki arti 'Mengubah Paradigma Masyarakat'. Menurut Merriam Webster Dictionary, paradigm adalah: example or pattern yaitu contoh atau pola. Kata paradigm berasal dari bahasa Yunani paradeiknynai yang memiliki arti to show side by side yaitu untuk menunjukkan secara berdampingan. Sementara itu kata paradigma dalam KBBI memiliki arti kerangka berpikir. Arti lengkap kata paradigma merupakan contoh atau pola untuk menunjukkan secara berdampingan/bersamaan sebagai kerangka berpikir. Apa yang bisa kita pelajari dari hal mengubah paradigma masyarakat?

Yang pertama, apa yang membentuk paradigma seseorang? – Ams 4:23. Paradigma seseorang merupakan esensi dari isi hati setiap orang. Paradigma yang kuat dimulai dari hati yang melekat erat dengan Tuhan. Paradigma yang hebat dimulai dari menghidupi dan menjalani hikmat Tuhan. Paradigma seseorang tercurah lewat pola pikirnya. Apabila hati kita sudah melekat erat dengan Tuhan dan kita sudah menghidupi dan menjalani hikmat Tuhan maka kita akan memiliki pola pikir yang sesuai dengan Firman Tuhan. Kunci pembentukan paradigma terletak di hati kita. Paradigma seseorang dapat memengaruhi paradigma komunitasnya dan masyarakat di sekelilingnya.

Yang kedua, apa yang dapat mengubah paradigma seseorang? – Mat 15:18-19. Pembentukan paradigma terjadi di hati kita, namun perubahan paradigma juga dimulai dari hati kita. Jika hati kita benar maka pola pikir kita seharusnya benar. Namun jika hati kita salah maka pola pikir kita pun sudah pasti salah. Apa yang ada di hati kita yang sanggup mengubah pola pikir kita. Memang ada sebagian orang yang berkata bahwa perubahan paradigma dimulai dari pola pikir kita namun saya mendorong anda memahami bahwa kunci kehidupan kita terletak di hati kita. Oleh sebab itu perubahan paradigma dimulai dari hati kita. Selain menjaga hati dengan kewaspadaan kita juga harus mengisi hati kita dengan kebenaran dan hikmat Kerajaan Allah sehingga paradigma kita pun diikuti komunitas kita dan masyarakat di sekeliling kita.

Yang ketiga, bagaimana cara memiliki paradigma yang benar? – Rm 12:2. Setelah kita memiliki hati yang benar dan memiliki paradigma Kerajaan Allah maka kita harus terus menerus memperbarui pola pikir sesuai dengan Firman Tuhan. Kunci memiliki paradigma yang benar adalah mau ditegur dan dinasihati. Kita harus konsisten menjaga hati kita sehingga pola pikir kita selalu sejalan dan selaras dengan Firman Tuhan. Ingat baik-baik, peperangan terbesar kita bukan saja di pikiran kita, namun di seluruh aspek kehidupan kita. Berhati-hatilah dengan apa yang kita lihat, dengar dan rasakan, sebab apa yang kita lihat, dengar dan rasakan dapat memengaruhi pikiran dan hati kita. (DW)

Questions:
1. Mengapa kita harus menjaga hati kita dengan penuh kewaspadaan?

2. Apa yang harus dilakukan untuk menjaga hati dan pikiran kita?

Values:
Seorang Warga Kerajaan ALLAH adalah pribadi yang mau selalu menjaga hati dan pikirannya selalu.

Kingdom’s Quotes:
Kunci perubahan paradigma dimulai dari menjaga hati dengan penuh kewaspadaan dan selalu memperbarui pola pikir selaras dan sejalan dengan Firman Tuhan

ROCK MINISTRY BALI

30 Oct, 07:10


IBADAH DOA DAN PUASA GABUNGAN bersama Pdt. Timotius Arifin Tedjasukmana

(Onsite Service)

Mari bersama kami mengambil waktu khusus untuk berdoa, berpuasa dan bersatu hati dalam Ibadah Doa dan Berpuasa

Sabtu, 02 November 2024
pukul 06.00 Wita
Ruang Alfa – Lembah Pujian


See you saturday morning.
Jesus Bless You
__

You may LIKE – COMMENTS - & SUBSCRIBE
https://www.youtube.com/@RockMinistryTV

ROCK MINISTRY BALI

30 Oct, 07:04


BALI BLESSINGS
(Onsite Service)

Jumat, 01 November 2024

Pukul 19.00 Wita
🎙 Dilayani oleh Pdt. Christine Here
📍 GBI ROCK Lembah Pujian - Dps
(RUANG ALFA)

----------------------------------------------------

Sampai bertemu dalam ibadah Bali Blessings!!

Tuhan Yesus Memberkati

ROCK MINISTRY BALI

29 Oct, 22:30


Wed, Oct 30, 2024

Kingdom's Quotes:
Hidup bukan sekedar mencari pengharapan, karena hidup kita sendiri adalah sebuah harapan.
Bacaan Setahun:
Yeh. 11-12, Gal. 4

HIDUP DAN PENGHARAPAN SEJATI

“Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.” (1 Korintus 15:17)

Peristiwa kematian dan kebangkitan Kristus merupakan satu catatan paling penting dalam kehidupan kekristenan. Kebangkitan Yesus menunjukkan bahwa DIA adalah Tuhan sumber segala kehidupan yang berkualitas ini. Karena menjadi sumber maka IA juga menjadi tempat untuk kita berharap.

Tanpa kebangkitan, Kristus benar-benar hanya manusia biasa/tokoh agama yang bukan menjadi sumber sejati tapi cuman saluran sumber yang “time periode”nya terbatas. Itu sebabnya ketika Yesus benar-benar mati murid-muridNya masih tidak mengerti. Mereka tercerai berai, frustrasi, depresi, ingin kembali ke profesi asal, mengapa? Karena mereka melihat “sumber“ yang mereka butuhkan telah mati. Itu membuat mereka juga kehilangan pengharapan. Karena kehilangan sumber berarti kehilangan pengharapan.

Tapi syukur pada ALLAH, Yesus Kristus tidak mati selamanya, IA BANGKIT. Itu membuktikan bahwa DIA benar-benar adalah Tuhan Sumber segala kehidupan. Roma 15:12-13, “Dan selanjutnya kata Yesaya: "Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan.” Semoga (Now) Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.”

Dalam perspektif umum, apakah sumber yang membuat kita bisa berharap? Apakah uang kita? Atau orang lain? Kecantikan? Kekuatan atau relasi kita? Semua ini penting tetapi sebenarnya modal paling mendasar yang membuat kita seharusnya memiliki harapan adalah: “Hidup kita”, artinya selama Anda hidup Anda bisa berharap. Modal terbesar kita adalah hidup kita. Dalam kekristenan Allah justru sediakan hal (rahasia) yang lebih besar, bukan hanya kita masih diberi kesempatan hidup, melainkan melalui karya kematian dan kebangkitan Kristus memberi kita hadiah sekaligus pengharapan terbesar yaitu KEHIDUPAN ILAHI (ZOE) (Yoh 3:16). Artinya BENIH ILAHI/PRIBADI KRISTUS di dalam hidup kita. Hidup Kristus sekarang justru tinggal di dalam hidup manusia kita.

Yesus menjadi “sumber” yang tinggal di dalam kita. Ini memberikan kita pengharapan kekal. Hal ini membuat kita tetap punya pengharapan meski kita bisa menghadapi “kegagalan/kematian“ secara jasmani. Jadi jika kita bisa memaknai ini secara tepat, diharapkan kita akan menjadi lebih kuat dalam pengharapan kita. Karena selama masih hidup, berarti kita masih diberi kesempatan untuk berjuang menghadapi setiap tantangan yang ada. Anda mengerti? (HA)

Questions:
1. Siapa sumber kehidupan Anda? Mengapa?
2. Bagaimana Anda memaknai kehidupan yang Tuhan berikan selama ini? Diskusikan!
Values:
Melalui karya kematian dan kebangkitan Kristus, memberi kita hadiah sekaligus pengharapan terbesar yaitu kehidupan Ilahi (zoe)

ROCK MINISTRY BALI

27 Oct, 23:49


https://youtu.be/v5BXV9pNJUQ?si=1d26eXa3JfuCoQwM

ROCK MINISTRY BALI

27 Oct, 23:48


Mon, Oct 28, 2024

Kingdom's Quotes:
Kapal Rumah Tangga Anda bisa karam bukan hanya karena badai besar, tapi juga karena kebocoran kecil. Waspadalah!
Bacaan Setahun:
Yeh. 4-7, Gal. 2

BADAI PASTI BERLALU

“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orangorang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (2 Korintus 6:14)

Jika Anda mendengar judul renungan ini, Anda mungkin berkata "rasanya aku pernah mendengar kalimat ini". Ya, memang ini judul sebuah Novel terkenal Tahun 70-an yang ditulis oleh seorang novelist yang bernama samaran Marga T. Karena begitu populernya novel ini sehingga dibuat film dengan bintang film terkenal Christin Hakim. Isi cerita novel ini adalah tentang percintaan yang penuh badai tetapi pada akhirnya terjadi "happy ending".

Renungan hari ini hendak menasehati Anda yang saat ini berusia muda dan sering mengalami masalah di dalam percintaan. Memang mengalami masalah saat pacaran akan dirasa hidup seperti kapal oleng yang diterpa badai. Namun perlu disadari kehidupan harus tetap berjalan, jangan menyerah dan putus asa hanya karena ada "badai di dalam hubungan percintaan Anda".

Kalau dipikir baik-baik tentunya lebih baik Anda mengalami badai percintaan pada waktu pacaran. Anda mungkin saja ditinggal pacar dan putus cinta karena tidak cocok saat pacaran. Coba pikirkan kalau ketidakcocokan ini terjadi setelah menikah maka persoalan akan lebih rumit. Itu sebabnya bagi Anda yang saat pacaran mengalami "badai", Anda harus berpikir bahwa hal putus cinta saat pacaran adalah hal biasa.

Saat pacaran, Anda harus punya semboyan: “gugur satu tumbuh seribu”. Karena masa pacaran sebenarnya adalah masa pembelajaran, masa penjajagan untuk mengerti karakter masing- masing, apakah ada kecocokan, apakah Anda dapat menerima kekurangan pasangan. Yang menjadi persoalan adalah saat pacaran seringkali Anda tidak dapat berpikir rasional, alias irasional. Itu sebabnya sering dikatakan "cinta itu buta", bahkan penyanyi lagu country almarhum Gombloh mengatakan "kalau cinta melekat, tahi Kucing rasa coklat.”

Jika Anda kehilangan cara berpikir rasional, maka Anda akan mengabaikan perbedaan besar latar belakang pasangan Anda, atas nama cinta Anda yakin bahwa perbedaan besar apapun pasti terselesaikan bila Anda sudah menikah. Tentu cara berpikir seperti ini salah, dan kesalahan besar yang sering terjadi adalah banyak pasangan yang berpacaran dengan pacar yang tidak seiman. Dan mereka berharap seiring berjalannya waktu kemurnian cinta mereka akan dapat mengatasi perbedaan iman.

Keyakinan bahwa ketulusan cinta akan dapat mengatasi perbedaan keyakinan Agama adalah salah besar. Anda sedang menciptakan badai yang bisa berakibat kapal Anda karam, karena badai semacam ini tak akan mudah berlalu. Jadi pastikan pasangan Anda seiman, maka perbedaan yang lain, hanyalah badai kecil yang dapat Anda atasi dengan ketulusan cinta Anda berdua. Anda setuju? (DD)

Questions:
1. Mengapa saat berpacaran kita menjadi irasional?
2. Benarkah atas nama cinta perbedaan iman tak menjadi masalah?
Values:
Warga Kerajaan sejati tak akan pernah menggadaikan iman demi cinta.

ROCK MINISTRY BALI

26 Oct, 23:08


https://youtu.be/iRb1gGtkXyE?si=bX4CSxE9rKNZO00H

ROCK MINISTRY BALI

26 Oct, 22:13


https://youtu.be/EWbmpzI4G2k

ROCK MINISTRY BALI

26 Oct, 22:06


https://youtu.be/8wEgj62PnT0?si=dascu3TC-GjRefjP

MEMBANGUN PASUKAN DOA

(sumber: Understanding The Purpose And Power Of Prayer, DR. Myles Munroe)

Minggu 27 Oktober 2024

Singkirkan Penghalang Jawaban Doa : KESALAHAN (4)

Ayat renungan : Ibrani 10:16-22

Jika Anda berbuat dosa di dalam kehidupan sekarang, tutupilah dosa itu dengan darah Yesus. Biarkanlah Dia menghalau dosa Anda ke dalam laut pelupaan, supaya Anda mempunyai kuasa dalam doa bersama Allah. Usahakanlah pemulihan kembali hubungan Anda yang rusak itu dan perbaikilah kesalahan-kesalahan yang telah Anda perbuat, sebagaimana Allah memimpin. Jika Anda berdosa di kemudian hari, mintalah Allah mengampuni Anda dan meneruskan proses penyucian dalam hidup Anda. Terimalah pengampunan-Nya dan mendekatlah kembali kepada-Nya dalam iman yang teguh : . . . ‘Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu, ’ Ia berfirman pula : ‘Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.’

Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa. Jadi, saudara saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah, kita, menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena, hati kita telah dibersihkan, dari hati nurani, yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. (Ibrani 10:16-22)


Pokok Doa :
1. Berdoa agar seluruh Warga Kerajaan Allah memiliki keyakinan bahwa TUHAN telah mengampuni dan melupakan dosa masa lalu, sehingga ada keberanian untuk masuk ke ’Ruang Maha Kudus-Nya’.

2. Berdoa agar setiap Warga Kerajaan Allah mau menjalani proses pemurnian menuju kepada kesempurnaan yaitu serupa dan segambar dengan TUHAN.

Anda Rindu agar TUHAN Menjawab Doa?

Singkirkan Penghalang Jawaban Doa:

· Tidak Sembunyikan Dosa Pelanggaran

· Mohon Pengampunan & Terima Pengampunan dari Kristus

· Tidak Mengingat Dosa Masa Lalu

· Menjalankan Proses Pengudusan dalam Hidup Anda

· Miliki Hubungan yang Intim dengan Kristus!

ROCK MINISTRY BALI

26 Oct, 21:59


Sun, Oct 27, 2024

Kingdom's Quotes:
Kerajaan Allah terbuka bagi mereka yang merendahkan hati dan mengikuti suara Roh Kudus
Bacaan Setahun:
Yeh. 1-3, Gal. 1

BAHAYA MENGHUJAT ROH KUDUS

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal" (Markus 3:28-29)

Menghujat Roh Kudus adalah salah satu peringatan paling serius yang Yesus sampaikan kepada para ahli Taurat dalam Injil Markus. Saat Yesus mengusir setan dengan kuasa Roh Kudus, para ahli Taurat, karena hati mereka yang keras, menuduh bahwa Yesus melakukannya dengan kuasa setan. Tuduhan ini bukan hanya salah, tetapi juga menandakan sikap hati yang begitu tertutup dan menolak kebenaran dari Tuhan. Menghujat Roh Kudus, menurut Yesus, adalah dosa yang tidak dapat diampuni.

Apa yang membuat dosa ini begitu parah? Roh Kudus adalah Pribadi yang bekerja dalam hati manusia untuk menuntun mereka pada pertobatan dan iman kepada Kristus. Jika seseorang secara sadar dan terus-menerus menolak pekerjaan Roh Kudus, menuduhNya sebagai sesuatu yang jahat, maka hati mereka menjadi begitu keras sehingga mereka tidak lagi dapat bertobat. Pengampunan memerlukan hati yang mau bertobat, dan orang yang menghujat Roh Kudus telah menutup pintu pertobatan itu.

Peringatan ini relevan bagi kita semua. Meskipun mungkin kita tidak secara langsung menuduh karya Roh Kudus sebagai pekerjaan setan, kita perlu waspada terhadap hati yang keras dan sikap menolak kebenaran Tuhan. Kita dipanggil untuk peka terhadap suara Roh Kudus yang memimpin kita ke dalam pertobatan dan kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.

Bagi mereka yang merasa takut telah melakukan dosa ini, ada penghiburan: jika hati kita masih merasakan dorongan untuk bertobat, maka kita belum jatuh ke dalam dosa yang tidak terampuni. Tuhan adalah Allah yang penuh kasih dan pengampunan bagi semua yang datang kepada-Nya dengan hati yang hancur dan bertobat.

Hari ini, biarlah kita membuka hati kita untuk Roh Kudus, merendahkan diri di hadapan Tuhan, dan menerima kasih karunia-Nya yang berlimpah. Jangan keraskan hati, tetapi dengarlah suara-Nya dan bertobatlah selagi masih ada waktu. (DH)

Questions:
1. Mengapa dosa menghujat Roh Kudus dianggap sebagai dosa yang tidak terampuni?
2. Apa peran Roh Kudus dalam membawa manusia kepada pertobatan?
Values:
Hati yang keras menutup pintu bagi pertobatan dan pengampunan.

ROCK MINISTRY BALI

26 Oct, 01:41


https://youtu.be/6CKCThJB5w0?si=u1DOQEvahXr4t9j9

MEMBANGUN PASUKAN DOA

(sumber: Understanding The Purpose And Power Of Prayer, DR. Myles Munroe)

Sabtu 26 Oktober 2024

Singkirkan Penghalang Jawaban Doa : KESALAHAN (3)

Ayat renungan : Ibrani 10:14

Salah seorang profesor, rekan sekerja saya, pernah berkata, “Setelah kita meminta pengampunan, Allah memasang sebuah tanda yang berbunyi, ‘Jangan memancing.’” Ia telah menghalau dosa-dosa kita ke dalam laut pengampunan dan melupakannya, kita dilarang memancing di sana. Kita mungkin akan berkata, “Tetapi Tuhan, ingatlah apa yang aku lakukan beberapa tahun yang lalu. Itu masih aku pikirkan terus.” Namun Allah menjawab, “Apa yang sedang kaubicarakan? Aku sudah mengampunimu. Aku sudah melupakan kesalahanmu.” Syukur kepada Allah, bahwa segala sesuatu di masa lalu sudah diampuni dan dilupakan-Nya. Kita telah disucikan dari semua itu.

Jika Anda merasa berbeban berat karena kesalahan di masa lalu, sekarang Anda dapat berjalan memasuki hadirat Allah tanpa merasa terhukum. Tidak ada hukuman lagi bagi orang-orang yang berada dalam Kristus Yesus, sebab Allah telah mengampuninya melalui Kristus. Ibrani 10:14 berkata, “Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan (penekanan ditambahkan).” Kristus telah membuat Anda sempurna dalam Dia melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, namun Anda juga sedang diproses untuk ”dikuduskan”.

Pokok Doa :
1. Berdoa agar seluruh Warga Kerajaan Allah untuk selalu bersyukur karena Kristus berkorban supaya anak-anak-Nya menerima penyempurnaan dan pengudusan.

2. Berdoa agar seluruh gembala, pemimpin gereja, pelayan geraja, pejabat gereja (idak ada yang terkecuali) untuk menjadi teladan bagi umat Tuhan yang digembalakan, yaitu hidup kudus.

Janji Tuhan Yesus bagi Anda yang Telah Percaya kepada-NYA :

Diampuni & Dilupakan-Nya Dosa Anda!

Anda Menerima : Penyempurnaan dan Pengudusan dari Kristus!

ROCK MINISTRY BALI

25 Oct, 21:42


IBADAH Doa dan BERPUASA (via ZOOM) bersama Pdp. Daniel Adi Putra

Mari bersama kami mengambil agar waktu khusus untuk berdoa, berpuasa dan bersatu hati dalam Ibadah Doa dan Berpuasa

Sabtu, 26 Oktober 2024
Pukul 05.00 wib / 06.00 wita / 07.00 wit (open room 05.45 wita).

Link ZOOM : https://bit.ly/imf-prayer

( https://us02web.zoom.us/j/85863649676?pwd=Y1Y4NytSZnVnd01rRzgzOW5zQUpidz09)

Meeting ID: 858 6364 9676
Passcode: prayer


See you saturday morning.
Jesus Bless You

------------------------------------
You may LIKE - COMMENTS - & SUBSCRIBE
https://www.youtube.com/@RockMinistryTV

ROCK MINISTRY BALI

25 Oct, 21:36


Sat, Oct 26, 2024

Kingdom's Quotes:
Jangan pernah menunggu kesempatan datang jika hidup kita belum siap.
Bacaan Setahun:
Dan. 11-12, Yak. 5

KESIAPAN ATAU KESEMPATAN

"Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.” (Lukas 12:35)

Sebuah ungkapan mengatakan: “Kesuksesan adalah bertemunya kesiapan dengan kesempatan.” Momentum ini tidak akan terjadi ketika kita sudah siap tetapi belum ada kesempatan atau sebaliknya kesempatan ada tetapi kita tidak siap. Kita seringkali hanya menunggu kesempatan demi kesempatan terjadi di dalam hidup kita tanpa kita mempersiapkan diri dengan baik sehingga hal ini akan menjadi bumerang di dalam hidup kita dan gagal di dalam setiap kesempatan yang Tuhan berikan.

Dalam perumpamaan tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh dalam Matius 25:1-13 yang Yesus berikan, kesepuluh gadis-gadis itu mendapatkan kesempatan yang sama untuk menyongsong sang mempelai laki-laki. Dalam tradisi pernikahan Yahudi, mempelai laki-laki akan ditemani oleh teman-teman dekatnya pergi di malam hari ke rumah mempelai perempuan untuk upacara pernikahan. Setelah upacara, rombongan pernikahan akan bergerak menuju rumah mempelai laki-laki untuk mengadakan pesta pernikahan. Gadis-gadis yang telah bersiap sedia adalah pengiring kedua mempelai bersama para tamu yang bergabung dalam upacara pernikahan menuju acara pesta pernikahan. Mereka membawa pelita masing-masing untuk mengindikasikan bahwa mereka adalah bagian dari rombongan pesta pernikahan serta untuk menambah terang-benderang dan kemeriahan acara pernikahan tersebut. Ternyata pengantin laki-laki itu tidak datang secepat yang mereka duga dan setelah menunggu cukup lama gadis-gadis itu akhirnya tertidur. Ketika tengah malam terdengarlah suara orang berseru: “Mempelai datang! Songsonglah dia!”

Namun karena 5 gadis yang bodoh tidak mempersiapkan minyak dalam pelitanya dengan baik sehingga pelitanya hampir padam maka ketika mereka pergi untuk membeli minyak dan kembali sudah tidak ada waktu dan kesempatan untuk mereka turut serta dalam pesta perkawinan itu.

Perumpamaan mengenai sepuluh gadis ini tidak saja menekankan pada kehidupan rohani orang percaya yang harus senantiasa memperhatikan keadaan rohani mereka dalam menyongsong kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Selama kita hidup di dunia ini Tuhan punya rencana atas hidup kita. Setiap orang diberikan waktu yang sama, 1 hari adalah 24 jam. Ada talenta, kemampuan dan karunia-karunia yang juga telah dipercayakan kepada kita. Asah dan persiapkan hidup kita dengan baik karena ada rencana besar Tuhan yang akan digenapi-Nya dalam hidup kita.

Jika saat ini kita berfikir sudah bersiap sedia namun kesempatan itu tidak kunjung datang, jangan menyerah dan putus asa. Dibalik setiap masalah dan persoalan kita hadapi selalu ada kesempatan-kesempatan yang telah Tuhan sediakan untuk kita menjadi pemenang. Bagian kita adalah mempersiapkan diri dengan baik. Gunakan setiap talenta, kemampuan dan karunia-karunia yang sudah Tuhan percayakan serta andalkan Dia senantiasa untuk menghadapi setiap masalah dan persoalan. Sebab masalah dan persoalan itu akan melatih otot rohani kita sehingga jika kesempatan datang kita sudah siap dan kita menjadi pemenang. (RSN)

Questions:
1. Pernakah anda mengalami ada kesempatan datang namun hidup kita belum siap?
2. Apakah yang harus kita lakukan, mempersiapkan diri dengan baik atau menunggu kesempatan datang dalam hidup kita?
Values:
Kesiapan kita akan menentukan hasil akhir ketika kesempatan datang dalam hidup kita.

ROCK MINISTRY BALI

24 Oct, 22:02


https://youtu.be/E23kiPSmaa0?si=l0qKpl_NoIuKJTBb

ROCK MINISTRY BALI

24 Oct, 22:02


Fri, Oct 25, 2024

Kingdom's Quotes:
Kerjakan bagian kita, serahkan pergumulan dan perasaan kita kepada Tuhan dan nikmatilah kebahagiaan hidup dari Tuhan.
Bacaan Setahun:
Dan. 9-10, Yak. 4

KUNCI HIDUP BAHAGIA

“Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!” (Roma 12:17 - TB2)

Dalam perjalanan kehidupan kita sampai hari ini, kita sering mendengar orang berkata bahwa hidupnya tidak bahagia. Ada banyak orang suka membandingkan dirinya dengan orang lain, dan tentu saja tidak akan pernah bisa dibanding-bandingkan. Ada banyak orang kecewa mengapa mereka dilahirkan di keluarga tertentu karena mereka ingin dilahirkan sebagai orang lain. Ada banyak orang mulai berpikir untuk mengakhiri hidupnya karena mereka merasa hidupnya tidak bahagia. Tentu saja kita akan menjadi tidak bahagia apabila kita selalu melihat diri kita dan tak pernah peduli dengan keberadaan orang lain. Jika anda mau hidup bahagia, mari belajar tiga hal sebagai berikut.

Yang pertama, teruslah berbuat baik – Rm 12:17, 20-21. Orang dunia membalas kejahatan dengan kejahatan namun warga Kerajaan Allah membalas kejahatan dengan kebaikan. Teruslah berbuat kebaikan kepada semua orang, dengan demikian kita mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Kita melakukan kebaikan karena kita sudah mengalami kebaikan dari Tuhan. Kunci menikmati kebahagiaan hidup adalah mengingat kebaikan Tuhan selalu.

Yang kedua, teruslah hidup dalam damai – Rm 12:18. Jadilah peacemaker (pembuat damai) dan bukan troublemaker (pembuat keonaran). Jadilah pembawa damai di mana pun kita berada. Biarlah setiap orang mengenali kita sebagai pembawa damai sejahtera di mana pun kita berada. Bawalah selalu pesan damai sejahtera Kerajaan Allah kepada semua orang. Biarlah setiap orang yang berjumpa dengan kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan karena mereka melihat Tuhan melalui kehidupan kita. Sekalipun di sekitar kita banyak penggosip, hendaknya kita bukan menggosipkan kehidupan orang yang tak pantas dibicarakan. Kita boleh bergosip, yaitu menggosipkan Firman Tuhan. Kunci menikmati kebahagiaan hidup adalah membagikan damai sejahtera surgawi kepada semua orang yang kita jumpai.

Yang ketiga, serahkan hak Tuhan – Rm 12:19. Setiap orang dapat memiliki rasa kecewa dan marah. Namun jangan simpan rasa kecewa dan marah sampai berlarut-larut sehingga menjadi kekecewaan dan kemarahan. Apa yang menjadi respon kita saat kita dikecewakan? Apakah kita membalas rasa kecewa kita dengan melampiaskan rasa marah kita sampai meluap-luap? Ada beberapa orang yang merasa lega dan bahagia saat mereka melampiaskan kemarahannya kepada orang lain dan tanpa sadar mereka telah melukai hati orang lain yang menjadi sasaran kemarahan mereka. Mari kita belajar menyerahkan semua perasaaan kita yang terluka kepada Tuhan.

Mari kita belajar mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan dan orang-orang yang dapat menampung curahan isi hati kita. Mari kita belajar mendengar nasihat dan arahan dari Tuhan dan orang-orang yang benar-benar peduli dengan apa yang sedang kita alami. Percayalah kepada Tuhan yang sangat adil dalam membela kita, Ia akan menyelesaikan permasalahan kita dengan keadilan-Nya dan kebaikan-Nya. Kunci menikmati kebahagiaan hidup adalah menyerahkan perasaan kita yang terluka kepada Tuhan. Mari kita menikmati kebahagiaan hidup bersama Tuhan setiap hari. (DW)

Questions:
1. Apa definisi hidup bahagia menurut anda?
2. Mengapa ada orang yang selalu berkata bahwa hidupnya tidak bahagia?
Values:
Seorang warga Kerajaan ALLAH adalah pribadi yang menyadari bahwa ALLAH adalah sumber kebahagiaan hidupnya.

ROCK MINISTRY BALI

23 Oct, 22:41


https://youtu.be/5JGjxMTnF7s?si=z2cFZmvokEDMAB1b

ROCK MINISTRY BALI

23 Oct, 22:41


Thu, Oct 24, 2024

Kingdom's Quotes:
Setiap kebenaran Firman adalah Kristus centris, sedang kita ego centris, itu sebabnya Firman Tuhan tidak relevan dengan keinginan kita.
Bacaan Setahun:
Dan. 7-8, Yak. 3

FIRMAN TUHAN YANG TIDAK RELEVAN

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.” (Matius 5:40)

Arti kata relevan adalah berhubungan atau ada kaitannya. Banyak anak muda sekarang jika mendengar Firman Tuhan di gereja merasa bosan. Beberapa orang berkata saya tidak mengerti, atau ada yang berkata saya mengerti sih, apa yang disampaikan hamba Tuhan itu, tapi absurd dan rasanya tidak relevan dengan kehidupan nyata.

Memang setiap kebenaran Firman Tuhan yang disampaikan akan menjadi relevan bila dimengerti, lalu ada kaitannya dengan pengalaman hidup kita dan nilai yang disampaikan kita percayai, jika tidak kita mengerti dan tidak kita percayai maka Firman Tuhan itu akan menjadi tidak relevan. Itu sebabnya respon jemaat saat mendengar Firman Tuhan berbeda-beda satu dengan yang lain walau mendengar kotbah yang sama, mengapa? Karena setiap orang mempunyai presepsi penerimaan yang berbeda-beda.

Pada dasarnya perintah Firman Tuhan yang dikatakan oleh Tuhan Yesus hampir semua tidak relevan. Contohnya adalah ayat bacaan hari ini, apakah mungkin di dalam realita ada orang yang ditampar pipi kanan akan rela memberikan pipi kirinya? Memang kalimat ini bisa diartikan lebih luas yaitu ‘balaslah kejahatan dengan kebaikan'. Namun benarkah sikap membalas kejahatan dengan kebaikan? Bukankah tanpa menghukum orang yang berbuat jahat, akan makin banyak orang akan berbuat jahat tanpa rasa bersalah?

Memang sesungguhnya kita tak akan bisa mengerti kebenaran Firman Tuhan, tanpa Roh Kudus memberikan pencerahan. Karena pemahaman cara berpikir manusia berdosa sangat egosentris dan bersifat duniawi. Manusia hanya memahami jika perintah Firman Tuhan itu menguntungkan dirinya. Contohnya para suami pasti meng'amin'kan perintah Firman Tuhan yang berkata: 'Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan.' Padahal perkataan Firman ini untuk para istri, sedang untuk para suami perintahnya adalah: 'Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.'

Apakah para suami bersedia mencintai istrinya dan rela mengorbankan semua kenyamanan hidupnya demi istrinya, walau istrinya tidak tunduk? Jika suami mencintai Kristus dan juga sangat mencintai istrinya maka perintah Firman Tuhan ini akan relevan.

Pelajaran apa yang dapat kita mengerti di sini? Sekali lagi mengapa perintah Firman Tuhan sering tidak relevan? Jawabannya karena 'kita mencintai diri sendiri alias egosentris.' Perintah Firman Tuhan akan relevan jika kita mendapat pencerahan dari Roh Kudus sehingga kita dapat merasakan Kasih Kristus yang tak terbatas dan berakibat kita memahami semua perintah Firman Tuhan yang absurd. (DD)

Questions:
1. Benarkah hampir semua kebenaran Firman Tuhan tidak relevan? Beri contoh?
2. Mengapa kebenaran Firman Tuhan tidak relevan? Diskusikan!
Values:
Tanpa menyangkal diri tak ada seorang pun yang layak mengikut Kristus.

ROCK MINISTRY BALI

23 Oct, 00:00


https://youtu.be/k1RJW-upOYA?si=T7Cm1e1e9VJsCy7E

ROCK MINISTRY BALI

23 Oct, 00:00


Wed, Oct 23, 2024

Kingdom's Quotes:
Love and Respect are two forms of intergenerational language.
Bacaan Setahun:
Dan. 5-6, Yak. 2

KOMUNIKASI BEDA GENERASI

“Hendaknya Allah dimuliakan turun-temurun di dalam jemaat, melalui Kristus Yesus. Terpujilah Allah selama-lamanya! Amin.” (Efesus 3:21 - BIMK)

Kita tentu telah mengetahui bahwa setelah Perang Dunia II usai, maka bangsa-bangsa mengalami masa-masa pertumbuhan populasi yang pesat. Atas anugerah Tuhan, generasi yang baru pun terlahir dengan kondisi dunia yang sudah berbeda dari sebelumnya. Secara Garis Besar generasi terbagi menjadi 5 kelompok besar di antaranya Generasi Baby Boomers (1946- 1964), Generasi X (1965-1980), Generasi Y (1981-1995), Generasi Z (2010) dan Generasi Alpha (2011-sekarang). Tidak dipungkiri sering terjadi kesulitan komunikasi yang timbul karena adanya perbedaan generasi ini.

Tidak terkecuali juga pada kita setiap warga Kerajaan Allah. Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, rasul Paulus mengajarkan bahwa “hendaklah Allah dimuliakan turun-temurun”. Ini berbicara bahwa orang percaya harus mempersiapkan sebuah pelayanan antar generasi. Generasi yang terdahulu bertugas mempersiapkan generasi berikutnya, sehingga nama Tuhan tetap dimuliakan di setiap generasi yang ada. Generasi berikutnya dapat meneladani keteladanan yang ditunjukkan oleh generasi sebelumnya, dan demikian seterusnya.

Pelayanan generasi adalah pelayanan yang penting dalam Kerajaan Allah, sehingga tidak mengherankan menjadi target iblis. Iblis ingin menghancurkan generasi dengan segala macam cara. Oleh karena itu pelayanan ini memiliki tantangannya tersendiri di setiap generasi. Apabila kita dalami tantangan ini, atau yang lebih dikenal dengan istilah generation gap ini umumnya merupakan masalah komunikasi. Teknik komunikasi generasi Y berbeda dengan generasi Z. Kita perlu memahami hal ini agar pelayanan kita dapat efektif. Berikut adalah beberapa tips agar kita mampu membangun komunikasi yang baik antar individu yang berbeda generasi di dalam komunitas kita, entah itu di lingkungan keluarga, tempat tinggal, ataupun di marketplace anda masing-masing.

Educate. Carilah dan pelajari informasi-informasi mengenai karakteristik dari masingmasing generasi. Apabila anda seorang leader maka sangat baik apabila anda mengingatkan setiap pribadi dalam komunitas saudara akan adanya perbedaan generasi. Knowledge is the first step toward understanding.

Culture. Bangunlah suatu budaya yang positif dalam komunitas anda di mana setiap pribadi bersedia untuk mengerti, menerima dan menghormati adanya perbedaan generasi. (Understand, Accept and Respect) Flexibility : Jadilah pribadi yang flexible terhadap suatu “tata cara”, jangan kaku terhadap metode, fokuslah pada esensi kebenaran Firman Tuhan.

Feedback. Banyak-banyaklah mendengar ketimbang berbicara satu arah saja. Mintalah masukan secara berkala. Generasi yang di atas tidak perlu malu untuk bertanya kepada generasi yang di bawahnya, begitu pula generasi yang di bawah menghormati generasi di atas.

Mazmur 78:6-7 berkata “supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anakanak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka, supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya.” (SS)

Questions:
1. Apakah anda pernah mengalami hambatan generation gap dalam komunitas anda?
2. Siapa saja dalam komunitas anda yang terlahir dari generasi yang berbeda kemudian doakan dan layani mereka dengan pendekatan yang labih baik
Values:
Melayani generasi adalah salah satu wujud kasih

ROCK MINISTRY BALI

20 Oct, 23:46


https://youtu.be/27YN8AExBqc?si=ectc7-xsE1sq-g0X

MEMBANGUN PASUKAN DOA

(sumber: Understanding The Purpose And Power Of Prayer, DR. Myles Munroe)

Senin 21 Oktober 2024

Singkirkan Penghalang Jawaban Doa : DOSA (2)

Ayat Renungan : Yesaya 59:2.

Apabila ada dosa, terutama dosa yang Anda dengan sengaja tidak mematuhi firman Allah, maka Allah tidak akan mendengarkan doa Anda. Anda tidak akan menerima kemurahan-Nya. Banyak orang menganggap berlakunya kasih karunia Allah, kemudian mereka tidak mematuhi Firman Allah dan tetap berbuat dosa, sebab menganggap zaman Perjanjian Baru didalam Kristus adalah zaman Anugerah yang disediakan Tuhan Yesus bagi yang percaya kepada-Nya, namun tanpa dengan hati yang mau sungguh-sungguh meninggalkan dosa-dosa yang mereka perbuat. Yesaya 59:2 “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” Kemudian, Mazmur 66:18 “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.” 1 Yohanes 3:22 “dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” Namun demikian, apabila kita berdosa, 1 Yohanes 2:1 meyakinkan kita, “… jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.” Alkitab juga berjanji kepada kita : dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

Memahami Firman Tuhan tersebut, bahwa pentingnya tindakan pertobatan, untuk tidak lagi hidup dengan kejahatan, tetapi merendahkan diri dan berdoa memohon untuk pengampunan-Nya, sehingga Allah berkenan menjawab doa permohonan yang disampaikan kepada-Nya.

Pokok Doa :
1. Warga Kerajaan Allah tidak kembali kepada kehidupan dosa, yang menjadi penghalang doa-doa yang disampaikan kepada Allah.

2. Warga Kerajaan mau hidup dengan kerendahan hati, dengan memberikan diri untuk hidup dalam pimpinan Roh Kudus.

Keangkuhan hidup, mengandalkan kekuatan diri sendiri, penyebab enggannya orang menyediakan waktu untuk berdoa.

ROCK MINISTRY BALI

20 Oct, 22:25


https://youtu.be/MoybT3jENg4?si=iPohN_Im2cCBEtqV

ROCK MINISTRY BALI

20 Oct, 22:24


Mon, Oct 21, 2024

Kingdom's Quotes:
Memilih jalan kejujuran mungkin sulit, tetapi itu membawa kita pada pertumbuhan rohani dan kedekatan sejati dengan Tuhan dan sesama.
Bacaan Setahun:
Dan. 1-2, Mzm. 136

KEJUJURAN YANG MENGHIDUPKAN

"Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus yang adalah Kepala." (Efesus 4:15)

Pernahkah Anda merasakan damai sejahtera setelah mengungkapkan kebenaran? Atau mungkin Anda pernah mengalami bagaimana kebohongan kecil bisa merusak kepercayaan dan hubungan yang sudah terjalin erat? Kejujuran itu penting, seperti embun pagi yang menyegarkan, mampu menghidupkan kembali semangat dan memberikan ketenangan dalam hati kita.

Kejujuran adalah cermin dari jiwa kita, sebuah refleksi dari integritas yang harus ada dalam diri setiap pengikut Kristus. Hari ini, kita diajak merenungkan: apakah kita bisa selalu jujur dalam setiap perkataan kita? Bukan hanya dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga saat berkomunikasi melalui chat atau sosmed dalam hubungan dengan keluarga, sahabat, rekan kerja, dan dalam setiap interaksi sosial yang kita lakukan. Mengapa kejujuran itu penting? Ingat bahwa ketidakjujuran dan menyembunyikan kebenaran adalah dosa yang mendukakan Roh Kudus, dan itu dapat membawa musim dingin rohani dalam hidup kita.

Orang yang mengalami kekeringan itu seperti pohon yang kehilangan daun, kehidupan kita terasa kering dan kosong. Kehidupan rohani kita bisa terkubur dalam kebohongan kecil yang kita biarkan tumbuh. Roh Kudus yang pernah begitu dekat, kini terasa jauh karena kita tidak lagi setia pada kejujuran kita.

Kejujuran bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah perjalanan. Setiap hari, kita diberi kesempatan untuk memilih antara jalan yang mudah namun penuh tipu daya, atau jalan yang sulit namun membawa kita pada kebenaran sejati. Marilah kita bersama-sama berkomitmen untuk hidup dalam kejujuran, agar kita bisa memanen buah-buah kebaikan yang berlimpah.

Brené Brown, dalam bukunya “The Gifts of Imperfection”, menulis, "Integritas adalah memilih keberanian di atas kenyamanan; memilih yang benar di atas yang menyenangkan, menguntungkan, atau aman."

Kutipan ini menegaskan bahwa kejujuran dan integritas seringkali membutuhkan keberanian. Kita dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit dalam kehidupan sehari-hari, di mana kita harus memutuskan antara yang benar dan yang mudah atau menguntungkan. Namun, seperti yang ditegaskan dalam Efesus 4:15, dengan berpegang pada kebenaran dalam kasih, kita akan bertumbuh menuju Kristus. (DH)

Questions:
1. Dalam aspek kehidupan apa Anda merasa paling sulit untuk jujur, dan mengapa?
2. Bagaimana pengalaman Anda ketika memilih untuk jujur dalam situasi yang sulit? Apa dampaknya pada hubungan Anda dengan Tuhan dan sesama?
Values:
Kejujuran bukan sekadar berkata benar, melainkan cermin integritas yang memantulkan karakter Kristus dalam diri kita."

ROCK MINISTRY BALI

18 Oct, 23:08


Sat, Oct 19, 2024

Kingdom's Quotes:
Mungkin kita tidak dapat melakukan hal-hal besar, tetapi kita dapat melakukan hal-hal kecil degan penuh cinta. - Mother Teresa
Bacaan Setahun:
Rat. 3, Mzm. 140

JANGAN JEMU-JEMU BERBUAT BAIK

“Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:7, 9)

Suatu saat saya pernah membaca sebuah tulisan yang berkata demikian: “Akte lahir adalah kertas. Ijazah juga kertas. Akte nikah juga kertas. Surat kepemilikan rumah, mobil, motor, deposito dan harta-harta juga ketas. Uang juga kertas.” Ternyata kehidupan kita dikelilingi kertas-kertas. Seiring waktu berlalu, semua bisa robek, kemudian dibuang dan dibakar. Berapa banyak orang-orang bersedih karena “kertas-kertas” yang dimilikinya telah lenyap dalam sekejab? Banyak orang begitu bahagianya dengan “kertas-kertas”. Tetapi ada satu lembar kertas yang tidak mungkin dilihat oleh manusa itu sendiri, yaitu “AKTE KEMATIAN”nya sendiri! Maka manusia itu ada batasnya, yang tidak mungkin adalah menjangkau waktu.

Mother Teresa menulis: “Saudaraku, Manfaatkan hidup sebaik-baiknya selagi masih bisa bernapas. Mungkin kita tidak dapat melakukan hal-hal besar, tetapi kita dapat melakukan hal-hal kecil degan penuh cinta.” Apakah yang sudah kita hasilkan dalam perjalanan hidup kita? Apakah kita sudah berdampak dan menjadi berkat bagi orang lain?

Manfaatkan kesempatan hidup sebaik-baiknya selagi masih bisa bernapas. Kita kadang mengira bahwa kehidupan orang lain lebih baik dari kehidupan kita. Orang lain pun meyakini, bahwa kehidupan kita jauh lebih baik darinya. Hal itu terjadi dikarenakan kita melupakan satu hal terpenting dalam hidup, yaitu: “lupa mensyukuri apa yang sudah kita miliki”. Oleh sebab itu nikmati hidup, sebelum hidup tidak bisa dinikmati, dan selalu bersyukurlah atas segala nikmat dan karunia hidup. Selagi perjalanan kehidupan kita masih belum selesai, mari lakukan yang terbaik karena akan tiba saatnya kita sudah tidak ada di dunia lagi. Sadarlah hidup itu pendek, pasti ada saatnya finish.

Galatia 6:9-10 ”Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.' 'Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”

Ada begitu banyak hal baik yang dapat kita kerjakan dalam hidup ini. Bagaimana kita dapat memastikan bahwa kita telah mengambil keputusan yang benar dan tidak melewatkan kesempatan yang Tuhan berikan? Bersyukurlah kita sudah menemukan jalan keselamatan dan sudah lolos menjalani perjalanan hidup kita sekarang ini, Amin. (AU)

Questions:
1. Apakah yang Anda hasilkan dalam perjalanan hidup Anda? Apakah Anda sudah menjadi berkat?
2. Menurut Anda, apa arti ”Jangan jemu-jemu berbuat baik”? Diskusikan!
Values:
Selagi perjalanan kehidupan kita masih belum selesai, lakukan yang terbaik karena akan tiba saatnya kita sudah tidak ada di dunia lagi.

ROCK MINISTRY BALI

18 Oct, 06:14


IBADAH DOA dan BERPUASA (via ZOOM) bersama Pdm. Paul Suryanto

Mari bersama kami mengambil agar waktu khusus untuk berdoa, berpuasa dan bersatu hati dalam Ibadah Doa dan Berpuasa

Sabtu, 19 Oktober 2024
Pukul 05.00 wib / 06.00 wita / 07.00 wit (open room 05.45 wita).

Link ZOOM : https://bit.ly/imf-prayer

( https://us02web.zoom.us/j/85863649676?pwd=Y1Y4NytSZnVnd01rRzgzOW5zQUpidz09)

Meeting ID: 858 6364 9676
Passcode: prayer


See you saturday morning.
Jesus Bless You

------------------------------------
You may LIKE - COMMENTS - & SUBSCRIBE
https://www.youtube.com/@RockMinistryTV

ROCK MINISTRY BALI

17 Oct, 22:55


Fri, Oct 18, 2024

Kingdom's Quotes:
Marilah mempersaksikan Kristus melalui kehidupan sehari-hari yang dipenuhi dengan tantangan, penderitaan, cobaan dan masalah, sebab melalui proses inilah umat Tuhan ditempa dalam menjalani panggilan Ilahi.
Bacaan Setahun:
Rat. 2, Mzm. 77

MEMPERSAKSIKAN KRISTUS

“Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.” (Kisah Para Rasul 20:24)

Dalam kehidupan sehari-hari, pasti kita dihadapkan dengan situasi yang penuh dengan masalah, tantangan dan hambatan yang beragam. Tetapi, kita dituntut bukan untuk lari menghindari permasalahan tersebut, melainkan menyelesaikannya hingga tuntas sesuai amanat yang diberikan kepada kita. Hal inilah yang disebut dengan komitmen. Komitmen berarti tindakan atau sikap dalam melakukan sesuatu dengan penuh tanggung jawab hingga tuntas.

Mengenai hal komitmen, dalam Kisah Para Rasul 20:24 dikisahkan perpisahan Rasul Paulus dengan penatua-penatua Jemaat Efesus di kota Miletus. Rasul Paulus menyampaikan pesan kepada penatua-penatua sebelum perpisahannya dengan mereka dan ia juga membagikan kesaksiannya akan tantangan dan proses dalam mewartakan Injil Kristus yang kini juga menjadi bagian dari tugas penatua-penatua Jemaat Efesus untuk ikut berpartisipasi sebagai pewarta Kabar Baik.

Dapat disimak bahwa Rasul Paulus juga meneguhkan penatua-penatua untuk bertekun dalam iman dan memohon oleh rahmat perlindungan kuasa Roh Kudus untuk menuntun mereka dalam menjalankan karya penggembalaan atas umat Allah. Rasul Paulus juga tidak lupa untuk berpesan agar tetap waspada akan ajaran-ajaran sesat yang mampu menyimpangkan mereka dari jalan kebenaran sejati yakni Kristus Sang Jalan Kebenaran dan Hidup.

Sikap dan keteladanan Rasul Paulus kepada penatua-penatua Jemaat Efesus di Kota Miletus merupakan suatu pembelajaran bahwa semua orang Kristen dipanggil untuk mempersaksikan Kristus dalam kehidupan sehari-hari di tengah dunia yang semakin tidak memberikan kepastian dan berujung pada kebinasaan kekal. Tugas mempersaksikan Kristus adalah suatu kewajiban karena merupakan amanat Agung dari Kristus sendiri atas orang percaya yang kemudian juga ditegaskan kembali oleh Rasul Paulus.

Mempersaksikan Kristus berarti menyatakan ajaran, karya dan pribadi Kristus melalui kehidupan kita kepada orang-orang di sekitar kita. Hal ini nampak melalui tutur kata, tindakan dan sikap yang kita lakukan kepada orang lain. Mempersaksikan Kristus juga berarti siap menanggung resiko yang akan dihadapi bahkan merelakan nyawa kita sendiri. Ketangguhan dalam menanggapi tugas tersebut bukan oleh kekuatan kita sendiri melainkan oleh Kuasa Roh Kudus, daya ilahi yang memampukan kita mewujudkan kehendak Allah. Komitmen mempersaksikan Kristus hendaknya dipandang sebagai panggilan Ilahi yang luhur, sebab Allah menghendaki kita sebagai alat-Nya untuk menegakkan Kerajaan Allah di atas bumi. (AH)

Questions:
1. Siap sediakah kita menerima resiko dalam mempersaksikan Kristus?
2. Apakah motivasi kita dalam mempersaksikan Kristus ?
Values:
Dengan iman yang teguh, kita harus memegang komitmen dalam mempersaksikan Kristus hingga Tuhan memanggil kita pulang.

ROCK MINISTRY BALI

17 Oct, 00:00


https://youtu.be/Lr3dg7XpXDE?si=8TZnonNLCRsCMh6F

ROCK MINISTRY BALI

17 Oct, 00:00


Thu, Oct 17, 2024

Kingdom's Quotes:
Pertumbuhan iman Anda akan berdampak bagi pertumbuhan iman orang-orang di dekat Anda juga.
Bacaan Setahun:
Yer. 52 ,Mzm. 74, Rat. 1

271 TRILIUN DAN PERTUMBUHAN IMAN

“dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,” (Filipi 1:29)

Suatu waktu saya bertanya kepada beberapa rekan di dalam komunitas kami yang kami sebut sebagai ‘komsel’. Ini pertanyaan saya: “Jika ternyata Tuhan memberikan kesempatan kehidupan kedua kelak Anda ingin lahir di mana dan dari keluarga yang bagaimana?” Ada seorang suami menjawab: “Tentu saja saya mau lahir seperti sekarang ini, persis perjalanannya seperti sekarang ini supaya saya bisa ketemu istri yang ada di samping saya ini.” Seorang anak muda berucap: “Kalau saya maunya lahir di keluarga Christiano Ronaldo atau Messi saja deh pak, biar tiap hari bisa main bola tanpa mikirin harus bekerja di mana.” --Karena dia berpikir punya bapak yang super kaya dan seorang atlet sepak bola.

Lalu ada satu jawaban dari salah satu anggota komsel kami yang cukup membuat suasana menjadi ‘heboh’, dia berseloroh: “Tidak penting mau dilahirkan di mana, dengan keluarga siapa, bagi saya pokoknya lahir dari keluarga yang punya duit minimal 271 Triliun supaya saat saya lahir diberi hadiah ‘Jet pribadi’, saat muda bisa tiap hari ajak teman-teman untuk hidup foya-foya, dan saat saya tua nantinya sering undang orang-orang miskin untuk pesta pora, kelak kalau mati saya bisa masuk sorga!” WOW...! Sebuah jawaban diluar nurul (baca: nalar). Tentu saja itu jawaban candaan dari anggota komsel kami yang memang dikenal dengan tipikal ‘suka lawak’.

Pada bacaan ayat renungan hari hari ini kita diingatkan oleh tulisan rasul Paulus kepada jemaat di Filipi. Bahwa kehidupan kita ini harus mempunyai nilai (value) bagi orang lain. Value tersebut bukan soal berdampak secara ekonomi --sekalipun ini juga penting, Paulus menekankan supaya kita mempunya dampak untuk pertumbuhan iman bagi orang lain. “Aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman.” Paulus mendedikasikan hidupnya untuk pertumbuhan iman, pengenalan akan Kristus Yesus Tuhan yang dia yakini dan teladani untuk orang lain. Sebab baginya, hanya melalui-Nya saja kehidupan kekal kelak akan dia peroleh.

Bagaimana dengan perjalanan iman kita hari-hari ini? Apakah hidup kita saat ini sudah kita ‘setting’ untuk juga berdampak bagi pertumbuhan iman orang-orang sekitar kita? Yang paling dekat tentu saja dimulai dari keluarga kita, setelahnya kita bisa berdampak bagi komunitas-komunitas kita lainnya seperti di sekolah, kantor, dan komsel gereja kita. Tidak seberapa penting anda dan saya lahir dari keluarga siapa, dalam keadaan ekonomi seperti apa, yang Tuhan rindukan adalah sudahkah kita berbuah, menjadi dampak baik bagi pertumbuhan iman orang-orang di sekitar kita? Jadi, hidupi iman Anda dan bantu saudara-saudara Anda untuk juga bertumbuh dalam iman. Anda setuju? (HB)

Questions:
1. Apakah iman Anda sudah bertumbuh? Bagaimana Anda menilainya?
2. Sudahkah Anda berdampak dalam pertumbuhan iman seseorang yang Anda kenal? Saksikan!
Values:
Setiap warga Kerajaan seharusnya memiliki iman yang bertumbuh untuk dirinya dan juga bisa berdampak bagi sekitarnya.

ROCK MINISTRY BALI

16 Oct, 04:06


BALI BLESSINGS
(Onsite Service)

Jumat, 18 Oktober 2024

Pukul 19.00 Wita
🎙 Dilayani oleh Pdm. Wayan Diratenaya
📍 GBI ROCK Lembah Pujian - Dps
(RUANG OMEGA)

----------------------------------------------------

Sampai bertemu dalam ibadah Bali Blessings!!

Tuhan Yesus Memberkati

ROCK MINISTRY BALI

15 Oct, 22:26


https://youtu.be/GcTHltLg88U?si=2Hg49hI0lefQZXGn

ROCK MINISTRY BALI

15 Oct, 22:03


Wed, Oct 16, 2024

Kingdom's Quotes:
Hidup seorang prajurit bukanlah miliknya sendiri, ia milik negara. Itu sebabnya ia harus bersiaga kapanpun negara membutuhkan.
Bacaan Setahun:
Yer. 50-51,Mzm. 137

TAK PUSING SOAL PENGHIDUPAN

“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” (2 Timotius 2:3-4)

Rasul Paulus adalah seorang Rasul yang hebat baik secara intelektual maupun di dalam karya penginjilannya. Karena Rasul Pauluslah berita Injil lebih cepat tersebar sampai ke Turki, Yunani dan Itali. Ia bukan hanya rajin mengabarkan Injil tetapi ia juga membuka sidang jemaat di banyak kota dan daerah, seperti Korintus, Galatia, Filipi dan Roma.

Di dalam surat penggembalaannya Ia mengajarkan untuk jemaat tetap rajin, taat dan setia. Di dalam suratnya itu ia mengibaratkan pengikut Kristus harus seperti petani yang rajin, mau bersusah payah dan juga sabar, layaknya petani yang harus rajin menabur dan sabar menunggu waktu menuai. Ia juga mengibaratkan pengikut Kristus sebagai atlet yang terus fokus berlatih walau belum waktunya bertanding. Bahkan ia mengibaratkan dirinya juga sebagai petinju, yang terlatih dan tidak sembarangan memukul.

“Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Korintus 9:26-27)

Yang lebih hebatnya lagi ia mengibaratkan pengikut Kristus sebagai seorang prajurit atau tentara. Karena menurut Rasul Paulus seorang tentara tujuan hidupnya bukan lagi untuk diri sendiri, tapi totalitas untuk Kerajaan dan Sang Raja. Dan Rasul Paulus menyampaikan kebenaran, sebagai tentara atau prajurit kita tidak perlu lagi memusingkan diri soal 'kebutuhan penghidupan', mengapa? Karena semua itu sudah dijamin Kerajaan. Tugas seorang prajurit fokusnya hanya mengikuti perintah dan arahan komandannya.

Pesan ini harusnya menghibur sekaligus menegur kita sebagai pengikut Kristus, mengapa? Karena sebagai orang Kristen kita seringkali pusing dan kuatir dengan kehidupan sehari-hari kita. Seharusnya kita tidak lagi pusing dengan kehidupan kita, kalau kita masih pusing jangan-jangan kita bukan tentara Kristus, atau mungkin kita tentara yang sedang desersi, yang tidak lagi mengikuti perintah Sang Komandan.

Sebagai pengikut sekaligus tentara Kristus kita seharusnya memahami apa yang Rasul Paulus sampaikan. Karena ada tujuan atau misi yang mulia Sang Raja di dalam hidup kita sebagai tentara. Maka dapat dipastikan persoalan biaya hidup kita dan keluarga sudah dijamin penuh oleh Kerajaan. Kesimpulannya jangan lagi kuatir, jadilah tentara Kristus sejati, dan jangan pusing lagi, karena kehidupan Anda dan keluarga sudah dijamin Sang Raja. Anda percaya? (DD)

Questions:
1. Sebagai orang Kristen kita ini ibarat apa? Jelaskan!
2. Mengapa sebagai prajurit kita tidak perlu memusingkan diri dengan soal penghidupan?
Values:
Sang Raja tak mungkin tidak menjamin keperluan hidup bagi para prajurit dan keluarganya.

ROCK MINISTRY BALI

15 Oct, 00:02


https://youtu.be/0xvjgSsZQ1o?si=OeRX62ZS47cNUNaV

ROCK MINISTRY BALI

15 Oct, 00:01


Tue, Oct 15, 2024

Kingdom's Quotes:
Hiduplah berkenan dihadapan Tuhan karena tidak ada yang mustahil bagi Tuhan ketika kita berserah dan berharap kepada-Nya.
Bacaan Setahun:
Mzm. 123 , Yer. 48-49

MENGGERAKKAN WAKTU TUHAN

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33)

Jika kita mempunyai sebuah Jam Dinding Tradisional yang digerakkan oleh batu baterai sebagai sumber energinya, maka kita bisa melihat ketika batu baterai itu masih baru dan bagus, maka jam dinding tersebut bisa bergerak. Kalau batu baterai itu sudah habis energinya, maka jam dinding itu tidak akan bisa bergerak.

Kita asumsikan bahwa batu baterai itu adalah kehidupan kita dan Jam Dinding tersebut adalah Waktu Tuhan. Bagaimana Hidup kita bisa menjadi batu baterai yang baru dan bagus untuk bisa ‘menggerakkan’ Waktu Tuhan.

Pertama, kita harus mencari Tuhan setiap saat. Kita cari Tuhan bukan disaat kita susah saja, tetapi kita harus cari Tuhan juga disaat kita bahagia. Ucapkan segala syukur dan terima kasih kita kepada Tuhan. Sebagai seorang bapak, kita akan senang sekali jika anak kita bisa bilang “terima kasih” ketika kita memberinya sesuatu. Hal itu sama dengan Tuhan/Bapa kita, akan senang kalau kita mau bilang terima kasih kepada-Nya.

Kedua, percaya dan berserah kepada Tuhan yang disertai dengan usaha kita. Intinya kita tidak boleh menyerah kepada keadaan, terus berusaha bersama Tuhan, dan percaya bahwa Tuhan punya rencana terbaik untuk kita. Gagal bukan berarti Tuhan tidak bersama kita, tetapi ada kalanya Tuhan menginginkan kita untuk berproses lebih matang di rencana-Nya yang lain. Proses itu pahit dan sulit, tetapi ketika kita bisa mengatasi semua kepahitan dan kesulitan itu, kita kan menjadi dewasa dan pribadi yang berbeda dengan kita yang sebelumnya.

Ketiga, hidup berkenan sesuai perintah-Nya. Hidup yang sesuai dengan ajaran Alkitab, berbuat baik, melayani, dan mengampuni. Ketika kita bisa menjalankan semua itu, kita bisa menjadi batu baterai yang “full energy“ untuk ‘menggerak’ Waktu Tuhan dalam hidup kita.

Buatlah dirimu mengenal dan semakin dekat dengan Tuhan. Karena ketika itu terjadi , hidupmu tidak akan sama lagi, hidupmu akan diproses untuk menjadi terang dan berkat bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati. (AS)

Questions:
1. Apakah waktu Tuhan bisa sesuai dengan harapan kita?
2. Apakah kita sudah melakukan kehendak Tuhan agar kita bisa hidup di dalam waktu-Nya ?
Values:
Waktu Tuhan sudah pasti yang terbaik dan sesuai dengan rencana-Nya.

ROCK MINISTRY BALI

13 Oct, 22:42


https://youtu.be/Fk4TKSm2STY

ROCK MINISTRY BALI

13 Oct, 22:19


Mon, Oct 14, 2024

Kingdom's Quotes:
Tujuan hidup bukanlah sekadar kebahagiaan, melainkan dampak positif yang kita berikan bagi sesama
Bacaan Setahun:
Yer. 44-47 Mzm. 13

MENINGGALKAN JEJAK PERUBAHAN

"Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah." (Kisah Para Rasul 20:24)

Paulus memiliki satu tujuan hidup yang sangat jelas: menyelesaikan pelayanannya dengan setia. Hidup yang memberikan dampak besar dimulai dengan memahami panggilan dan tujuan kita. Paulus sadar bahwa tugasnya adalah bersaksi tentang Injil, dan ia melakukannya dengan sepenuh hati. Bagi kita, menemukan panggilan yang Tuhan berikan adalah langkah awal menuju hidup yang bermakna. Panggilan tersebut bisa berbedabeda—bagi sebagian orang, mungkin menjadi guru, bagi yang lain menjadi pengusaha, atau menjalankan peran lainnya. Namun, yang terpenting bukanlah jenis panggilannya, melainkan bagaimana kita menjalankannya dengan dedikasi dan komitmen.

Membawa perubahan yang berarti sering kali membutuhkan pengorbanan. Paulus menunjukkan teladan dengan meninggalkan kenyamanan dan keamanan demi menjalankan misi yang lebih besar. Ini mengajarkan kita bahwa hidup yang berdampak tidak datang tanpa harga. Kita harus rela mengorbankan waktu, tenaga, atau bahkan kenyamanan pribadi. Namun, seperti Paulus, kita bisa melihat pengorbanan ini sebagai bagian dari kontribusi kita terhadap tujuan yang lebih besar—untuk membawa dampak positif dalam hidup orang lain.

Kasih adalah inti dari setiap perubahan yang sejati. Paulus menekankan pentingnya kasih dalam setiap pelayanannya, dan ini mengajarkan kita bahwa perubahan yang kita upayakan harus dilandasi oleh kasih kepada sesama dan Tuhan, bukan oleh ambisi pribadi atau keinginan untuk mendapat pujian. Kasih yang tulus memberikan kekuatan untuk bertahan melalui berbagai tantangan dan rintangan.

Akhirnya, konsistensi dan ketekunan adalah kunci untuk mencapai tujuan. Paulus berbicara tentang menyelesaikan pelayanannya, yang menunjukkan komitmennya untuk terus berjuang sampai akhir. Meskipun hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, setiap langkah kecil menuju kebaikan akan memberikan dampak yang berarti.

Hidup yang berpengaruh bukanlah tentang meraih kesuksesan duniawi atau popularitas, tetapi tentang kesetiaan dalam menjalani panggilan kita, kesediaan untuk berkorban demi sesuatu yang lebih mulia di depan, dan komitmen untuk terus berbuat baik sampai akhir. Mari kita meneladani Paulus dengan menjalani hidup yang penuh tanggung jawab, didorong oleh kasih, dan dipimpin oleh anugerah Allah. (DH)

Questions:
1. Apa panggilan atau pelayanan unik yang Tuhan berikan dalam hidup Anda saat ini?
2. Pengorbanan apa yang perlu Anda lakukan untuk membawa perubahan positif di sekitar Anda?
Values:
Hidup yang bermakna dilihat dari bagaimana kita melayani orang lain, bukan dari apa yang kita capai untuk diri sendiri.

ROCK MINISTRY BALI

13 Oct, 08:58


https://youtu.be/QUHA0wSHTBU?si=rSVPWMyyyKQJgM_I

ROCK MINISTRY BALI

11 Oct, 22:27


Sat, Oct 12, 2024

Kingdom's Quotes:
A servant leader is also a good listener (Pemimpin yang melayani adalah seorang pendengar yang baik).
Bacaan Setahun:
Yer. 38-40 , Ibr. 12

MISKOM

“Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah” (Yakobus 1:19)

Seorang kakek berusa 65 tahun tiba-tiba datang ke rumah tetangganya yang masih muda. Sang ‘ kakek berkata bahwa ia ingin bersembunyi sejenak karena disuruh istrinya untuk memotong rumput halaman rumahnya, namun ia malas untuk melakukannya. Sambil tersenyum ringan, anak muda ini mempersilahkan sang kakek masuk ke dalam rumah untuk bersembunyi

Tak lama kemudian istri sang kakek datang dan menyapa anak muda tersebut, menanyakan apakah dia melihat sang kakek. Si anak muda menjawab “oh tidak ada, saya tidak melihatnya”, kemudian dia balik bertanya kepada sang nenek: “Kenapa nenek mencarinya?” Sang nenek menjawab: “Itu ada seorang polisi datang ke rumah mencarinya, saya gak tau apa yang telah dia lakukan”. Mendengar bahwa sang kakek dicari oleh polisi, maka anak muda itu seketika menjadi sedikit tegang, karena dia mengetahui bahwa sang kakek bersembunyi di rumahnya

Setelah sang nenek pergi, tak lama kemudian datanglah seorang polisi menjumpai anak muda ini, dan anak muda ini pun bertanya kepada polisi tersebut. “Apakah yang telah dilakukan oleh tetangga saya pak sehingga bapak mencarinya?” Jawab polisi tersebut: “Tidak ada, saya hanya menemukan dompetnya yang tertinggal di supermarket di kota, dan saya bermaksud mengembalikannya.” Sontak anak muda ini tersenyum lega, kemudian tertawa mendengar jawaban polisi tersebut.

Kejadian ini adalah kisah nyata yang mengingatkan kepada kita bahwa miskomunikasi (miskom), dapat terjadi saat kita membangun hubungan dengan siapa saja. Sang kakek yang salah mengerti maksud sang istri mencarinya telah membuat sebuah cerita lucu yang membuat kita tertawa membacanya. Untunglah ada anak muda yang berusaha mencari informasi yang lebih detail sehingga miskomunikasi dapat berhenti sampai di sana.

Surat Yakobus 1:19 mengingatkan kita dałam berkomunikasi. Dikatakan dalam ayat tersebut, “hendaklah cepat untuk mendengar.” Lebih banyak mendengar memiliki makna agar kita mengupayakan untuk mencari lebih banyak informasi yang dapat kita renungkan sehingga kita mampu memprosesnya dałam pikiran kita sehingga memberikan konteks yang lebih luas. Konteks yang lebih luas memberikan kita gambaran umum yang cukup sehingga kita terhindar dari persepsi yang keliru.

Pada akhirnya dengan informasi yang cukup maka kita terbantu dalam mengambil keputusan yang tepat.Lebih banyak mendengar juga merupakan cerminan sikap hati yang mau mendahulukan orang lain dari pada keinginan/ego kita sendiri. Hati yang melayani dimulai dengan empati, sehingga kita mampu memahami sudut pandang (POV -Point of View) dari lawan bicara kita. Ada kalimat yang mungkin sudah sering kita dengar: “Put your feet in someone’s shoes” (Kenakan kakimu pada sepatu orang lain, karena dengan demikian kamu akan memahami sudut pandang orang tersebut). Anda mengerti? (SS)

Questions:
1. Apakah anda pernah mengalami miskomunikasi?
2.Bagaimana caranya agar tidak terjadi miskomunikasi?
Values:
Kasih memampukan kita menjadi pendengar yang baik.

ROCK MINISTRY BALI

11 Oct, 11:22


Shana Tova!

LIVE NOW!!!

https://www.youtube.com/live/TgU22UXpgfQ?si=fx7_TyNK1LFieoX0

Mari bersama dalam Ibadah Gabungan ROCK Ministry Denpasar dalam acara Ibadah Syukur Perayaan "YOM KIPPUR" - Tahun Ibrani 5785

NOTE:
Satukan hati berdoa untuk memberkati bangsa Israel.

ROCK MINISTRY BALI

10 Oct, 22:21


https://youtu.be/5PPXWj9GEjQ?si=H4Tokwb-knizwDLR

ROCK MINISTRY BALI

10 Oct, 22:20


Fri, Oct 11, 2024

Kingdom's Quotes:
Jika kita lemah terhadap diri kita, maka dunia akan keras terhadap kita. Jika kita keras terhadap diri kita maka dunia akan ramah terhadap kita.
Bacaan Setahun:
Yer. 36-37, Ibr. 11

GENERASI REBAHAN

“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya” (2 Timotius 4:2-3)

Sebagai orang Kristen kita dihimbau untuk hidup yang berdampak dan bermanfaat bagi orang lain namun pada kenyataannya banyak orang yang menghabiskan waktunya hanya untuk kesenangan dirinya. Artinya tujuan hidupnya hanya semata-mata untuk kenyamanan. Dan kalau kita pelajari saat ini, kecenderungan manusia yang memuja kenyamanan semakin marak. Banyak pasangan muda hidup bersama namun tak ingin terikat dengan pernikahan, bahkan kalau toh harus menikah, mereka tak ingin mempunyai anak. Hidup bebas dan nyaman tanpa tekanan dan tanpa tanggung jawab adalah gaya hidup hari ini. Kata populer yang disematkan bagi generasi saat ini yang suka gaya hidup kenyamanan adalah 'generasi rebahan’.

Generasi ini mempunyai ciri-ciri mirip seperti yang dikisahkan Rasul Paulus pada muridnya Timotius yaitu akan datang waktunya sebuah keadaan di mana orang tidak lagi bisa menerima ajaran sehat. Ajaran yang menganjurkan hidup yang bersedia melewati proses dan hidup yang tanggung jawab, bahkan hidup yang menjadi berkat bagi orang lain. Keadaan dunia hari ini dengan segala modernisasinya telah mendorong manusia pada sikap yang sangat egois. Hal ini berakibat apa yang mereka mau dengar hanyalah pengajaran yang hanya memuaskan telinganya saja, yang hanya menguntungkan saja.

Lalu bagaimana sikap kita, haruskah kita membiarkan? Atau kita juga setuju dengan sikap generasi 'rebahan', karena memang sudah jamannya? Bagaimana sikap kita sebagai gereja Tuhan? Apakah ini bukan tanggung jawab gereja untuk menyadarkan? Jangan-jangan gereja juga ikut arus, yaitu menganggap jemaat adalah ‘customer’ yang harus dipuaskan, bukan jemaat yang diajar untuk dimuridkan dan didisiplin?

Gereja hari ini juga mengalami ujian yang berat, karena jika mendisplin jemaat dengan mengajarkan pengajaran yang sehat yaitu mengarahkan dan menegur jemaat untuk berkarakter kuat, kuatir akan ditinggalkan jemaat. Sehinga hari ini gereja cenderung hanya memberitakan motivasi dan anjuran yang hanya 'memuaskan telinga'. Tentu sikap seperti ini adalah sikap yang salah. Jika sikap gereja hanya 'meninabobokan' jemaat seperti bayi, yang kemudian hanya diberikan susu dan bukan makanan keras, maka yang terjadi memang jemaat secara jumlah akan makin banyak, dan gereja semakin populer, tapi jangan-jangan sebenarnya gereja sendirilah yang sedang 'melemahkan mental' jemaat dan pada akhirnya menggiring jemaat kepada kematian rohani.

Renungan bagi kita semua: Waspadalah! Sukai hal-hal yang tidak mengenakkan daging kita, sukailah hal-hal yang memproses hidup kita. Jangan menjadi generasi rebahan, hidup nyaman tanpa perjuangan. (DD)

Questions:
1. Mengapa generasi hari ini disebut generasi rebahan?
2. Benarkah manusia cenderung hanya mencari kenyamanan?
Values:
Warga Kerajaan sejati sadar hidupnya bukan miliknya sendiri tetapi milik Sang Raja yang menjadi tuan di dalam hidupnya.

ROCK MINISTRY BALI

09 Oct, 22:27


https://youtu.be/_5UYPpRy6tI

ROCK MINISTRY BALI

09 Oct, 22:25


Thu, Oct 10, 2024

Kingdom's Quotes:
Inspirasi dan keteladanan kehidupan kita nampak saat kita menghadapi permasalahan kehidupan. Tetaplah mengandalkan tuntunan Firman-Nya.
Bacaan Setahun:
Yer. 34-35 , Ibr. 10

TAKING ACTION

“Sebab itu, lakukan dan peliharalah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi jangan turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.” (Matius 23:3 - TB2)

Kita pernah mendengar beberapa orang berkata 'NATO'. Kata 'NATO' ini tidak berkaitan dengan North Atlantic Treaty Organization atau Organisasi Perjanjian Atlantik Utara, yaitu aliansi militer yang dibentuk pada tahun 1949 oleh negara-negara Amerika Utara dan Eropa dengan tujuan membangun pertahanan kolektif melawan ancaman militer dari Uni Soviet dan sekutunya. Kata 'NATO' yang sering kita dengar merupakan kepanjangan dari No Action Talk Only yaitu Tidak Ada Tindakan, Hanya Berkata Saja artinya omong kosong.

Yesus memperingatkan para murid-Nya dan orang banyak yang mengelilingi-Nya bahwa para ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu cakap mengajar namun mereka tidak melakukan apa yang mereka ajarkan. Jika demikian, apa yang harus kita lakukan? Seperti judul renungan hari ini maka kita harus taking action atau mengambil tindakan, tentunya mengambil tindakan yang konkret. Mari kita belajar menjadi pelaku Firman dan bukan menjadi pendengar saja.

Yang pertama, jadilah pelaku Firman Tuhan – Yak 1:22. Banyak orang pandai membaca dan menguraikan bahkan membincangkan Firman Tuhan namun sedikit orang yang sungguhsungguh melakukan Firman Tuhan yang telah mereka perbincangkan. Banyak orang jago berdebat menggunakan Firman Tuhan namun sayangnya mereka bukan pelaku Firman Tuhan. Apakah kita termasuk orang seperti itu? Harapan saya tentu saja anda tidak termasuk orang yang pandai membaca dan membincangkan Firman Tuhan saja, namun anda menjadi pelaku Firman Tuhan. Kita harus membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari, lalu kapan prakteknya? Kita memraktekkan Firman Tuhan lewat permasalahan dan tantangan kehidupan yang diperhadapkan kepada kita, dengan demikian kita akan memraktekkan Firman Tuhan. Kita tak perlu meminta masalah datang kepada kita karena masalah akan datang di saat yang tak terduga, namun setiap masalah yang datang kepada kita merupakan tempat kita memraktekkan Firman Tuhan.

Yang kedua, jadilah inspirator – Flp 3:17. Rasul Paulus dengan penuh keyakinan menyatakan agar jemaat di Filipi mengikuti keteladanannya. Tentu saja jemaat Filipi sangat mengenal Paulus yang pernah tinggal bersama mereka di Filipi. Demikian pula dengan kita, Yesus mau kita menjadi inspirator bagi orang-orang yang mengenal kita. Tujuan kita menjadi inspirator adalah menjadi teladan bagi orang-orang yang mengenal kita. Yesus mau keteladanan kehidupan kita mewarnai kehidupan orang-orang yang mengenal kita sehingga mereka melakukan hal yang sama dengan kita bahkan lebih baik daripada yang pernah kita lakukan. Oleh sebab itu kita bertanggung jawab untuk memaksimalkan setiap karunia, potensi, kecakapan, kemampuan, kepandaian dan keterampilan yang sudah dipercayakan oleh Tuhan kepada kita. Sudahkah kita menjadi teladan bagi orang-orang yang mengenal kita? (DW)

Questions:
1. Mengapa Yesus mau kita menjadi inspirator dan teladan bagi orang-orang yang mengenal kita?
2. Bagaimana caranya menjadi inspirator dan teladan bagi orang-orang yang mengenal kita?
Values:
Seorang Warga Kerajaan ALLAH adalah pribadi yang mau membagi keteladanan kehidupannya kepada orang-orang yang mengenalinya.

ROCK MINISTRY BALI

09 Oct, 03:15


d’AERO (Creative Community Center) bersama Living World Mall Denpasar

Mengundang Bp/Ibu/Sdr/Sdri untuk hadir mendukung dan menyaksikan kreatifitas dan talenta anak-anak kita generasi muda Indonesia dalam acara “Art, Cultural, Entrepreneurship & Innovation Fair”

EMPOWERING YOUTH FOR STRONGER NATION

Sabtu, 12 Oktober 2024, 17.00 wita – selesai, di
Amphitheatre Living World Denpasar (Jln. Gatot Subroto Timur Dps)

Akan menampilkan: Cultural Showcase, Live Music Band, Choir, Singing, Dance, Inspiring Keynote Speakers, Youth Workshop, Youth Networking, Flashmob Dance, Games & Doorprize, etc

This event is collaboration with:

Kingdom Generation Ministry (ROCKY, ROCKET, KGC), Tunas Daud School, SPM Menorah, Pemuda Bukan Pemula (NGO), Institute of Justice Law Firm, Duta Indah Abadi, AVLED Multi Perkasa, etc